Harga Emas dan Perak Tertekan Dolar AS, Pasar Global Dihantui Volatilitas Saham Teknologi
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 172
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi_npn
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Nalarpubliknews.com) || Harga logam mulia dunia kembali turun pada perdagangan Jumat (6/2). Penguatan dolar Amerika Serikat menekan harga emas dan perak.
Harga emas spot turun 0,7% ke US$4.735,99 per ons pada pukul 00.37 GMT. Sehari sebelumnya, emas sudah jatuh hampir 4%.
Kontrak berjangka emas AS untuk April juga melemah. Harganya turun 2,8% ke US$4.752,40 per ons.
Perak Alami Tekanan Terbesar
Harga perak mencatat penurunan paling dalam. Data dari Reuters menunjukkan harga perak spot turun 3,2% ke US$68,97 per ons.
Pada sesi sebelumnya, perak bahkan sempat anjlok hingga 19,1%. Dalam perdagangan, harga juga sempat turun di bawah US$65 per ons.
Level ini menjadi titik terendah dalam lebih dari satu setengah bulan terakhir.
Harga platinum ikut turun 3,6% ke US$1.916,45 per ons. Posisi ini menjauh dari rekor tertinggi pada 26 Januari.
Sebaliknya, paladium justru naik. Harganya menguat 1,3% menjadi US$1.638,25 per ons.
Dolar AS dan Saham Tekan Harga
Tekanan datang dari pasar global. Indeks saham dunia milik MSCI turun lebih dari 1% pada Kamis (5/2).
Investor khawatir terhadap biaya ekspansi kecerdasan buatan di sektor teknologi. Kekhawatiran ini memicu aksi jual saham.
Pada saat yang sama, dolar AS menguat ke level tertinggi dalam dua pekan. Kondisi ini membuat harga komoditas menjadi lebih mahal bagi investor global.
Akibatnya, permintaan terhadap logam mulia menurun.
Investor Beralih ke Obligasi
Investor mulai memindahkan dana ke obligasi pemerintah AS. Mereka mencari aset yang lebih aman di tengah pasar yang tidak stabil.
Data tenaga kerja memperkuat tren ini. Laporan JOLTS menunjukkan jumlah lowongan kerja turun 386.000.
Jumlahnya kini menjadi 6,542 juta pada akhir Desember. Ini merupakan level terendah sejak September 2020.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Data tersebut mendorong ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Federal Reserve diperkirakan akan menurunkan suku bunga.
Pelaku pasar memperkirakan dua kali pemangkasan pada 2026. Masing-masing sebesar 25 basis poin.
Peluang pemangkasan pertama muncul pada Juni mendatang.
Suku bunga rendah biasanya mendukung harga emas. Namun, penguatan dolar masih menahan kenaikan.
Faktor Geopolitik Masih Membayangi
Dari sisi geopolitik, ketidakpastian masih tinggi. Presiden Donald Trump tetap mengutamakan jalur diplomasi terhadap Iran.
Namun, pemerintah AS tetap membuka opsi lain. Termasuk langkah militer jika negosiasi gagal.
Kondisi ini membuat pasar tetap waspada.
Prospek Harga Logam Mulia
Harga logam mulia kemungkinan masih bergerak fluktuatif. Investor akan fokus pada arah suku bunga dan pergerakan dolar.
Jika dolar melemah, harga emas bisa kembali naik. Namun, tekanan jangka pendek masih cukup kuat.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
