BBRI Bocorkan Dividen 2025, CAR 23,53% Buka Peluang Payout Lebih Tinggi
- account_circle Arin Fahrul Sanjaya
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- visibility 170
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan kinerja keuangan 2025 dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/2/2026). BRI memberi sinyal pembagian dividen 2025 berpotensi lebih tinggi seiring CAR 23,53% yang jauh di atas ketentuan regulator.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Nalarpubliknews.com) — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membuka peluang pembagian dividen yang lebih besar untuk tahun buku 2025. Hal ini sejalan dengan kuatnya struktur permodalan dan prospek pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa perusahaan memiliki ruang untuk menaikkan dividend payout ratio. Selain itu, manajemen juga mempertimbangkan keseimbangan antara ekspansi dan pembagian keuntungan.
“Dengan kondisi permodalan seperti ini, kami memiliki ruang untuk meningkatkan payout ratio dividen,” ujar Hery.
Modal Kuat Perkuat Ruang Pembagian Dividen
Manajemen BRI mempertimbangkan kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebagai faktor utama. Oleh karena itu, perusahaan terus menjaga rasio tersebut pada level tinggi.
BRI mencatat CAR sebesar 23,53% hingga akhir 2025. Dengan demikian, BRI memiliki bantalan modal yang sangat kuat dibandingkan ketentuan regulator.
Di sisi lain, manajemen tetap mengalokasikan modal untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Kinerja Keuangan 2025 Tunjukkan Pertumbuhan Positif
Sepanjang 2025, BRI mencetak kinerja yang solid. Secara keseluruhan, perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.
BRI membukukan laba bersih Rp57,13 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga mencapai Rp207,78 triliun dan tumbuh 4,27% YoY.
BRI mencatat beban bunga Rp57,28 triliun. Akibatnya, net interest income (NII) mencapai Rp150,50 triliun atau tumbuh 5,52% YoY.
Kredit dan Pembiayaan Tumbuh Signifikan
BRI mencatat pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang kuat. Misalnya, total kredit dan pembiayaan mencapai Rp1.517,07 triliun atau tumbuh 12,67% YoY.
Kredit konvensional mencapai Rp1.460,72 triliun. Selain itu, pembiayaan syariah mencapai Rp56,35 triliun dan tumbuh 12,9% YoY.
Dengan pertumbuhan tersebut, BRI menunjukkan tingginya permintaan pembiayaan di berbagai sektor.
Dana Pihak Ketiga Tumbuh Stabil
BRI menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.466,84 triliun atau tumbuh 7,42% YoY. Secara khusus, pertumbuhan ini ditopang oleh dana murah.
Giro mencapai Rp448,20 triliun dan tumbuh 19,66% YoY. Kemudian, tabungan mencapai Rp587,58 triliun dengan pertumbuhan 7,93% YoY.
Deposito tercatat Rp431,05 triliun dan mengalami penurunan. Namun demikian, pertumbuhan giro dan tabungan memperkuat struktur dana murah (CASA).
Dividen Berpotensi Tingkatkan Daya Tarik Saham
Peningkatan dividen berpotensi menarik minat investor. Oleh sebab itu, kebijakan ini dapat meningkatkan return on investment (ROI) dan return on equity (ROE).
Pada akhirnya, BRI tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan distribusi keuntungan kepada pemegang saham.
- Penulis: Arin Fahrul Sanjaya
- Editor: Nur Waida

Saat ini belum ada komentar