Menkeu Tegaskan Posisi Utang Indonesia Masih Aman dan Terkendali
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 199
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi AI_NPN
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Utang pemerintah Indonesia tetap aman hingga akhir 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah menjaga rasio utang tetap terkendali.
Pemerintah mencatat total utang sebesar Rp 9.637,90 triliun per 31 Desember 2025. Nilai ini setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih berada dalam batas aman.
Pemerintah juga menjaga disiplin fiskal secara konsisten. Mereka menahan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap PDB. Selain itu, pemerintah tetap memanfaatkan ruang fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Rasio utang Indonesia masih aman menurut standar internasional,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Perbandingan Rasio Utang di Kawasan
Purbaya membandingkan rasio utang Indonesia dengan negara lain di Asia Tenggara.
Malaysia mencatat rasio sekitar 64 persen terhadap PDB. Thailand berada di kisaran 63,5 persen. Sementara itu, Singapura mencapai sekitar 165–170 persen terhadap PDB.
Data tersebut menunjukkan rasio utang Indonesia relatif lebih rendah.
Pemerintah mencatat defisit APBN 2025 sebesar Rp 695,1 triliun. Nilai ini setara 2,92 persen terhadap PDB.
Pemerintah menjalankan ekspansi fiskal secara terukur. Mereka menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kehati-hatian fiskal.
Utang Luar Negeri Naik Moderat
Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai 431,7 miliar dolar AS pada kuartal IV 2025. Sebelumnya, posisi ULN tercatat 427,6 miliar dolar AS pada kuartal III 2025.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa ULN pemerintah naik menjadi 214,3 miliar dolar AS. Pada kuartal sebelumnya, angkanya berada di 210,1 miliar dolar AS.
Ia menyebut aliran modal asing mendorong kenaikan tersebut. Investor tetap menunjukkan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia.
Struktur Utang Tetap Sehat
Pemerintah menggunakan utang luar negeri untuk sektor prioritas. Sektor tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, administrasi, konstruksi, dan transportasi.
Sebagian besar ULN pemerintah berbentuk utang jangka panjang. Porsinya mencapai 99,99 persen. Kondisi ini menunjukkan pengelolaan utang yang hati-hati.
Di sisi lain, ULN swasta turun menjadi 192,8 miliar dolar AS. Sebelumnya, nilainya mencapai 194,5 miliar dolar AS. Penurunan terjadi pada perusahaan nonlembaga keuangan.
Koordinasi Kebijakan Terus Diperkuat
Pemerintah dan Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi. Mereka memantau dan mengelola utang luar negeri secara berkala.
Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi. Selain itu, pemerintah ingin memastikan pembiayaan pembangunan tetap berkelanjutan.
