JNMM Tanggapi Tuduhan Yang Menyeret Nama Ketua Kadin Sultra: “Tuduhan Tidak Berdasar dan Menyesatkan”.
- account_circle Brian putra
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- visibility 256
- comment 0 komentar
- print Cetak

Eksekutif Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka, Arin Fahrul Sanjaya, S.i.kom
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Nalarpubliknews.com – Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JNMM) menyesalkan tuduhan sejumlah oknum mahasiswa terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang. Sejumlah mahasiswa menuding Anton terlibat dalam dugaan kejahatan pertambangan di Kabupaten Konawe Utara.
Selain itu, para mahasiswa menyampaikan tuduhan tersebut melalui aksi demonstrasi di Kejaksaan Agung. Namun demikian, JNMM menilai para demonstran tidak menyertakan bukti yang kuat. Oleh karena itu, organisasi ini khawatir tudingan tersebut justru menyesatkan opini publik.
Tidak Ada Proses Hukum yang Berjalan
Direktur Eksekutif JNMM, Arin Fahrul Sanjaya, menegaskan bahwa aparat penegak hukum belum memeriksa Anton Timbang terkait tuduhan tersebut.
Menurutnya, jika tuduhan itu benar, aparat tentu sudah memulai proses hukum. Akan tetapi, hingga saat ini aparat belum mengambil langkah pemeriksaan apa pun. Dengan demikian, Arin menilai tuduhan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
Selain itu, ia juga mengingatkan mahasiswa agar mengedepankan data dan fakta saat menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Peran Penting Pelaku Usaha Lokal
Di sisi lain, Arin menjelaskan bahwa Anton Timbang merupakan putra daerah Sulawesi Tenggara yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) secara sah. Ia juga menilai Anton memiliki rekam jejak yang jelas dalam dunia usaha.
Lebih lanjut, JNMM menilai pelaku usaha lokal seperti Anton berperan penting dalam membuka lapangan pekerjaan. Bahkan, kehadiran mereka juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menarik investasi baru.
Dengan kata lain, kontribusi pelaku usaha lokal tidak hanya berdampak pada dunia bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.
Dampak terhadap Iklim Investasi
Namun demikian, JNMM menilai tuduhan tanpa dasar dapat merugikan banyak pihak. Tidak hanya mencoreng nama baik individu, tudingan seperti ini juga berpotensi mengganggu iklim investasi.
Akibatnya, kepercayaan investor terhadap stabilitas dunia usaha bisa menurun. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka pembangunan ekonomi daerah dapat terhambat.
Oleh sebab itu, JNMM mengingatkan semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi ke publik.
Imbauan untuk Mahasiswa
Pada akhirnya, JNMM mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap kritis, tetapi juga objektif dan bertanggung jawab. Mereka menekankan pentingnya menyampaikan kritik secara konstruktif.
Selain itu, mahasiswa harus menyampaikan aspirasi berdasarkan data dan fakta, bukan asumsi. Dengan demikian, peran mahasiswa sebagai agen perubahan dapat berjalan secara optimal.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Oleh karena itu, mereka harus menyampaikan kritik secara konstruktif dan berlandaskan kebenaran,” tegas Arin.
- Penulis: Brian putra
- Editor: Muh. Nur Alim

Saat ini belum ada komentar