Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Benda Mirip Torpedo Sumenep, Diduga Masih Aktif

Benda Mirip Torpedo Sumenep, Diduga Masih Aktif

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com – Penemuan benda mirip torpedo di pesisir Aeng Lombi, Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Jawa Timur, memicu respons cepat aparat. Polisi menutup akses lokasi dan meminta warga menjauh untuk menghindari risiko. (22/04/2026).

Polisi Jaga Lokasi Penemuan

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto mengerahkan personel untuk menjaga area temuan. Anggota Polsek Kangayan memasang garis pembatas dan mengawasi lokasi tanpa henti.

Polisi mengambil langkah ini untuk mencegah warga mendekat. Aparat juga memberi peringatan langsung kepada masyarakat yang berada di sekitar pantai.

“Kami melarang warga mendekat karena kami khawatir benda itu masih aktif,” ujar Anang.

Petugas Identifikasi Bentuk dan Ciri Objek

Petugas mengamati objek yang menyerupai torpedo laut. Benda itu berwarna kuning dan memiliki panjang sekitar dua meter. Diameter objek mencapai sekitar 30 sentimeter, sementara ujungnya tampak runcing.

Ciri tersebut menunjukkan kemiripan dengan proyektil laut. Petugas terus mengumpulkan data untuk memastikan jenis benda tersebut.

Warga Menemukan Saat Periksa Perahu

Seorang warga bernama Heri menemukan objek itu saat ia memeriksa perahunya di tepi pantai pada 20 April 2026. Ia melihat benda asing yang mencolok dan langsung melapor ke aparat desa.

Petugas menerima laporan tersebut dan segera menuju lokasi. Mereka langsung mengamankan area dan menghubungi pihak kepolisian tingkat provinsi.

Tim Gegana Lakukan Pemeriksaan Langsung

Tim Gegana dari Brimob Polda Jawa Timur datang ke lokasi dan langsung memeriksa objek tersebut. Mereka menggunakan alat khusus untuk mendeteksi kandungan berbahaya.

Tim menganalisis struktur dan material benda. Mereka juga mengevaluasi potensi fungsi serta risiko yang mungkin muncul.

Aparat Antisipasi Risiko Sejak Awal

Polisi memperkirakan objek itu dapat menimbulkan bahaya jika masih aktif. Karena itu, aparat membatasi akses warga dan menjaga perimeter lokasi.

Langkah ini melindungi masyarakat sekaligus memberi ruang bagi tim ahli untuk bekerja tanpa gangguan.

Polisi Imbau Warga Tetap Waspada

Polisi meminta warga tidak menyentuh atau memindahkan benda mirip torpedo Sumenep. Aparat juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan lain.

Warga berperan penting dalam menjaga keamanan lingkungan pesisir.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: detik.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penerapan parkir non-tunai untuk mengatasi darurat parkir DKI

    Parkir DKI Dinilai Masuk Tahap Darurat, DPRD Soroti Kebocoran PAD dan Parkir Liar

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Persoalan parkir di Jakarta kini menjadi sorotan serius. Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menilai tata kelola parkir di ibu kota sudah memasuki tahap darurat karena lemahnya pengawasan dan maraknya parkir liar. Kenneth menegaskan masalah parkir tidak lagi sekadar persoalan teknis di lapangan. Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan langsung dengan kebocoran Pendapatan […]

  • Aktivitas tambang Pulau Senja di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara

    Green Institute Sultra Laporkan Dugaan Tambang Galian C Ilegal di Pulau Senja dan Tanjung Kartika ke Mabes Polri

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis (29/1/2025) — Green Institute Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan dugaan aktivitas tambang batu gamping di Pulau Senja dan Tanjung Kartika ke Mabes Polri. Lokasi tersebut berada di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Organisasi ini menilai aktivitas tambang berpotensi melanggar hukum. Mereka juga melihat ancaman serius terhadap lingkungan pesisir dan pulau kecil. […]

  • uji materi KUHAP 2025 di Mahkamah Konstitusi Jakarta

    KUHAP Baru Digugat ke MK, Mahasiswa Soroti Batas Kewenangan Polisi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — Uji materi KUHAP 2025 kembali menjadi perhatian publik setelah mahasiswa Fakultas Hukum dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjadjaran mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi pada Senin (2/2/2026). Langkah ini menunjukkan meningkatnya perhatian kalangan akademik terhadap perubahan hukum acara pidana di Indonesia. Selain itu, mahasiswa menilai […]

  • kasus korupsi cirauci pada proyek jembatan di Bombana Sulawesi Tenggara

    FAMHI Sultra Pertanyakan Ketegasan Kejati Sultra Tangani Dugaan Korupsi Bupati Bombana

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.Com || Kasus Korupsi Cirauci kembali menjadi sorotan publik setelah FAMHI Sultra mempertanyakan penanganan perkara yang dinilai belum jelas. Kasus ini berkaitan dengan pembangunan Jembatan Cirauci II di Bombana, Sulawesi Tenggara. Nama Bupati Bombana berinisial BRHD ikut terseret dalam perkara tersebut. Namun, hingga kini proses hukum belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi ini memicu pertanyaan […]

  • Ilustrasi penyidikan KPK dalam kasus korupsi Bea Cukai Kementerian Keuangan terkait dugaan hambatan penyidikan.

    KPK: Ungkap Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bea Cukai

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan upaya menghambat penyidikan kasus suap impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik memperoleh informasi itu setelah menggeledah rumah pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black di Semarang, Jawa Tengah. Selain menyita dokumen, penyidik juga mengamankan barang bukti elektronik. […]

  • Aksi mahasiswa soroti dugaan pelanggaran PT Paramita Persada Tama di ESDM

    Mahasiswa Demo di ESDM, Soroti Dugaan Tambang di Luar WIUP PT Paramita di Konawe Utara

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 141
    • 0Komentar

    JAKARTA, Nalarpubliknews.com – GPM Sultra Jakarta kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) pada Kamis, 2 April 2026. Mereka menyuarakan protes terhadap dugaan pelanggaran tambang di Kabupaten Konawe Utara. Selain itu, aksi ini menegaskan konsistensi sikap mereka dalam mengawal isu pertambangan di Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, redaksi juga mengulas […]

expand_less