Ledakan di Pabrik Hanwha Aerospace Korea Selatan Tewaskan Lima Pekerja, Dua Orang Terluka
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Ilustrasi Korea Selatan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DAEJEON, Nalarpubliknews.com – Ledakan di fasilitas produksi Hanwha Aerospace di Kota Daejeon, Korea Selatan, Senin (1/6), menewaskan lima pekerja dan melukai dua orang lainnya. Insiden tersebut memicu kebakaran di area pabrik dan membuat otoritas setempat segera mengerahkan tim tanggap darurat ke lokasi.
Tim Darurat Kerahkan Ratusan Personel
Otoritas pemadam kebakaran menerima laporan kejadian sekitar pukul 10.59 waktu setempat. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi dan mengerahkan sekitar 100 personel untuk memadamkan api serta mengamankan kawasan pabrik dari risiko ledakan susulan.
Tim pemadam kebakaran bekerja selama beberapa jam untuk mengendalikan situasi. Mereka akhirnya berhasil menghentikan kobaran api dan menuntaskan proses pemadaman sekitar pukul 13.07 waktu setempat.
Lima Pekerja Meninggal, Dua Orang Mengalami Luka
Tim penyelamat melakukan pencarian di area terdampak segera setelah kondisi memungkinkan. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan lima pekerja yang kehilangan nyawa akibat ledakan.
Sementara itu, tenaga medis memberikan perawatan kepada dua korban yang selamat. Salah satu korban mengalami luka bakar serius dan menjalani penanganan intensif, sedangkan korban lainnya mengalami cedera ringan.
Penyelidik menduga ledakan muncul ketika pekerja menjalankan proses pembersihan yang berkaitan dengan material peledak. Namun, aparat belum menetapkan penyebab utama insiden tersebut.
Tim investigasi saat ini memeriksa lokasi kejadian, mengumpulkan bukti, dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Langkah tersebut bertujuan untuk mengungkap kronologi serta faktor yang memicu ledakan.
Hanwha Aerospace dan Riwayat Insiden Sebelumnya
Hanwha Aerospace merupakan perusahaan industri pertahanan yang mengembangkan mesin propulsi berukuran besar dan berbagai sistem persenjataan taktis. Perusahaan tersebut memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi pertahanan Korea Selatan.
Insiden terbaru ini kembali menarik perhatian publik terhadap aspek keselamatan kerja di fasilitas yang menangani material berisiko tinggi. Aktivitas yang melibatkan bahan peledak memerlukan pengawasan ketat serta penerapan prosedur keamanan secara konsisten.
Sebelumnya, ledakan di pabrik yang sama pada 2018 merenggut nyawa lima pekerja. Setahun kemudian, insiden serupa kembali terjadi dan menewaskan tiga pekerja lainnya. Rangkaian kejadian tersebut mendorong banyak pihak untuk menyoroti sistem pengawasan keselamatan di lingkungan industri pertahanan.
Investigasi dan Evaluasi Keselamatan Kerja
Pihak berwenang Korea Selatan terus mendalami penyebab ledakan sambil mengevaluasi standar keselamatan kerja yang berlaku di fasilitas tersebut. Aparat berharap investigasi ini dapat mengungkap penyebab insiden secara menyeluruh sekaligus menghasilkan rekomendasi untuk mencegah kejadian serupa.
Selain mendukung proses penyelidikan, Hanwha Aerospace juga berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menangani dampak insiden dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Hingga kini, investigasi masih berlangsung dan otoritas akan menyampaikan hasilnya setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar