INET Resmi Akuisisi PADA, Perluas Bisnis ke Layanan Outsourcing Nasional
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- visibility 169
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, nalarpubliknews.com – akuisisi INET terhadap PADA menjadi langkah strategis PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) untuk memperkuat ekspansi bisnis. Perseroan menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 28 Januari 2026.
Dalam transaksi ini, INET membeli 1,69 miliar saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dari Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat). Nilai transaksi mencapai Rp106,39 miliar atau Rp63 per saham. Dengan demikian, INET mempertegas arah ekspansi ke bisnis yang lebih terintegrasi.
Nilai Transaksi dan Struktur Kepemilikan
Nilai akuisisi tersebut setara dengan 29,41% dari total ekuitas INET per September 2025 yang mencapai Rp361,52 miliar. Selain itu, nilai ini juga 6,91% lebih tinggi dibandingkan estimasi penilai independen sebesar Rp99,52 miliar. Oleh karena itu, manajemen menunjukkan keyakinan terhadap prospek PADA.
Setelah transaksi rampung, INET akan menguasai 53,57% saham PADA. Sementara itu, kepemilikan Kopindosat turun menjadi 6,29%. Komisaris PADA sekaligus Direktur Keuangan Kopindosat, Sigit Kuntjahjo, masih memegang 11,57% saham. Adapun publik menguasai sekitar 28,57%.
Sinergi Operasional dan Ekspansi Layanan
Melalui akuisisi INET terhadap PADA, perusahaan menargetkan sinergi operasional yang kuat. INET menggabungkan layanan digital dan jaringan dengan layanan tenaga kerja skala besar. Dengan begitu, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas cakupan bisnis.
Selain itu, PADA merupakan salah satu perusahaan outsourcing terbesar di Indonesia. Perusahaan ini beroperasi di 25 kota dan didukung sekitar 36 ribu tenaga kerja profesional. Oleh sebab itu, INET memperoleh dukungan sumber daya yang signifikan untuk mempercepat ekspansi.
Dukungan terhadap Pengembangan FTTH
Lebih lanjut, INET akan memanfaatkan jaringan PADA untuk mendukung pengembangan Fiber to the Home (FTTH). Fokus ekspansi mencakup Pulau Bali, Pulau Lombok, dan Kalimantan Barat.
Di sisi lain, wilayah tersebut menunjukkan pertumbuhan kebutuhan internet yang tinggi. Oleh karena itu, langkah ini dapat mempercepat penetrasi layanan digital di daerah potensial.
Dampak terhadap Kinerja Keuangan
Selain ekspansi jaringan, akuisisi INET terhadap PADA juga membuka peluang peningkatan pendapatan berulang. Layanan outsourcing yang stabil dapat menopang kinerja keuangan perusahaan. Dengan demikian, INET tidak hanya bergantung pada bisnis jaringan.
Selanjutnya, strategi ini mencerminkan tren integrasi vertikal di industri digital. Perusahaan menggabungkan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam satu ekosistem bisnis. Akibatnya, daya saing perusahaan meningkat secara signifikan.
Prospek dan Strategi Jangka Panjang
Ke depan, manajemen INET optimistis sinergi ini akan memberikan dampak positif. Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya. Selain itu, INET juga memperkuat struktur bisnis melalui diversifikasi layanan.
Pada akhirnya, akuisisi INET terhadap PADA tidak hanya menjadi aksi korporasi biasa. Sebaliknya, langkah ini menjadi bagian dari transformasi menuju perusahaan digital yang terintegrasi. Dengan strategi tersebut, INET memiliki posisi yang lebih kuat untuk menghadapi persaingan industri.
