Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » All News » China Bakal Jadi Raksasa Laut 2026, Dominasi AS Terancam

China Bakal Jadi Raksasa Laut 2026, Dominasi AS Terancam

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 1.392
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (nalarpubliknews.com) | China terus mempercepat modernisasi militernya pada 2026. Beijing juga memperluas operasi angkatan laut di kawasan Indo-Pasifik. Langkah ini memperlihatkan ambisi China untuk menyaingi dominasi Amerika Serikat (AS) di bidang maritim.

China Punya Angkatan Laut Terbesar

China kini memiliki angkatan laut terbesar di dunia berdasarkan jumlah kapal. Negeri Tirai Bambu itu mengoperasikan lebih dari 370 kapal perang dan kapal selam. Armada tersebut termasuk tiga kapal induk yang terus dikembangkan.

Pentagon menilai Beijing ingin menggantikan posisi AS sebagai kekuatan global utama. China juga mempercepat produksi kapal perang di galangan domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing rutin meluncurkan kapal perusak, fregat, dan kapal induk baru.

Selain menambah jumlah kapal, China juga meningkatkan teknologi militernya. Beijing mengembangkan radar modern, sistem pertahanan udara, dan kemampuan peperangan elektronik.

Kapal Induk Fujian Jadi Sorotan

China mulai mengoperasikan CNS Fujian sebagai kapal induk tercanggihnya. Kapal ini memakai sistem katapel elektromagnetik untuk meluncurkan pesawat tempur.

Teknologi tersebut memungkinkan China menerbangkan jet tempur lebih berat, termasuk J-35. Sebelumnya, hanya kapal induk modern milik AS yang memakai teknologi serupa.

Analis Center for a New American Security, Tom Shugart, menilai langkah itu sangat penting bagi kekuatan laut China.

“Hal ini menunjukkan pergeseran China menuju kekuatan udara laut yang lebih tangguh dan memiliki jangkauan operasional jauh,” ujarnya kepada Newsweek, Jumat (2/1/2026).

Sistem katapel elektromagnetik membuat China mampu mengoperasikan lebih banyak pesawat tempur, drone, dan pesawat pengintai dari kapal induk.

China Perluas Operasi Laut Jarak Jauh

China juga menguji kapal serbu amfibi Type 076. Kapal ini mampu meluncurkan drone dan pesawat melalui sistem katapel.

Analis memperkirakan kapal tersebut akan mendukung operasi di Laut China Selatan dan sekitar Kepulauan Senkaku. Selain itu, armada China berhasil mengelilingi Australia dan menjalankan operasi kapal induk ganda di Pasifik Barat.

Keberhasilan itu menunjukkan kemampuan logistik dan koordinasi armada China semakin kuat. Beijing kini mampu mempertahankan operasi laut dalam waktu lebih lama.

Beijing Incar Pangkalan Militer Baru

Pentagon menilai China sedang mencari lokasi pangkalan militer luar negeri. Beijing mempertimbangkan sejumlah wilayah di Afrika, Asia, Karibia, dan Pasifik.

Analis maritim asal Australia, Alex Luck, menilai China akan meningkatkan frekuensi operasi armadanya pada 2026.

“Pada 2026, China kemungkinan akan memperpanjang durasi dan meningkatkan frekuensi penempatan armadanya,” ujarnya.

Jika rencana itu berhasil, China dapat menjaga kehadiran militer permanen di kawasan strategis dunia.

China Targetkan Kesiapan Militer 2027

Modernisasi militer China juga berkaitan dengan target kesiapan perang pada 2027. Pentagon menyebut Beijing ingin siap menghadapi konflik terkait Taiwan.

China terus mengembangkan kapal pendarat modular dan memperkuat latihan amfibi. Beijing juga memakai kapal sipil untuk mendukung simulasi operasi lintas Selat Taiwan.

Pentagon bahkan mengungkap ambisi China untuk memiliki sembilan kapal induk. Jumlah itu bisa melampaui armada kapal induk AS di kawasan Pasifik.

Meski begitu, Juru Bicara Kedutaan Besar China di Washington D.C., Liu Pengyu, membantah tudingan tersebut.

“Tujuannya semata-mata untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan, serta kepentingan pembangunan China,” katanya.

Persaingan AS dan China Semakin Ketat

Peningkatan kekuatan militer China membuat persaingan di Indo-Pasifik semakin ketat. Amerika Serikat bersama Jepang, Australia, dan Korea Selatan juga memperkuat kerja sama pertahanan.

Washington terus mengirim kapal induk, kapal selam nuklir, dan sistem pertahanan ke kawasan tersebut. Langkah itu bertujuan menjaga pengaruh AS di Indo-Pasifik.

