Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Konflik Agraria di Konawe Selatan, IPPMI Konsel Indonesia: Jangan Bangun Opini Seolah Ini Kesalahan Bupati

Konflik Agraria di Konawe Selatan, IPPMI Konsel Indonesia: Jangan Bangun Opini Seolah Ini Kesalahan Bupati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 358
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konawe Selatan — Konflik lahan seluas sekitar 1.300 hektare di wilayah ini kembali menjadi perhatian publik. IPPMI Konsel Indonesia menilai masyarakat tidak boleh terburu-buru menyimpulkan bahwa Bupati Konawe Selatan menjadi pihak yang harus disalahkan.

Sejak awal, sengketa ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan kelompok masyarakat. Oleh karena itu, publik perlu memahami konteks secara menyeluruh agar tidak muncul persepsi yang keliru.

Langkah Pemda dalam Penanganan Sengketa Lahan

Pertama, pemerintah daerah merespons cepat dinamika di lapangan. Pemkab Konawe Selatan mengirim surat resmi kepada PT Marketindo Selaras.

Selanjutnya, surat tersebut memuat instruksi tegas:

  • Menghentikan perluasan lahan
  • Tidak melakukan penanaman baru di area sengketa

Sementara itu, perusahaan hanya boleh merawat tanaman yang sudah ada. Mereka wajib menunggu proses hukum hingga tuntas.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan hukum dan stabilitas sosial.

Di sisi lain, pemerintah juga meminta AMT, Framatal, dan Permata untuk menahan diri.

Karena itu, seluruh pihak tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di lokasi sengketa. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah bentrokan langsung.

Selain itu, pembatasan tersebut dapat meredam potensi provokasi yang bisa memperburuk situasi di lapangan.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berusaha menjaga kondisi tetap kondusif.

Kasus Pembakaran Jadi Ujian Penegakan Hukum

Sementara itu, insiden pembakaran rumah warga di Desa Puao dan Desa Puusanggula menjadi perhatian serius.

IPPMI mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menegaskan bahwa aksi itu tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Oleh sebab itu, aparat penegak hukum harus bertindak cepat dan profesional untuk mengusut pelaku. Penegakan hukum yang tegas akan memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus mencegah kejadian serupa.

Lebih lanjut, IPPMI menilai Bupati Konawe Selatan telah mengambil langkah yang tepat.

Ia memilih menyerahkan penyelesaian sengketa melalui mekanisme hukum. Dengan cara ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmen terhadap prinsip keadilan.

Selain itu, langkah tersebut juga mencerminkan upaya menjaga stabilitas daerah serta melindungi hak masyarakat.

Pentingnya Penyelesaian yang Objektif

Namun demikian, konflik lahan seperti ini tidak dapat diselesaikan secara sepihak.

Semua pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Artinya, setiap tindakan harus tetap berada dalam koridor aturan.

Pendekatan berbasis hukum menjadi solusi paling rasional karena memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat.

Imbauan untuk Menjaga Kondusivitas

Akhirnya, IPPMI mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.

Kemudian, dialog terbuka perlu dikedepankan sebagai jalan penyelesaian. Dengan begitu, situasi dapat tetap aman dan terkendali.

IPPMI juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menggiring opini tanpa dasar yang jelas.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • segel aquila nickel oleh mahasiswa di Jakarta

    Kantor Aquila Nickel Group Disegel Mahasiswa, Bongkar Dugaan Skandal “Nikel Kotor” dan Penggelapan Dana PPM PT. BKM

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    JAKARTA, 15 Januari 2026 – Mahasiswa yang tergabung dalam IMPH menyegel kantor Aquila Nickel Group di Jakarta, Kamis (15/1). Aksi segel Aquila Nickel ini muncul sebagai bentuk protes atas dugaan praktik nikel kotor. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti dugaan pelanggaran hukum tambang di Sulawesi Tenggara. Mahasiswa datang sambil membawa spanduk dan poster. Mereka menyuarakan tuntutan […]

  • Aksi massa menuntut audit dana desa Aopa di kantor BPK Sulawesi Tenggara

    Puluhan Massa Aksi Desak BPK Sultra Audit Investigatif Dana Desa Aopa, Diduga Tidak Sesuai LPJ Sejak 2019–2025

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 91
    • 1Komentar

    JAKARTA, nalarpubliknews.com – Puluhan massa dari Konsorsium Pemuda dan Masyarakat Anti Korupsi Desa Aopa menggelar aksi unjuk rasa di kantor perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Sulawesi Tenggara. Massa datang dengan membawa spanduk dan melakukan orasi secara bergantian. Mereka menyuarakan tuntutan agar lembaga auditor negara tersebut segera turun tangan mengusut dugaan penyimpangan Dana […]

  • Mahasiswa Kepung Kejagung, Desak Periksa Gubernur Sultra soal Dugaan Perambahan Hutan dan Dana Pilgub 2024

    Mahasiswa Kepung Kejagung, Desak Periksa Gubernur Sultra soal Dugaan Perambahan Hutan dan Dana Pilgub 2024

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — Isu periksa gubernur sultra mencuat setelah Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu menggelar aksi di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada Senin (2/2/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak aparat segera memeriksa Gubernur Sulawesi Tenggara atas dugaan konflik kepentingan dalam aktivitas tambang di kawasan hutan. Selain itu, mahasiswa menilai aparat harus bertindak cepat agar […]

  • SMC: Bukti Telah Disita, Kejati Sultra Diminta Segera Tetapkan Tersangka  dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Tambang Nikel di Kolaka yang menyeret oknum pejabat inisial HL dan HT

    SMC: Bukti Telah Disita, Kejati Sultra Diminta Segera Tetapkan Tersangka  dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Tambang Nikel di Kolaka yang menyeret oknum pejabat inisial HL dan HT

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Kendari, nalarpubliknews.com – 26 Juni 2026 Sultra Monitoring Corruption (SMC) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara untuk segera menetapkan tersangka  dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Kabupaten Kolaka apabila telah didukung alat bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum. ‎Ketua SMC, Aksan Setiawan, menilai langkah penggeledahan dan penyitaan sejumlah dokumen penting yang […]

  • Herman Willem Daendels saat memimpin Hindia Belanda

    Mengenal Herman Willem Daendels: Reformasi, Jalan Raya Pos, dan Kontroversi Kerja Paksa di Jawa

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Nalarpubliknews.com – Tokoh kolonial Herman Willem Daendels dikenal sebagai pemimpin yang membawa reformasi besar di Hindia Belanda sekaligus meninggalkan kontroversi akibat kebijakan kerja paksa. Ia memimpin Jawa saat Belanda berada di bawah pengaruh Napoleon Bonaparte dan berupaya memperkuat pertahanan kolonial dari ancaman Inggris. Daendels lahir di Hattem, Belanda, pada 21 Oktober 1762. Sebelum datang ke […]

  • Gencatan Senjata Iran di Perpanjang Trump.

    Gencatan Senjata Iran Diperpanjang Trump Usai Mediasi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 133
    • 2Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gencatan senjata Iran kembali menarik perhatian dunia setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang masa penghentian konflik. Ia mengambil keputusan ini setelah pemerintah Pakistan meminta waktu tambahan untuk membuka ruang negosiasi damai. Langkah ini langsung memengaruhi dinamika geopolitik di Timur Tengah, terutama karena masa gencatan senjata sebelumnya hampir berakhir. Dengan perpanjangan ini, […]

expand_less