Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Nadiem klaim pengadaan Chromebook hemat uang negara Rp3,9 triliun

Nadiem klaim pengadaan Chromebook hemat uang negara Rp3,9 triliun

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Nalarpubliknews.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyatakan program pengadaan Chromebook menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp3,9 triliun. Pernyataan itu ia sampaikan saat menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut Nadiem, penggunaan sistem operasi Chrome yang tidak memerlukan biaya lisensi menjadi faktor utama penghematan tersebut. Ia menilai kebijakan itu justru menekan biaya pengadaan perangkat pendidikan di sekolah.

Klaim Penghematan Miliaran Rupiah per Sekolah

Nadiem menjelaskan tim pengadaan pernah mempresentasikan dua opsi pengadaan laptop. Opsi pertama menggunakan sistem operasi Windows secara penuh dengan biaya sekitar Rp148 juta per sekolah.

Sementara itu, opsi kedua menggabungkan sistem operasi Chrome dan Windows dengan nilai sekitar Rp98 juta per sekolah. Selisih biaya tersebut menjadi dasar perhitungan penghematan yang mencapai triliunan rupiah.

Ia menegaskan bahwa penggunaan Chrome membantu pemerintah mengurangi beban anggaran karena sistem operasi tersebut tersedia tanpa biaya lisensi tambahan.

Nadiem Bantah Menentukan Penggunaan Chromebook

Dalam persidangan, Nadiem menegaskan dirinya tidak mengambil keputusan teknis terkait pengadaan Chromebook. Ia mengaku tidak pernah menandatangani dokumen yang berkaitan langsung dengan pengadaan tersebut.

Menurut dia, tim teknis memiliki kewenangan penuh untuk menentukan spesifikasi dan kebutuhan perangkat. Ia hanya menerima paparan dari tim dalam sebuah rapat daring pada 6 Mei 2020.

Nadiem juga menyebut rekomendasi awal yang diterimanya mengusulkan kombinasi sistem operasi Windows dan Chrome. Tim teknis kemudian mengubah rekomendasi itu menjadi penggunaan Chrome secara penuh.

Soroti Dugaan Kerugian Negara

Nadiem mempertanyakan tuduhan yang menyebut kebijakan tersebut merugikan negara. Ia menilai penggunaan sistem operasi gratis tidak mungkin menyebabkan harga laptop menjadi lebih mahal.

Menurutnya, jika terdapat dugaan mark up harga perangkat, persoalan itu tidak berkaitan dengan pemilihan sistem operasi Chrome. Sebaliknya, penggunaan Chrome justru menurunkan biaya pengadaan.

Ia juga menilai tidak ada hubungan langsung antara kebijakan penggunaan Chrome dengan dugaan kerugian negara yang tercantum dalam dakwaan.

Jaksa mendakwa Nadiem dalam kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada periode 2019–2022.

Dalam perkara tersebut, jaksa menuntut Nadiem dengan pidana penjara 18 tahun. Jaksa juga menuntut denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan serta uang pengganti Rp5,67 triliun.

Jaksa menyebut negara mengalami kerugian sebesar Rp2,18 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Rp1,56 triliun terkait program digitalisasi pendidikan dan sekitar Rp621,39 miliar dari pengadaan CDM yang dinilai tidak diperlukan.

Sejumlah Nama Turut Terseret

Perkara ini juga melibatkan Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Jurist Tan. Hingga kini, Jurist Tan masih berstatus buron.

Jaksa menduga Nadiem menerima aliran dana sebesar Rp809,59 miliar dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia. Dugaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses persidangan yang masih berlangsung.

Atas dakwaan itu, Nadiem terancam jerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • demo minerba PT PPT di depan kantor Dirjen Minerba Jakarta oleh aktivis Sultra

    Demo Jilid II di Jakarta, Aktivis Sultra Desak Pemerintah Tinjau dan Evaluasi Izin PT PPT di Konawe Utara

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 41
    • 5Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com || Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Sulawesi Tenggara menggelar aksi demonstrasi jilid II di depan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Rabu (6/5). Mereka menuntut pemerintah mencabut izin operasional PT Paramita Persada Tama (PPT) yang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dugaan pelanggaran serius oleh […]

  • kasus penyiraman Andri Yunus aktivis KontraS

    Opini: Transparansi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban: Mendesak Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andri Yunus

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Nalarpubliknews.com — Penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus, bukan sekadar tindak kriminal. Peristiwa ini menunjukkan ancaman nyata terhadap kebebasan sipil di Indonesia. Selain itu, kasus ini juga menguji komitmen negara dalam melindungi pembela hak asasi manusia. Selama ini, serangan terhadap aktivis sering muncul ketika kritik dianggap mengganggu kekuasaan. Oleh karena itu, publik perlu melihat kasus […]

  • relaksasi produksi batu bara nikel di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

    Bahlil Siapkan Relaksasi Terukur Batu Bara–Nikel, Produksi Jadi Tak Dipangkas?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 60
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Relaksasi produksi batu bara nikel kini menjadi fokus utama pemerintah. Saat ini, harga komoditas global masih stabil sehingga pemerintah melihat peluang untuk menyesuaikan kebijakan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung menyusun skema relaksasi produksi. Dengan demikian, ia mengatur volume produksi agar tetap sesuai kebutuhan pasar. Fokus Menjaga Keseimbangan Pasar Selanjutnya, Bahlil menjelaskan rencana […]

  • "Manchester City mengalahkan Southampton 2-1 di semifinal Piala FA 2026, lolos ke final".

    Piala FA 2026: Manchester City Menang 2-1, Lolos ke Final

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 26
    • 5Komentar

    London, 25 April 2026 – Manchester City mengalahkan Southampton 2-1 pada semifinal Piala FA 2026 di Wembley. Kemenangan ini membawa City melaju ke final dan menjaga peluang mereka meraih gelar domestik musim ini. Sejak awal pertandingan, Manchester City langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka menguasai bola dan mengatur tempo permainan, sementara Southampton memilih bertahan dan menunggu […]

  • kecelakaan kereta Bekasi di Stasiun Bekasi Timur melibatkan KA Argo Bromo Anggrek, KRL, dan taksi Green SM.

    Kecelakaan Kereta Bekasi: Kemenhub Periksa Green SM

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 14
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kecelakaan kereta Bekasi kembali menarik perhatian publik. Insiden terjadi di Stasiun Bekasi Timur dan menewaskan 15 orang. Selain itu, puluhan korban mengalami luka. Karena itu, Kementerian Perhubungan langsung bergerak. Mereka memanggil manajemen Green SM untuk klarifikasi. (28/04/2026). Selanjutnya, Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, memimpin pemeriksaan. Ia menegaskan tim khusus sudah bekerja. Tim […]

  • Proses hukum kasus OTT PT ST Nickel oleh aparat kepolisian

    Mahasiswa Konawe Nilai OTT Dugaan Pemerasan PT ST Nickel Perlu Didalami, Diduga Ada Unsur Suap dari Pihak Perusahaan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Konawe, (Nalarpubliknews.com) || Aparat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan terhadap PT ST Nickel oleh oknum LSM. Kasus ini langsung memicu perhatian publik, khususnya dari kalangan mahasiswa di Sulawesi Tenggara. Mahasiswa Minta Penanganan Objektif Irjal Ridwan, mahasiswa asal Konawe, meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara menyeluruh. Ia menilai aparat tidak boleh […]

expand_less