Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » BI Pangkas Suku Bunga Agresif, Kredit Perbankan Masih Turun Tipis

BI Pangkas Suku Bunga Agresif, Kredit Perbankan Masih Turun Tipis

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) | Bank Indonesia belum sepenuhnya mendorong penurunan suku bunga kredit perbankan meski telah menurunkan suku bunga acuan secara signifikan. Hingga kini, bank baru menurunkan bunga kredit secara terbatas.

Gubernur Perry Warjiyo menegaskan bahwa sejak 2025 Bank Indonesia menempuh kebijakan moneter longgar dengan memangkas BI-Rate sebesar 125 basis poin. Selain itu, Bank Indonesia juga menambah likuiditas di pasar keuangan untuk mempercepat transmisi kebijakan.

Kebijakan ini bertujuan mendorong aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Bank Indonesia juga berharap langkah tersebut menekan biaya dana di sektor keuangan secara menyeluruh.

Pasar Keuangan Merespons Cepat

Pasar keuangan merespons kebijakan ini dengan cepat. Suku bunga pasar uang antarbank (INDONIA) turun hingga sekitar 4,16 persen pada Maret 2026.

Suku bunga instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga turun di berbagai tenor. Penurunan ini menunjukkan pasar keuangan merespons kebijakan moneter secara efektif.

Selain itu, investor menurunkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) pada tenor jangka pendek dan panjang. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi dan arah kebijakan moneter.

Transmisi ke Perbankan Masih Tertahan

Meski pasar merespons cepat, sektor perbankan bergerak lebih lambat. Bank memang sudah menurunkan bunga deposito, tetapi belum sepenuhnya mengikuti pelonggaran dari bank sentral.

Perbankan masih menawarkan suku bunga khusus (special rate) kepada nasabah besar sehingga biaya dana belum turun merata. Selain itu, banyak bank masih bergantung pada dana mahal dalam struktur pendanaan mereka.

Kondisi ini menghambat percepatan penurunan bunga secara keseluruhan.

Penurunan Bunga Kredit Terbatas

Perbankan hanya menurunkan bunga kredit secara terbatas. Hingga Februari 2026, bunga kredit berada di level 8,80 persen atau turun sekitar 40 basis poin dibandingkan awal 2025.

Bank masih berhati-hati dalam menyalurkan kredit karena mempertimbangkan risiko global dan domestik. Sikap ini membuat dunia usaha tetap menghadapi biaya pinjaman yang relatif tinggi.

Dorongan Sinergi Kebijakan

Bank Indonesia menilai sektor perbankan perlu mempercepat penurunan bunga kredit. Sinergi antara kebijakan moneter dan strategi perbankan akan menentukan keberhasilan transmisi kebijakan.

Bunga kredit yang lebih rendah dapat meningkatkan permintaan kredit dari dunia usaha dan rumah tangga. Kondisi ini akan mendorong investasi dan konsumsi.

Tantangan Global dan Prospek

Perbankan masih menghadapi tantangan global, termasuk arah suku bunga negara maju dan ketegangan geopolitik. Faktor ini memengaruhi kebijakan bunga kredit.

Selain itu, pergerakan nilai tukar dan arus modal asing juga mendorong bank bersikap lebih konservatif untuk menjaga kualitas aset.

Namun, peluang tetap terbuka. Jika stabilitas makroekonomi terjaga dan likuiditas tetap longgar, perbankan masih memiliki ruang untuk menurunkan bunga kredit.

Penurunan bunga kredit dapat mempercepat penyaluran kredit, terutama ke sektor produktif seperti UMKM dan industri manufaktur.

Bank Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga pertumbuhan ekonomi melalui pelonggaran moneter. Namun, efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada respons perbankan.

Perbankan perlu menyeimbangkan kehati-hatian dengan ekspansi kredit. Dunia usaha dan masyarakat membutuhkan bunga kredit yang lebih rendah agar ekonomi bergerak lebih dinamis.

