Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Polri » Konsorsium Mahasiswa dan Aktivis Sultra Gelar Aksi di Mabes Polri, Desak Evaluasi Kinerja Kapolda Sultra

Konsorsium Mahasiswa dan Aktivis Sultra Gelar Aksi di Mabes Polri, Desak Evaluasi Kinerja Kapolda Sultra

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, nalarpubliknews.com – Tuntutan copot Kapolda Sultra kembali menguat. Konsorsium Mahasiswa dan Aktivis Sulawesi Tenggara menggelar aksi di Mabes Polri, Rabu (14/1/2026). Mereka menyuarakan kritik terhadap lemahnya penegakan hukum di daerah.

Sejak awal aksi, massa langsung mendesak Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, untuk mencopot Kapolda Sultra, Didik Agung Wijanarko. Mereka menilai pimpinan daerah gagal mengendalikan persoalan hukum yang terus berulang.

Selain itu, mahasiswa menegaskan bahwa langkah tegas harus segera diambil. Mereka menilai pembiaran akan memperburuk situasi di lapangan.

Copot Kapolda Sultra karena Tambang Ilegal

Mahasiswa menyoroti maraknya tambang ilegal di Konawe Utara dan Kolaka Utara. Aktivitas tersebut berlangsung terbuka dan terus berulang. Namun, aparat belum menunjukkan tindakan yang konsisten.

Karena itu, tuntutan copot Kapolda Sultra semakin menguat. Massa menilai penegakan hukum tidak berjalan optimal. Bahkan, mereka melihat adanya pembiaran terhadap praktik ilegal tersebut.

Koordinator aksi, Rabil, menegaskan sikap tegas. Ia menyebut tambang ilegal terus meluas tanpa pengawasan yang jelas.

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan lebih lama. Oleh sebab itu, ia meminta Kapolri segera mengevaluasi pimpinan di tingkat daerah.

Copot Kapolda Sultra Usai Penembakan Bombana

Selain persoalan tambang ilegal, mahasiswa juga menyoroti insiden penembakan warga sipil di Bombana. Oknum Brimob diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Peristiwa ini memperkuat alasan copot Kapolda Sultra. Massa menilai pengawasan internal masih lemah. Akibatnya, tindakan yang merugikan masyarakat bisa terjadi.

Rabil menegaskan bahwa pimpinan harus bertanggung jawab. Ia menilai kejadian tersebut tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, peristiwa itu mencerminkan lemahnya sistem pengawasan di tubuh institusi.

Dugaan Dana Tambang Ilegal

Selanjutnya, Koordinator aksi II, Akbar Rasyid, mengungkap dugaan aliran dana dari tambang ilegal.

Menurutnya, dana tersebut diduga digunakan untuk mengamankan aktivitas ilegal. Dengan demikian, praktik tersebut bisa terus berjalan tanpa hambatan hukum.

Ia menyebut dugaan ini sudah menjadi pembicaraan luas di masyarakat. Karena itu, ia kembali menegaskan tuntutan copot Kapolda Sultra sebagai langkah awal pembenahan.

Selain itu, ia meminta aparat penegak hukum menindak semua pihak yang terlibat. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini.

Mahasiswa Minta Evaluasi Total Polda Sultra

Mahasiswa tidak hanya menuntut pencopotan jabatan. Mereka juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polda Sultra.

Menurut mereka, pembenahan harus dilakukan secara sistematis. Dengan begitu, masalah serupa tidak terus berulang di masa depan.

Selain itu, mereka berharap Polri bisa mengembalikan kepercayaan publik. Sebab, kepercayaan masyarakat menjadi kunci dalam penegakan hukum.

Aksi Akan Terus Berlanjut

Mahasiswa memastikan aksi tidak berhenti pada satu momentum. Mereka akan kembali turun ke jalan jika tuntutan tidak direspons.

Karena itu, mereka menegaskan komitmen untuk terus mengawal isu ini. Mereka ingin memastikan perubahan benar-benar terjadi.

