Satu Tersangka Bukan Jawaban: Aksi Jilid I Desak Kejaksaan Agung RI Ungkap Seluruh Aktor Korupsi Dana Hibah Pilkada Konawe Utara
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- visibility 193
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Jaringan Aktivis Mahasiswa Hukum (JAMH) Sultra–Jakarta bersama CAMADA menggelar Aksi Jilid I di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Rabu (31/12/2025). Massa aksi menyoroti dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kabupaten Konawe Utara Tahun 2024.
Massa menilai penanganan kasus belum berjalan maksimal. Mereka menyoroti kerugian negara yang mencapai Rp1,6 miliar. Namun, penyidik baru menetapkan satu tersangka, yakni Sekretaris KPU Konawe Utara.
Soroti Penanganan Perkara
Muhammad Rahim selaku inisiator aksi menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan. Ia meminta aparat mengusut kasus secara menyeluruh.
Menurut Rahim, penyidik harus menelusuri aliran dana dan memeriksa semua pihak yang terlibat. Ia menilai mustahil dugaan korupsi bernilai besar hanya melibatkan satu orang.
“Penegakan hukum harus menyentuh semua pihak yang terlibat. Jangan berhenti pada satu tersangka saja,” ujar Rahim.
Serahkan Dokumen ke Kejagung
Massa aksi juga menyerahkan sejumlah dokumen kepada Kejaksaan Agung RI. Dokumen itu berisi bukti transaksi yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dana hibah Pilkada.
Rahim mengatakan bukti tersebut dapat membantu penyidik mengembangkan perkara. Ia berharap Kejaksaan Agung bertindak objektif dan independen.
Desak Evaluasi Kejari Konawe
Dalam aksi itu, massa meminta Kejaksaan Agung mengambil alih penanganan perkara dari Kejaksaan Negeri Konawe. Mereka juga mendesak penyidik memeriksa Kasubbag KUL dan seluruh Komisioner KPU Konawe Utara.
Selain itu, massa meminta Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, mengevaluasi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Konawe. Mereka menduga ada praktik penyimpangan dalam proses penanganan perkara.
Ancam Gelar Aksi Lanjutan
Koordinator aksi menegaskan demonstrasi ini bukan langkah terakhir. Mereka siap menggelar aksi lanjutan jika aparat tidak menindaklanjuti tuntutan tersebut.
“Usut tuntas Rp1,6 miliar dana hibah Pilkada Konawe Utara. Proses hukum semua oknum yang terlibat,” tegas massa aksi dalam orasinya.

Saat ini belum ada komentar