Jika perbankan mempercepat transmisi kebijakan, maka pelonggaran moneter akan terasa langsung di sektor riil dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Top Women Fest 2026 yang memperlihatkan kolaborasi perempuan lintas sektor dalam membahas peluang, tantangan, dan solusi untuk memperkuat ekonomi nasional Indonesia

    Top Women Fest 2026 Dorong Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 163
    • 5Komentar

    Jakarta, nalarpublik.com || Top Women Fest 2026 menjadi ajang kolaborasi perempuan Indonesia untuk memperkuat peran dalam pembangunan ekonomi nasional. CNBC Indonesia akan menggelar acara ini pada Sabtu, 25 April 2026 di Area Relief Sarinah. Momentum ini tidak lepas dari semangat Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan kesetaraan perempuan. Kini, perempuan Indonesia terus menunjukkan kiprah nyata di […]

  • Indonesia berhasil bangkit dari kekalahan di awal pertandingan untuk mengalahkan Thailand dengan skor 3-2.

    Thomas Cup 2026: Indonesia Kalahkan Thailand 3-2

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com –  Thomas Cup 2026, Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dalam laga kedua Grup D Thomas Cup 2026, dengan comeback dramatis setelah sempat tertinggal dua kali, akhirnya menang 3-2. Laga Pertama: Jonatan Christie vs Kunlavut Vitidsarn Laga dimulai dengan pertandingan tunggal pertama antara Jonatan Christie dan Kunlavut Vitidsarn. Jonatan kalah di gim pertama 16-21, namun […]

  • Rencana Alih Kelola 28 Perusahaan ke BUMN Tekan Pergerakan IHSG

    Rencana Alih Kelola 28 Perusahaan ke BUMN Tekan Pergerakan IHSG

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com — Rencana pengalihan pengelolaan 28 perusahaan ke badan usaha milik negara (BUMN) menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG naik tipis 0,05% atau 4,90 poin ke level 8.980,23. Sepanjang sesi, indeks bergerak di zona merah. IHSG bahkan sempat turun ke level 8.873,48. Nilai transaksi mencapai Rp27,48 triliun. […]

  • kegiatan ekspor terkait bea keluar batu bara Indonesia

    Pemerintah Siapkan Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 April 2026, Industri Mulai Bereaksi

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Pemerintah akan menerapkan bea keluar (BK) batu bara mulai 1 April 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan penerimaan negara saat harga batu bara global masih tinggi sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya alam. Jakarta, (Nalarpubliknews.com) | Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan tim lintas kementerian segera merampungkan pembahasan kebijakan. Dalam waktu dekat, tim koordinasi akan menggelar […]

  • Irjal Ridwan memberikan keterangan terkait kasus ijazah palsu DPRD Konawe

    Penghentian Penyelidikan Laporan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD konawe, Pelapor: Ada Kongkalikong Penyidik dan Oknum Anggota DPRD

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    KENDARI – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara menghentikan penyelidikan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Konawe dari Fraksi PKB. Sebelumnya, Irjal Ridwan melaporkan kasus tersebut pada 11 September 2025. Keputusan itu memicu sorotan dari Irjal yang juga menjabat sebagai Ketua JKSM. Menurutnya, langkah penyidik menghentikan penyelidikan menimbulkan banyak pertanyaan. […]

  • Ampuh Sultra Resmi Laporkan PT. TRK ke Ditjen Binwasnaker atas Dugaan Pelanggaran K3 Hingga Sebabkan Kematian

    Ampuh Sultra Resmi Laporkan PT. TRK ke Ditjen Binwasnaker atas Dugaan Pelanggaran K3 Hingga Sebabkan Kematian

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melaporkan PT. Tambang Rejeki Kolaka (TRK) di Direktorat Jendral (Ditjen) Pembinaan dan Pengawasan Ketenaga Kerjaan (Binwasnaker) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) pada Kamis, 18/12. Laporan tersebut memuat dugaan pelanggaran Ketenagakerjaan dan K3 oleh PT. Tambang Rejeki Kolaka (TRK) sebanyak 3 kali dalam delapan bulan terakhir. Hal itu […]

expand_less