Pada akhirnya, mereka menilai langkah copot Kapolda Sultra menjadi awal penting. Dengan langkah tersebut, mereka berharap penegakan hukum bisa berjalan lebih tegas, adil, dan transparan.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi jilid ll LKRH SULTRA-JAKARTA kembali Desak Kejagung Ri Dan Kemenhub Ri Periksa Dan Copot Oknum Berinsial (SRN) Dan Sejumlah Petinggi Syahbandar Kupp l molawe

    Aksi jilid ll LKRH SULTRA-JAKARTA kembali Desak Kejagung Ri Dan Kemenhub Ri Periksa Dan Copot Oknum Berinsial (SRN) Dan Sejumlah Petinggi Syahbandar Kupp l molawe

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – 22 Juni 2026 Aroma busuk dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan permainan kotor di balik aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Konawe Utara kian menyeruak ke permukaan. Kali ini, Lembaga Kajian dan Riset Hukum (LKRH) secara terbuka mendesak Kejaksaan Agung RI untuk segera mengusut tuntas dugaan keterlibatan sejumlah oknum Syahbandar KUPP Kelas I […]

  • Proses hukum kasus OTT PT ST Nickel oleh aparat kepolisian

    Mahasiswa Konawe Nilai OTT Dugaan Pemerasan PT ST Nickel Perlu Didalami, Diduga Ada Unsur Suap dari Pihak Perusahaan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Konawe, (Nalarpubliknews.com) || Aparat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan terhadap PT ST Nickel oleh oknum LSM. Kasus ini langsung memicu perhatian publik, khususnya dari kalangan mahasiswa di Sulawesi Tenggara. Mahasiswa Minta Penanganan Objektif Irjal Ridwan, mahasiswa asal Konawe, meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara menyeluruh. Ia menilai aparat tidak boleh […]

  • korupsi hibah pilkada saat aksi mahasiswa di Kejagung

    Satu Tersangka Bukan Jawaban: Aksi Jilid I Desak Kejaksaan Agung RI Ungkap Seluruh Aktor Korupsi Dana Hibah Pilkada Konawe Utara

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jaringan Aktivis Mahasiswa Hukum (JAMH) Sultra–Jakarta bersama CAMADA menggelar Aksi Jilid I di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Rabu (31/12/2025). Massa aksi menyoroti dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kabupaten Konawe Utara Tahun 2024. Massa menilai penanganan kasus belum berjalan maksimal. Mereka menyoroti kerugian negara yang mencapai Rp1,6 miliar. Namun, penyidik baru menetapkan […]

  • Tan Malaka Indonesia potret tokoh revolusioner

    Tan Malaka: Arsitek Republik yang Dieksekusi Mati oleh Bangsa Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Oleh: Redaksi NalarPublikNews.com Nama Tan Malaka menempati posisi unik dalam sejarah Indonesia. Ia bukan sekadar pejuang kemerdekaan, melainkan juga pemikir yang merumuskan gagasan republik jauh sebelum Proklamasi 1945. Namun, sejarah tidak selalu memberinya tempat yang setara dengan tokoh-tokoh lain. Ia tampil sebagai sosok revolusioner berkelas dunia. Di sisi lain, ia justru mengakhiri hidupnya secara tragis […]

  • Artidjo Alkostar tokoh hukum berintegritas di Indonesia.

    Artidjo Alkostar: Hakim Agung Sederhana dan Tegas

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 71
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Artidjo Alkostar menjadi salah satu hakim agung paling berpengaruh di Indonesia. Ia menunjukkan ketegasan dalam menangani perkara, khususnya kasus korupsi. Selain itu, ia juga menjaga konsistensi dalam setiap putusan hukum. (18/04/2026). Sejak awal kariernya, Artidjo menempatkan integritas sebagai nilai utama. Oleh karena itu, banyak pihak menaruh kepercayaan tinggi terhadapnya. Perjalanan Karier di […]

  • Sekolah Swasta Gratis Jakarta Bertambah, Madrasah Diusulkan

    Sekolah Swasta Gratis Jakarta Bertambah, Madrasah Diusulkan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 54
    • 4Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang memperluas program pendidikan gratis dengan menambah jumlah sekolah swasta. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan madrasah di bawah Kementerian Agama agar akses pendidikan semakin merata di seluruh wilayah ibu kota. (30/04/2026). Saat ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp253,6 miliar untuk mendukung 103 sekolah. Namun demikian, jumlah tersebut masih […]

expand_less