PSSI Belum Terima Kepastian Bidding Tuan Rumah Piala Asia 2031 dan 2035
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- visibility 119
- comment 1 komentar
- print Cetak

Foto: Ilustrasi_ Kolase suasana bidding Piala Asia yang menampilkan pertemuan AFC di Kuala Lumpur, logo AFC Asian Cup, stadion sepak bola penuh penonton, serta atmosfer pertandingan yang meriah dengan dukungan suporter.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) – Ketua Umum Erick Thohir menegaskan PSSI masih menunggu kepastian terkait proses bidding tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035. Hingga saat ini, AFC belum membuka kembali tahapan tersebut setelah penundaan sebelumnya.
Penundaan Akibat Perubahan Kalender FIFA
Penundaan terjadi karena FIFA menyesuaikan kalender kompetisi internasional. FIFA menetapkan turnamen besar harus berlangsung pada tahun genap, bukan tahun ganjil seperti rencana awal.
Kebijakan ini membuat AFC harus mengkaji ulang jadwal Piala Asia agar tetap selaras dengan agenda sepak bola global. Selain itu, AFC juga mempertimbangkan penambahan kompetisi baru yang berpotensi memengaruhi jadwal turnamen utama.
PSSI Sempat Ikuti Proses Awal Bidding
Erick menjelaskan bahwa PSSI sempat menerima undangan untuk mengikuti proses bidding di Kuala Lumpur. Namun, AFC menunda agenda tersebut karena mereka masih menyusun ulang kalender pertandingan secara menyeluruh.
Penyesuaian ini termasuk rencana menghadirkan Nations League versi Asia yang dapat memengaruhi struktur kompetisi di kawasan tersebut.
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah
Indonesia tetap menunjukkan komitmen untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2031. PSSI menilai kesempatan ini dapat mendorong kemajuan sepak bola nasional secara signifikan.
Penyelenggaraan turnamen besar akan meningkatkan kualitas stadion, memperkuat manajemen pertandingan, serta memberikan pengalaman berharga bagi suporter dan pelaku sepak bola di Tanah Air.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Selain aspek olahraga, Indonesia juga berpotensi meraih manfaat ekonomi. Sektor pariwisata, transportasi, hingga pelaku usaha kecil dapat merasakan dampak positif dari penyelenggaraan turnamen internasional.
Dengan persiapan yang matang, ajang ini dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan Indonesia ke panggung global sebagai tuan rumah event olahraga bergengsi.
Persaingan Ketat Antarnegara
Sejumlah negara lain juga ikut dalam proses pencalonan tuan rumah. Australia, India, Korea Selatan, dan Kuwait telah menyatakan minat mereka. Sementara itu, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama.
Persaingan ini membuat AFC perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan tuan rumah yang paling siap.
AFC Masih Lakukan Evaluasi
Saat ini, AFC terus mengevaluasi dampak perubahan kalender secara menyeluruh. Mereka ingin memastikan proses bidding berjalan transparan, adil, dan terstruktur sebelum kembali dibuka.
PSSI memilih untuk tetap fokus dan menunggu keputusan resmi. Erick memastikan Indonesia siap mengikuti proses lanjutan kapan pun AFC membuka kembali bidding.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

https://shorturl.fm/xuBeQ
17 April 2026 10:49 pm