Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » HMI Komisariat UMK Cabang Kendari Desak Polda Sultra, Copot Kapolres Bombana Atas Dugaan Tindakan Represif Terhadap Kader HMI

HMI Komisariat UMK Cabang Kendari Desak Polda Sultra, Copot Kapolres Bombana Atas Dugaan Tindakan Represif Terhadap Kader HMI

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, nalarpubliknews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Cabang Kendari mengecam dugaan tindakan represif Kapolres Bombana terhadap kader HMI saat menyampaikan aspirasi di muka umum pada Kamis (4/6/2026). HMI menilai tindakan tersebut mencederai prinsip demokrasi serta kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.

Mahasiswa Berhak Menyampaikan Kritik

Ketua HMI Komisariat UMK, Juraidin, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Menurutnya, mahasiswa menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik dan jalannya pemerintahan. Oleh karena itu, semua pihak harus menghormati kebebasan berekspresi.

“Segala bentuk intimidasi dan tekanan terhadap kebebasan berekspresi tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi yang menjunjung supremasi hukum,” ujar Juraidin.

HMI Soroti Dugaan Sikap Represif

Selain itu, kader HMI yang berada di lokasi aksi mengaku menyaksikan sikap represif Kapolres Bombana terhadap massa demonstrasi. Berdasarkan keterangan tersebut, HMI menilai sikap itu bertentangan dengan tugas kepolisian sebagai pelindung masyarakat.

Juraidin menegaskan bahwa aparat kepolisian harus menjamin keamanan masyarakat saat menyampaikan pendapat di muka umum. Di sisi lain, polisi juga harus mengawal jalannya aksi secara profesional dan proporsional. Dengan demikian, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tanpa rasa takut.

“Aparat kepolisian harus melindungi masyarakat dan memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman,” katanya.

HMI Desak Polda Sultra Bertindak

Atas dasar itu, HMI Komisariat UMK Cabang Kendari mendesak Polda Sulawesi Tenggara segera mengambil langkah tegas terhadap Kapolres Bombana. Selanjutnya, HMI meminta Polda Sultra mencopot Kapolres Bombana dari jabatannya apabila pemeriksaan membuktikan adanya tindakan represif.

“Kami mendesak Polda Sultra mencopot Kapolres Bombana atas dugaan tindakan represif terhadap kader HMI,” tegas Juraidin.

Sementara itu, HMI Komisariat UMK menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga institusi kepolisian memberikan kejelasan. Selain mengawal kasus itu, HMI juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka dan bebas dari intimidasi.

Kritik Merupakan Bagian dari Demokrasi

Pada akhir pernyataannya, Juraidin menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, negara harus menjamin kebebasan berpendapat sebagai salah satu pilar demokrasi. Dengan adanya ruang kritik, pemerintah dapat menerima masukan dari masyarakat.

“Kritik bukan ancaman, dan mahasiswa bukan musuh negara. Demokrasi harus dijaga dengan menghormati kebebasan berpendapat, bukan dengan tindakan represif,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Bombana maupun Polda Sulawesi Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan HMI tersebut.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FRPSH Gelar Aksi Jilid IV, Desak Polda Metro Jaya Ungkap Aktor Intelektual Penghalangan Eksekusi Hotel Sultan

    FRPSH Gelar Aksi Jilid IV, Desak Polda Metro Jaya Ungkap Aktor Intelektual Penghalangan Eksekusi Hotel Sultan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — 13 Juli 2026 Front Rakyat Pengawal Supremasi Hukum (FRPSH) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid IV di depan Gedung Polda Metro Jaya, Senin (13/7). Dalam aksi tersebut, massa mendesak kepolisian segera mengungkap aktor intelektual yang diduga berada di balik penghalangan pelaksanaan eksekusi aset negara di kawasan eks Hotel Sultan, Gelora Bung Karno […]

  • ASDP Ketapang 34 kapal dijelaskan Yossianis Marciano di Pelabuhan Ketapang saat arus balik Lebaran 2026

    ASDP Kerahkan 34 Kapal, Arus Balik Ketapang–Gilimanuk Tetap Mengalir Meski Antrean Mengular

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 89
    • 0Komentar

    ASDP Ketapang 34 kapal dikerahkan untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Lonjakan kendaraan pada H+8 mendorong operator mempercepat layanan agar arus tetap lancar. JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mengoperasikan 34 kapal untuk merespons lonjakan arus balik. Manajemen langsung mengatur pola operasi agar layanan lebih cepat dan efisien. […]

  • Pemuda bersajam diamankan warga di Desa Unggulino saat membawa pisau dapur dan sejumlah identitas

    Pemuda Bersajam dan Bawa Tiga KTP Diamankan Warga di Desa Unggulino

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 90
    • 1Komentar

    Konawe, Nalarpubliknews.com – Warga Desa Unggulino, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, mengamankan seorang pemuda yang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan di sekitar permukiman warga, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 00.00 WITA. Menurut keterangan warga, pemuda itu berada di sekitar rumah warga pada tengah malam. Saat warga menegurnya dan meminta penjelasan, ia mengaku baru keluar dari rumah neneknya yang berada […]

  • outlook Moody’s Indonesia dan Rosan Roeslani Danantara

    Danantara Tegaskan Penguatan Tata Kelola di Tengah Penyesuaian Outlook Utang Indonesia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Jakarta,(Nalarpubliknews.com) || Outlook Moody’s Indonesia berubah dari stabil menjadi negatif. Perubahan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan pelaku pasar. Danantara Indonesia menilai kondisi ini sebagai pengingat untuk memperkuat fondasi ekonomi dan menjaga kepercayaan investor. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa Indonesia masih berada di level investment grade (Baa2). Menurutnya, posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi […]

  • “Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara”

    “Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara”

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com — Juru Bicara Adrian Moita menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Ia menyampaikan pernyataan tersebut berdasarkan analisis data dan pengalaman sejumlah daerah penghasil SDA di Indonesia. Adrian menjelaskan bahwa kekayaan SDA tidak selalu menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, tata kelola yang lemah justru memicu berbagai persoalan ekonomi, sosial, […]

  • Proyek RSUD Konawe senilai Rp132 miliar diduga bermasalah

    Proyek RSUD Konkep Rp132 Miliar Disorot, Aktivis Desak Kejagung Usut Dugaan Penyimpangan hingga PHO

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — Sejumlah aktivis mendesak Kejaksaan Agung RI dan Mabes Polri untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek pembangunan peningkatan kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe Kepulauan dari Kelas D menjadi Kelas C dengan nilai kontrak sebesar Rp132.369.213.000. Desakan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan keterlambatan penyelesaian proyek serta indikasi ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan […]

expand_less