Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Puskom Resmi Laporkan Kopertais ke Diktis dan Itjen Kemenag RI

Puskom Resmi Laporkan Kopertais ke Diktis dan Itjen Kemenag RI

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalatpubliknews.com – 8 Juni 2026 Eskalasi karut-marut tata kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di kawasan Indonesia Timur akhirnya memasuki babak baru yang lebih krusial. Hari ini, Pusat Konstitusi Mahasiswa (Puskom) Indonesia resmi mengambil langkah hukum dan administratif progresif dengan menyerahkan dokumen laporan pengaduan formal ke Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) serta Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI di Jakarta.

Langkah ini diambil sebagai respons konkret atas mandeknya pengawasan dan kuatnya indikasi benturan kepentingan (conflict of interest) yang menggurita di internal Kopertais Wilayah VIII, khususnya yang menyeret nama sang Sekretaris, Dr. Nur Taufik Sanusi, M.Ag.

Membawa Tiga Klaster Bukti Systemic Failure
Dalam berkas laporan setebal puluhan halaman tersebut, Puskom melampirkan kronologi terstruktur yang mengurai tiga kasus besar dalam tiga tahun terakhir (2024–2026) sebagai bukti otentik adanya praktik regulatory capture atau pembajakan institusi negara oleh kepentingan oligarki swasta.

Tiga Poin Inti Laporan Puskom ke Kemenag Pusat:
1. Penyalahgunaan Wewenang (Kasus STAI YPIQ Baubau 2024): Bukti dokumen pembekuan sepihak nomor B-133/Un.06/PP.00.9/V/2024 yang dijadikan alat penekan administratif untuk melumpuhkan senat akademik demi membela kepentingan yayasan.

2. Rangkap Jabatan Absolut (Kasus STAI Al-Furqan Makassar 2025): Manifestasi nyata “akrobat dua baju” Dr. Nur Taufik Sanusi yang bertindak sebagai motor pemecatan pimpinan aktif di level yayasan swasta, sekaligus validator administrasi di tingkat Kopertais.

3. Pembiaran Kasus Moral dan Hukum (Kasus IAI Rawa Aopa 2026): Indikasi kuat tebang pilih penegakan aturan (selective enforcement) berupa penundaan hasil evaluasi kasus kekerasan seksual mahasiswi dan dugaan gratifikasi izin prodi, yang kontras dengan keterlibatan aktif oknum Kopertais sebagai penguji skripsi menjelang seremonial wisuda kampus setempat.

Desak Amputasi Struktural dan Audit Investigatif Khusus
Perwakilan Puskom Indonesia menegaskan bahwa penyerahan laporan langsung ke episentrum kekuasaan di Jakarta dilakukan karena penanganan di tingkat regional Sulawesi dinilai sudah mengalami jalan buntu (deadlock) akibat penyaringan informasi oleh oknum yang dilaporkan.

Puskom mendesak Direktur PTKI, Prof. Sahiron, bersama jajaran Inspektorat Jenderal Kemenag RI untuk segera mengambil tindakan luar biasa (extraordinary measures):

Pertama, Meminta Itjen Kemenag segera menurunkan Tim Audit Investigasi Khusus ke kantor Kopertais Wilayah VIII guna memeriksa seluruh lalu lintas produk hukum dan administrasi yang dinilai tebang pilih.

Kedua, Mendesak pencopotan atau penonaktifan sementara Dr. Nur Taufik Sanusi, M.Ag. dari jabatan struktural Sekretaris Kopertais Wilayah VIII selama proses pemeriksaan berlangsung, demi menjamin kepastian hukum dan objektivitas investigasi.
Ketiga, Menuntut pembekuan izin wisuda dan operasional IAI Rawa Aopa hingga hak perlindungan serta keadilan bagi mahasiswi korban kekerasan seksual dipenuhi secara nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.