Pengamat menilai China ingin memperluas pengaruh geopolitiknya di jalur perdagangan dunia. Laut China Selatan, Selat Taiwan, dan Samudra Hindia menjadi kawasan penting bagi Beijing.

Meski persaingan kedua negara semakin tajam, banyak analis menilai konflik terbuka masih belum terjadi. Namun, aktivitas militer yang terus meningkat tetap memicu kekhawatiran dunia internasional.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • petugas Imigrasi Batam WNA memeriksa dokumen tenaga asing

    Imigrasi Batam Amankan 29 WNA RRT Diduga Salahgunakan Izin Tinggal di Proyek Konstruksi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 140
    • 3Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com || Imigrasi Batam WNA kembali menjadi perhatian setelah petugas menemukan puluhan warga negara asing (WNA) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) bekerja tanpa izin yang sesuai di proyek konstruksi. Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas tenaga kerja asing di wilayah industri seperti Batam. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggelar operasi […]

  • Jenazah Praka Rico dipulangkan ke Indonesia

    Jenazah Praka Rico Pramudia Dipersiapkan untuk Dipulangkan ke Indonesia dari Lebanon

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 195
    • 2Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com || Indonesia memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas global melalui partisipasi aktif dalam misi perdamaian. Melalui United Nations, Indonesia mengirim prajurit ke berbagai wilayah konflik untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Selain itu, kehadiran Indonesia juga menunjukkan komitmen terhadap nilai kemanusiaan. Prajurit tidak hanya menjalankan tugas militer, tetapi juga membantu masyarakat sipil yang terdampak […]

  • Diduga Bayar Upah Karyawannya Di Bawah UMR Sultra, PT. Natural Persada Mandiri (NPM) Site PT. MLP Disorot Publik

    Diduga Bayar Upah Karyawannya Di Bawah UMR Sultra, PT. Natural Persada Mandiri (NPM) Site PT. MLP Disorot Publik

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 688
    • 0Komentar

      Konawe Utara, nalarpubliknews.com – Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di site PT MLP yang dikelola PT Natural Persada Mandiri (NPM) Langgikima Konawe Utara (Konut) Sulawesi tenggara (Sultra) menjadi sorotan setelah Informasi tentang pembayaran upah karyawan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) dan dugaan memperkerjakan anak di bawah umur, memicu desakan agar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Sultra […]

  • Direktur Reskrimum Polda Bali I Gede Adhi Muliawarman menyampaikan perkembangan kasus pembunuhan WNA Belanda di Bali dalam konferensi pers di Denpasar

    Dua WNA Brasil Jadi Buronan Kasus Pembunuhan Warga Belanda di Bali

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DENPASAR, (Nalarpubliknews.com) || Polda Bali menetapkan dua warga negara asing (WNA) asal Brasil sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan seorang warga Belanda di Kabupaten Badung. Polisi kini memburu keduanya setelah mereka melarikan diri ke luar negeri hanya beberapa jam setelah kejadian. Peristiwa itu terjadi pada Senin malam, 23 Maret 2026, di sebuah vila kawasan Kerobokan, Kuta […]

  • pendidikan Sekkau TNI AU angkatan 118 saat pembukaan di Jakarta
    TNI

    105 Perwira Ikuti Pendidikan Sekkau Angkatan ke-118, Fokus Pada Kepemimpinan dan Manajerial

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) || Pendidikan Sekkau TNI AU angkatan ke-118 resmi dimulai dengan melibatkan 105 perwira TNI dan satu peserta mancanegara. Program ini bertujuan meningkatkan kepemimpinan dan kemampuan staf secara menyeluruh. Sebanyak 96 peserta berasal dari TNI Angkatan Udara. Selain itu, empat perwira dari TNI Angkatan Darat dan empat dari TNI Angkatan Laut turut bergabung. Sementara […]

  • Bentrok gerilyawan Kolombia antara dua kelompok pecahan FARC menewaskan sedikitnya 48 orang di wilayah Amazon, Kolombia.

    Bentrok Gerilyawan Kolombia: 48 Orang Tewas di Amazon

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Bentrok gerilyawan Kolombia antara dua kelompok pecahan FARC menewaskan sedikitnya 48 orang di wilayah Amazon, Kolombia. Pertempuran pecah di dusun Vereda Piripal, wilayah Guaviare. Kawasan itu selama ini menjadi basis lama kelompok FARC sebelum organisasi tersebut menandatangani perjanjian damai pada 2016. Sumber militer Kolombia menyebut bentrokan mulai terjadi sejak Senin. Petugas sampai […]

expand_less