Penipuan Modus Lowongan Kerja di Cakung, Perempuan 19 Tahun Rugi Rp7 Juta
- account_circle Rahmadani
- calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
- visibility 63
- comment 3 komentar
- print Cetak

Foto : Ilustrasi_ penipuan berkedok lowongan kerja, saat pelaku memanfaatkan kepercayaan korban untuk mengambil barang berharga.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, nalarpubliknews.com – Kasus penipuan lowongan kerja Cakung kembali terjadi dan merugikan pencari kerja. Seorang perempuan muda mengalami kerugian hingga Rp7 juta setelah mengikuti tawaran pekerjaan yang ia temukan melalui media sosial.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Korban berinisial EN (19), warga asal Pemalang, awalnya mencari pekerjaan melalui Facebook karena ingin segera mendapatkan penghasilan.
Ia kemudian menemukan iklan lowongan kerja bertajuk “Beres-beres Toko di Jakarta Barat.” Iklan tersebut terlihat meyakinkan karena menggunakan bahasa yang umum dipakai dalam rekrutmen dan menawarkan pekerjaan yang terkesan mudah.
Korban lalu menghubungi akun yang mengaku bernama Eliyanti. Pelaku merespons dengan cepat dan mengarahkan korban untuk datang ke lokasi di Penggilingan. Untuk menambah kepercayaan, pelaku bahkan memesan transportasi online yang menjemput korban dari kawasan Cibubur.
Setelah tiba di lokasi, korban bertemu langsung dengan pelaku. Dalam situasi tersebut, korban merasa aman dan percaya. Ia kemudian menitipkan koper serta tas berisi barang berharga seperti ponsel, KTP, dan akses ke tabungan.
Pelaku lalu menyuruh korban menuju alamat lain di kawasan Pulomas menggunakan ojek online. Namun, saat korban tiba, ia menemukan lokasi tersebut kosong dan tidak sesuai dengan informasi yang diberikan sebelumnya.
Korban mulai menyadari adanya kejanggalan dan segera kembali ke lokasi awal. Sayangnya, pelaku sudah menghilang dan membawa seluruh barang milik korban.
Kronologi penipuan lowongan kerja Cakung
Rekaman CCTV di sekitar lokasi memperlihatkan pelaku datang seorang diri dan mendekati korban. Pelaku mengajak korban berbincang santai untuk membangun kepercayaan sebelum menjalankan aksinya.
Pelaku menjalankan modus secara terstruktur. Ia mengatur komunikasi, menentukan lokasi pertemuan, hingga mengalihkan korban ke tempat lain agar bisa mengambil barang tanpa gangguan. Cara ini membuat korban tidak langsung menyadari penipuan yang terjadi.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit ponsel, dokumen penting, dan uang tabungan sekitar Rp7 juta. Polisi kini menangani kasus penipuan lowongan kerja Cakung setelah korban melaporkan kejadian ini secara resmi.
Mengapa penipuan lowongan kerja masih sering terjadi
Kasus seperti penipuan lowongan kerja Cakung masih sering terjadi karena pelaku memanfaatkan kebutuhan masyarakat akan pekerjaan. Banyak pencari kerja yang tergesa-gesa menerima tawaran tanpa melakukan verifikasi mendalam.
Selain itu, media sosial memudahkan pelaku menyebarkan informasi palsu dengan cepat. Pelaku juga sering menggunakan identitas palsu dan komunikasi yang terlihat profesional untuk meyakinkan korban.
Kurangnya literasi digital dan minimnya pengecekan latar belakang perusahaan juga menjadi faktor yang membuat korban lebih mudah tertipu.
- Penulis: Rahmadani
- Editor: Nur Wayda

https://shorturl.fm/iT6kS
25 April 2026 3:46 pmhttps://shorturl.fm/Fv1GH
25 April 2026 7:16 amhttps://shorturl.fm/nIQHn
25 April 2026 7:09 am