Kementan Genjot Tanam Padi Serentak di 25 Provinsi, Targetkan Lonjakan Produksi Nasional
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- visibility 79
- comment 3 komentar
- print Cetak

Foto: Kementerian Pertanian mengakselerasi tanam serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi sebagai langkah cepat menjaga produksi pangan nasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, nalarpublinews.com – Tanam padi serentak menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga produksi beras nasional di tengah ancaman musim kemarau. Kementerian Pertanian menjalankan program ini di 25 provinsi dengan total luas mencapai sekitar 50 ribu hektare.
Program tanam padi serentak mencakup berbagai jenis lahan, mulai dari optimalisasi lahan (oplah), cetak sawah rakyat, hingga pemulihan lahan terdampak bencana. Pemerintah menargetkan percepatan tanam agar petani dapat memanfaatkan sisa air hujan secara maksimal sebelum memasuki puncak musim kemarau.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah terus mendorong percepatan tanam di seluruh wilayah. Ia meminta pemerintah daerah, penyuluh, dan petani bergerak cepat menyiapkan lahan dan segera melakukan penanaman.
Menurutnya, tanam padi serentak tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor beras.
Optimalisasi Lahan dan Perluasan Areal Tanam
Pemerintah terus memperluas areal tanam melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan yang sudah ada. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah juga fokus pada pemanfaatan lahan rawa yang masih memiliki potensi besar. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan tersebut dapat menjadi sumber produksi baru saat lahan tadah hujan mengalami kekeringan.
Pemanfaatan Teknologi Pertanian
Dalam mendukung tanam padi serentak, petani mulai memanfaatkan berbagai teknologi modern. Penggunaan alat dan mesin pertanian membantu mempercepat proses tanam sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
Teknologi seperti rice transplanter mempermudah penanaman dalam skala luas, sementara drone pertanian membantu pemantauan dan penyemprotan. Dengan teknologi ini, petani dapat bekerja lebih cepat dan hasil tanam menjadi lebih seragam.
Strategi Menghadapi Musim Kemarau
Pemerintah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan keberhasilan tanam padi serentak. Salah satu langkah utama adalah mempercepat masa tanam di akhir musim hujan agar tanaman mendapatkan cukup air pada fase awal pertumbuhan.
Selain itu, pemerintah meningkatkan pompanisasi untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian. Pemerintah juga membangun dan memperbaiki infrastruktur air seperti embung, irigasi, dan sumur bor.
Penggunaan benih tahan kekeringan juga menjadi fokus penting. Benih ini mampu bertahan dalam kondisi air terbatas sehingga tetap menghasilkan panen yang optimal.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan tanam padi serentak sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani harus bekerja sama secara aktif di lapangan.
Penyuluh berperan penting dalam memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari persiapan lahan hingga masa panen. Sementara itu, pemerintah daerah memastikan dukungan infrastruktur dan distribusi sarana produksi berjalan lancar.
Dengan sinergi yang kuat, program tanam padi serentak diyakini mampu meningkatkan produksi beras nasional secara signifikan. Program ini juga memperkuat ketahanan pangan dan membantu Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

https://shorturl.fm/WSU8F
4 Mei 2026 2:39 amhttps://shorturl.fm/Ty0Gw
3 Mei 2026 3:40 amhttps://shorturl.fm/g0Eov
3 Mei 2026 3:34 am