Langkah berani Puskom melapor ke Itjen dan Diktis Kemenag RI hari ini menaruh beban moral yang besar di pundak otoritas pusat. Publik, mahasiswa, dan ratusan dosen kritis di Indonesia Timur kini sedang menonton, apakah Kementerian Agama berani bertindak tegas membersihkan instansinya dari anasir kepentingan privat, atau justru membiarkan marwah pendidikan tinggi Islam terus digadaikan demi menjaga kenyamanan elit birokrasinya.

Bola panas kini resmi bergulir di Lapangan Banteng dan Thamrin. Perjuangan memulihkan otonomi akademik dan keadilan bagi civitas akademika di Indonesia Timur telah mencapai meja tertinggi negara dan gerakan ini dipastikan tidak akan mundur selangkah pun hingga reformasi total di Kopertais Wilayah VIII terwujud.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hukum internasional Hormuz dan blokade maritim di jalur energi dunia

    Korsel Pertanyakan Legalitas Blokade AS di Selat Hormuz

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 126
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com || Hukum internasional Hormuz menjadi sorotan global setelah Amerika Serikat memblokir jalur maritim di Selat Hormuz. Langkah ini, menurut Korea Selatan, tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Oleh karena itu, kebijakan tersebut berpotensi memicu sengketa antarnegara. Sekretaris Jenderal asosiasi pelayaran Korsel, Subeom Choi, menegaskan bahwa hukum laut internasional menetapkan syarat ketat untuk blokade. […]

  • Penolakan RKAB tambang oleh GMII terhadap CV Unaaha Bakti Persada

    Tolak Penerbitan RKAB CV. UBP, GMII Beberkan Dugaan Skandal Perambahan Hutan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Penolakan RKAB tambang menjadi tuntutan Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) terhadap CV Unaaha Bakti Persada. GMII menilai perusahaan itu masih memiliki persoalan hukum dan administrasi terkait dugaan pelanggaran kawasan hutan serta kewajiban sanksi administratif bernilai ratusan miliar rupiah. GMII meminta Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM menolak penerbitan Rencana […]

  • pendidikan dasar untuk SDM unggul

    Menata Fondasi Bangsa: Peran Transformatif SD dan SMP dalam Melahirkan SDM Unggul dan Berkarakter

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 286
    • 0Komentar

    “Pengajar Belum Tentu Mengajar, tetapi Mampu Menginspirasi” 

  • modernisasi militer China dengan kapal induk Fujian

    China Bakal Jadi Raksasa Laut 2026, Dominasi AS Terancam

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 1.335
    • 0Komentar

    Modernisasi militer China menunjukkan pergeseran menuju kekuatan udara laut yang lebih tangguh dan mampu beroperasi jauh dari wilayah daratan utamanya

  • Marie-Louise Eta Bundesliga pelatih perempuan Union Berlin.

    Marie-Louise Eta: Pelatih Perempuan Bundesliga

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 73
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Marie-Louise Eta resmi mencatat sejarah sebagai pelatih perempuan pertama di Bundesliga. Penunjukan ini terjadi setelah Union Berlin menunjuknya sebagai pelatih interim hingga akhir musim 2025/2026. Langkah besar ini menjadikan Marie-Louise Eta pelatih perempuan Bundesliga yang membuka babak baru dalam sepak bola Jerman. Ia menggantikan Steffen Baumgart yang sebelumnya dipecat akibat hasil kurang […]

  • Program pilah sampah Jakarta mulai diterapkan pada 10 Mei 2026.

    Pramono Anung: DKI Jakarta Terapkan Program Pilah Sampah

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 35
    • 6Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menjalankan program pilah sampah Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026. Program tersebut mengharuskan warga memisahkan sampah rumah tangga menjadi empat kategori. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan langsung kebijakan itu di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/5/2026). Ia menilai Jakarta perlu memperbaiki sistem pengelolaan sampah karena volume […]

expand_less