Kemenimipas Pindahkan 40 Napi High Risk dari Sumsel ke Nusakambangan
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Proses pemindahan 40 narapidana atau warga binaan dari lembaga pemasyarakatan di Sumatera Selatan ke Lapas Nusakambangan, Jumat (22/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Nalarpubliknews.com – napi high risk Nusakambangan kembali menjadi perhatian publik setelah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengirim 40 warga binaan asal Sumatera Selatan ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan memperkuat keamanan lapas sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi.
Kemenimipas menilai langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas keamanan di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Selain itu, pemerintah ingin menekan berbagai pelanggaran seperti peredaran narkoba, penggunaan ponsel ilegal, hingga praktik penipuan dari dalam lapas.
Napi High Risk Nusakambangan Masuk Enam Lapas
Petugas membawa 40 warga binaan dari Lapas Kelas I Palembang menuju enam lapas di Nusakambangan. Adapun lapas tujuan meliputi Lapas Kelas I Batu, Lapas Kelas IIA Pasir Putih, Lapas Kelas IIA Narkotika, Lapas Kelas IIA Ngaseman, Lapas Kelas IIA Gladakan, dan Lapas Kelas IIA Besi.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan program pemindahan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan nasional di lingkungan pemasyarakatan.
“Pemindahan ini kami lakukan untuk mendukung pembinaan dan pengamanan yang lebih tepat,” ujar Mashudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menurut Mashudi, seluruh warga binaan yang berangkat ke Nusakambangan masuk kategori high risk atau berisiko tinggi. Karena itu, mereka membutuhkan pengawasan lebih ketat dibanding warga binaan lainnya.
Kemenimipas Perkuat Pengawasan Lapas
Selama Mei 2026, Ditjenpas sudah mengirim 88 warga binaan kategori high risk ke Nusakambangan. Selain itu, Kemenimipas terus memperkuat pengawasan di lapas dan rumah tahanan di berbagai daerah.
Mashudi menilai Nusakambangan bukan hanya lokasi dengan pengamanan maksimum. Namun, kawasan tersebut juga menjadi pusat pembinaan agar warga binaan lebih disiplin dan patuh terhadap aturan.
“Kami berharap warga binaan mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik sehingga mereka mampu menunjukkan perubahan perilaku yang positif,” katanya.
Kemenimipas juga terus menggencarkan pemberantasan narkoba dan barang terlarang di lapas. Oleh sebab itu, petugas meningkatkan pemeriksaan rutin untuk mencegah masuknya ponsel ilegal serta praktik pelanggaran lain.
“Kami tidak memberi toleransi kepada pelanggar aturan. Petugas maupun warga binaan akan menerima sanksi berat jika terbukti terlibat,” tegas Mashudi.
Proses Pemindahan Berjalan Ketat
Petugas Pemasyarakatan Sumatera Selatan mengawal proses pengiriman bersama Satbrimob dan Ditlantas PJR Polda Sumsel. Selanjutnya, seluruh tim menjalankan proses pemindahan sesuai standar operasional prosedur atau SOP.
Petugas melakukan pengawalan sejak keberangkatan dari Palembang hingga tiba di Nusakambangan. Selain itu, tim pengamanan memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib.
Ditjenpas mencatat sebanyak 2.648 warga binaan kategori high risk sudah menjalani pemindahan ke Nusakambangan selama kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Jumlah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola lapas di Indonesia.
Nusakambangan Jadi Simbol Pengamanan Maksimum
Pulau Nusakambangan selama ini dikenal sebagai lokasi lapas dengan sistem keamanan maksimum di Indonesia. Karena itu, pemerintah kerap menempatkan narapidana berisiko tinggi di kawasan tersebut.
Selain memiliki pengamanan ketat, Nusakambangan juga menjalankan berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi warga binaan. Program tersebut bertujuan membantu narapidana memperbaiki perilaku selama menjalani masa hukuman.
Dengan langkah pemindahan ini, Kemenimipas berharap keamanan lapas di berbagai daerah semakin terkendali. Di sisi lain, pemerintah juga ingin memastikan seluruh warga binaan mengikuti pembinaan secara optimal.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar