Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Aldi Pradana: Kasus Jampidsus Harus Menjadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik terhadap Penegakan Hukum

Aldi Pradana: Kasus Jampidsus Harus Menjadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik terhadap Penegakan Hukum

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com — Direktur Eksekutif Indonesia Public Policy (IPP), Aldi Pradana, menilai perkembangan kasus yang menyeret Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) harus disikapi secara serius dan objektif oleh seluruh pihak. Menurutnya, perkara tersebut bukan hanya menyangkut individu, tetapi juga menyangkut kredibilitas lembaga penegak hukum di mata masyarakat.

Aldi mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir publik memberikan apresiasi terhadap langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengungkap berbagai kasus korupsi. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali menegaskan pentingnya pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari praktik korupsi.

“Semangat pemberantasan korupsi yang saat ini ditunjukkan pemerintah harus dijaga bersama. Justru ketika dugaan pelanggaran hukum menyentuh kalangan penegak hukum sendiri, negara harus mampu menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan di hadapan hukum benar-benar dijalankan tanpa pengecualian,” ujar Aldi.

Menurutnya, masyarakat saat ini menaruh perhatian besar terhadap proses penanganan kasus tersebut. Karena itu, seluruh tahapan hukum harus dilakukan secara terbuka, profesional, dan berdasarkan fakta hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya melihat hasil akhir sebuah perkara, tetapi juga menilai bagaimana proses hukum dijalankan. Transparansi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Jangan sampai muncul ruang spekulasi yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Setiap langkah yang diambil harus dapat dijelaskan secara terang sehingga publik memahami bahwa proses yang berjalan benar-benar berlandaskan hukum,” katanya.

Aldi juga menyoroti pentingnya peran DPR RI, khususnya Komisi III, dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap lembaga penegak hukum. Menurutnya, pengawasan parlemen diperlukan untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan.

“Komisi III memiliki fungsi pengawasan yang melekat secara konstitusional. Dalam kasus yang menjadi perhatian publik seperti ini, DPR perlu memastikan bahwa seluruh proses berlangsung secara akuntabel, profesional, dan terbuka. Pengawasan bukan berarti mencampuri proses hukum, tetapi memastikan mekanisme hukum berjalan sebagaimana mestinya,” jelas Aldi.

Lebih lanjut, ia menilai pengawasan DPR menjadi penting mengingat berkembangnya berbagai persepsi di tengah masyarakat mengenai hubungan antar-lembaga penegak hukum dalam penanganan perkara tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut perlu direspons secara bijak agar tidak menimbulkan ketidakpastian dan kegaduhan yang berlebihan.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian hukum dan keterbukaan informasi. Semua pihak harus fokus pada pembuktian hukum, bukan pada narasi yang dapat memperkeruh suasana. Negara harus hadir untuk memastikan proses berjalan secara independen dan objektif,” ujarnya.

Aldi berharap kasus tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang ditangani, tetapi juga dari kemampuan institusi negara menjaga integritas dan kepercayaan publik.

“Kasus ini harus menjadi pembuktian bahwa agenda pemberantasan korupsi berjalan secara konsisten. Siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum, dan siapa pun yang tidak terbukti harus mendapatkan perlindungan hak-haknya sebagai warga negara. Dengan cara itulah kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dapat terus diperkuat,” tutup Aldi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solidaritas Palestina di Barcelona dalam perayaan juara Liga Spanyol di Plaça de Catalunya

    Bendera Palestina Berkibar di Tengah Perayaan Gelar Liga Spanyol di Barcelona

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 151
    • 0Komentar

    BARCELONA, nalarpubliknews.com – Solidaritas Palestina di Barcelona kembali menarik perhatian publik internasional. Ribuan pendukung memadati Plaça de Catalunya untuk merayakan keberhasilan klub kebanggaan mereka menjuarai Liga Spanyol. Di tengah suasana meriah tersebut, sejumlah warga mengibarkan bendera Palestina di antara kerumunan massa. Momen itu langsung menyebar luas di media sosial. Banyak pengguna internet membagikan foto dan […]

  • dampak pelecehan seksual digital terhadap korban

    Opini: Kasus Grup WhatsApp Mahasiswa UI dan Krisis Etika Digital

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 93
    • 1Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) — Kasus dugaan pelecehan seksual dalam grup WhatsApp mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia menegaskan satu hal penting: krisis etika di ruang digital bukan lagi isu pinggiran. Kini, masalah ini telah menjadi persoalan nyata yang mengakar, bahkan di lingkungan terdidik. Peristiwa ini tidak bisa dianggap sekadar candaan atau kesalahan individu. Sebaliknya, percakapan yang mengandung […]

  • WN Swedia tewas di jurang Ubud Bali saat proses evakuasi oleh tim SAR di Desa Petulu Gianyar.

    WN Swedia Tewas di Jurang Ubud Bali, Diduga Meninggal 3 Hari

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 47
    • 3Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – WN Swedia tewas di jurang Ubud Bali setelah terjatuh di Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Dalam kasus WN Swedia tewas di jurang Ubud Bali ini, warga melaporkan dugaan orang jatuh ke jurang, lalu tim gabungan langsung menyisir lokasi hingga menemukan korban. Korban bernama Kenneth Juan Fujita (60). Tim […]

  • KPK temukan dokumen sakti, indikasi aliran dana dan keterlibatan pengusaha mulai terungkap.

    KPK Temukan Dokumen Sakti, Nama Pengusaha Terkuak

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – KPK temukan dokumen sakti dalam penyelidikan kasus korupsi yang kini menarik perhatian publik. Temuan ini membuka indikasi kuat aliran dana mencurigakan dan keterlibatan sejumlah pihak. (16/04/2026). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan “dokumen sakti” dalam penyelidikan kasus korupsi terbaru. Dokumen ini memuat catatan aliran dana dan hubungan antar pihak yang sebelumnya belum terlihat. […]

  • GMH SULTRA-JAKARTA Desak Audit Investigatif dan Pengawasan Ketat Dugaan Penyimpangan Anggaran Dinas PRKPP Sultra

    GMH SULTRA-JAKARTA Desak Audit Investigatif dan Pengawasan Ketat Dugaan Penyimpangan Anggaran Dinas PRKPP Sultra

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Ketua Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sultra-Jakarta, Abdi Aditya, mendesak sejumlah lembaga negara untuk mengambil langkah tegas dalam mengawal proses penegakan hukum terkait dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2024–2025. Dalam keterangannya kepada media, Abdi Aditya menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah […]

  • Atletico Madrid vs Arsenal 1-1 di Semifinal Liga Champions

    Atletico Madrid vs Arsenal 1-1 di Semifinal Liga Champions

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 57
    • 4Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Laga Atletico Madrid vs Arsenal 1-1 menjadi sorotan pada leg pertama semifinal Liga Champions UEFA. Pertandingan di Estadio Metropolitano, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, berakhir tanpa pemenang setelah kedua tim saling membalas gol melalui titik penalti. Arsenal unggul lebih dulu lewat Viktor Gyokeres, sebelum Julian Alvarez menyamakan kedudukan untuk Atletico Madrid. Hasil Atletico […]

expand_less