Bentrok Gerilyawan Kolombia: 48 Orang Tewas di Amazon
- account_circle Brian Putra
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pasukan keamanan Kolombia meningkatkan pengawasan setelah bentrok gerilyawan Kolombia menewaskan puluhan orang di wilayah Amazon.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, nalarpubliknews.com – Bentrok gerilyawan Kolombia antara dua kelompok pecahan FARC menewaskan sedikitnya 48 orang di wilayah Amazon, Kolombia.
Pertempuran pecah di dusun Vereda Piripal, wilayah Guaviare. Kawasan itu selama ini menjadi basis lama kelompok FARC sebelum organisasi tersebut menandatangani perjanjian damai pada 2016.
Sumber militer Kolombia menyebut bentrokan mulai terjadi sejak Senin. Petugas sampai sekarang masih memantau kondisi di lokasi konflik.
Tim Penyelamat Belum Jangkau Lokasi
Wali Kota San Jose del Guaviare, Willy Rodriguez, mengatakan banyak korban masih berada di area bentrokan karena akses menuju lokasi sangat sulit.
Tim penyelamat juga menghadapi ancaman keamanan saat mencoba memasuki wilayah konflik.
“Jenazah masih berada di lokasi dan perlu segera dievakuasi,” kata Rodriguez kepada AFP, Jumat (29/5/2026).
Warga sekitar melaporkan suara tembakan terdengar selama beberapa hari terakhir sebelum petugas menemukan banyak korban.
Kelompok Pecahan FARC Perebutkan Wilayah
Bentrok gerilyawan Kolombia terjadi karena kelompok pecahan FARC saling berebut wilayah hutan Amazon.
Mereka juga memperebutkan jalur perdagangan narkoba, tambang ilegal, dan area strategis lainnya.
Pemerintah Kolombia dan FARC menandatangani perjanjian damai pada 2016. Namun, sejumlah kelompok kecil tetap melanjutkan perlawanan bersenjata.
Konflik antar kelompok itu membuat kondisi keamanan Kolombia kembali memburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Perkembangan Konflik Bersenjata di Amerika Latin
Baca juga: Sejarah Perjanjian Damai FARC 2016
Pemilu Presiden Kolombia Jadi Sorotan
Insiden ini muncul menjelang pemilu presiden Kolombia pada 31 Mei 2026.
Keamanan menjadi isu utama dalam kampanye politik nasional. Para kandidat menawarkan pendekatan berbeda untuk menghadapi kelompok bersenjata.
Kandidat kubu kiri, Ivan Cepeda, berjanji melanjutkan dialog damai dengan kelompok pemberontak.
Sementara itu, kandidat kubu kanan Abelardo de la Espriella meminta pemerintah meningkatkan operasi militer terhadap kelompok bersenjata.
Baca juga: Situasi Politik dan Pemilu Kolombia 2026
Baca juga: Perkembangan Situasi Keamanan Kolombia
Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas
Menteri Pertahanan Pedro Sanchez mengatakan pemerintah mengerahkan sekitar 408 ribu personel keamanan untuk menjaga jalannya pemilu.
Pasukan keamanan membawa dukungan pesawat, kapal, drone, sistem anti-drone, dan kendaraan lapis baja.
Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menjaga stabilitas keamanan selama proses pemungutan suara.
Jika tidak ada kandidat meraih lebih dari 50 persen suara, Kolombia akan menggelar putaran kedua pemilu pada 21 Juni 2026.
Untuk Informasi Selengkapnya disini:
- Penulis: Brian Putra
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: AFP News

Saat ini belum ada komentar