JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk bergabung dalam proyek sistem pertahanan rudal Golden Dome milik Amerika Serikat. Pemerintah akan membahas rencana ini dalam pertemuan bilateral di Washington pada 19 Maret.
Media Jepang Japan News melaporkan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi ingin menyampaikan langsung rencana tersebut kepada Presiden Donald Trump.
Jepang mengambil langkah ini untuk memperkuat sistem keamanan nasional. Pemerintah juga merespons perkembangan teknologi militer global, termasuk ancaman senjata hipersonik.
Mengenal Sistem Pertahanan Golden Dome
Golden Dome merupakan sistem pertahanan rudal berlapis yang dikembangkan oleh Amerika Serikat. Sistem ini mampu mendeteksi, melacak, dan mencegat rudal modern.
Presiden Donald Trump mempromosikan proyek ini sejak awal. Pemerintah AS menargetkan peluncuran pada Januari 2029.
Sistem ini menggunakan beberapa teknologi utama:
- Rudal pencegat berkecepatan tinggi di atas Mach 5
- Teknologi Hypersonic Glide Vehicle (HGV)
- Drone untuk pemantauan dan intersepsi
Jika Jepang bergabung, negara tersebut bisa memanfaatkan teknologi ini untuk memperkuat pertahanan udaranya.
Kerja Sama Pengembangan Rudal Hipersonik
Jepang dan Amerika Serikat juga mengembangkan rudal pencegat generasi baru. Kedua negara menargetkan sistem ini mampu menghadapi ancaman hipersonik.
Teknologi hipersonik memiliki kecepatan sangat tinggi. Sistem ini juga dapat bermanuver dan sulit diprediksi. Karena itu, sistem pertahanan konvensional sering kesulitan menghadapi ancaman ini.
Para pengembang menargetkan intersepsi pada fase luncur. Fase ini menjadi peluang terbaik untuk menghentikan rudal sebelum mencapai target.
Kedua negara menargetkan proyek ini selesai pada 2030.
Jepang Perkuat Sistem Satelit
Jepang juga mengembangkan jaringan satelit kecil. Pemerintah ingin meningkatkan kemampuan pemantauan wilayah.
Program ini membantu Jepang:
- Memantau aktivitas militer di kawasan
- Mendeteksi peluncuran rudal lebih cepat
- Memperkuat sistem peringatan dini
Pemerintah menargetkan sistem ini beroperasi penuh pada Maret 2028. Jepang akan meluncurkan satelit pertama pada April tahun ini.
Pertemuan Strategis Jepang–AS
Pertemuan antara Sanae Takaichi dan Donald Trump menjadi momen penting bagi kedua negara.
Kunjungan ini merupakan lawatan resmi pertama Takaichi ke Amerika Serikat sejak menjabat sebagai perdana menteri.
Kedua pemimpin akan membahas:
- Stabilitas Indo-Pasifik
- Kerja sama militer
- Ancaman keamanan regional
Aliansi Jepang–AS selama ini menjaga stabilitas kawasan. Rencana Golden Dome akan memperkuat koordinasi pertahanan kedua negara.
Arah Baru Strategi Jepang
Jepang terus memperbarui strategi pertahanannya. Pemerintah meningkatkan anggaran militer dan memperluas kerja sama dengan negara sekutu.
Pemerintah juga memprioritaskan:
- Sistem pertahanan udara
- Sistem peringatan dini
- Teknologi pertahanan modern
Keterlibatan dalam Golden Dome akan memperkuat posisi Jepang di kawasan Indo-Pasifik. Jepang juga bisa meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman global.


Saat ini belum ada komentar