Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Soal Tambang Pasir Ilegal Di Sungai Konaweeha, Ampuh Sultra Desak APH Periksa Kepala BWS Wilayah IV Kendari.

Soal Tambang Pasir Ilegal Di Sungai Konaweeha, Ampuh Sultra Desak APH Periksa Kepala BWS Wilayah IV Kendari.

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 131
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Nalarpubliknews.com) – Kasus tambang pasir ilegal di Sungai Konaweeha, Desa Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, kini memasuki babak baru. Selain itu, Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara mendesak aparat penegak hukum segera memeriksa Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kendari. Desakan ini muncul setelah aktivitas tambang diduga berlangsung lama tanpa penindakan tegas.

Ampuh Soroti Peran BWS

Ampuh Sultra menilai BWS IV Kendari memegang tanggung jawab utama dalam pengawasan wilayah sungai. Pasalnya, Sungai Konaweeha berada dalam cakupan kerja instansi tersebut. Oleh karena itu, setiap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan seharusnya terpantau sejak awal.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, menegaskan bahwa keberadaan tambang ilegal tidak mungkin luput jika pengawasan berjalan optimal. “Kami menduga BWS IV Kendari membiarkan aktivitas tambang pasir ilegal ini berlangsung lama,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Aktivitas Ilegal Berjalan Lama

Sementara itu, Hendro menilai lemahnya pengawasan membuat aktivitas ilegal terus berkembang. Bahkan, aktivitas tersebut diduga telah berlangsung dalam kurun waktu cukup panjang. Namun, hingga kini, tidak ada laporan resmi dari pihak BWS kepada publik.

Ia menilai kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius. “Bagaimana kegiatan ini bisa berlangsung lama tanpa laporan dari BWS, padahal wilayah itu masuk tanggung jawab mereka,” katanya. Selain itu, masyarakat sekitar juga mengaku resah karena aktivitas tambang berpotensi merusak aliran sungai dan lingkungan.

Dampak Lingkungan dan Sosial

Di sisi lain, aktivitas penambangan pasir ilegal berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Pengambilan material secara terus-menerus dapat mempercepat erosi bantaran sungai. Akibatnya, risiko banjir dan kerusakan ekosistem meningkat.

Lebih lanjut, aktivitas ini juga dapat mengganggu sumber mata pencaharian warga setempat, terutama yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Karena itu, pengawasan ketat dari instansi terkait menjadi sangat penting.

Desak Aparat Bertindak

Karena itu, Ampuh Sultra akan terus menekan aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta kepolisian memanggil dan memeriksa Kepala BWS IV Kendari guna mengklarifikasi dugaan pembiaran tersebut.

Dengan demikian, proses hukum diharapkan mampu mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Selain itu, langkah ini juga penting untuk mencegah praktik serupa terulang di masa mendatang.

BWS Dinilai Pasif

Di sisi lain, Hendro menyoroti sikap BWS Kendari yang dinilai belum responsif. Hingga kini, ia belum melihat adanya tindakan lapangan atau pemantauan langsung di lokasi tambang.

“Kasus ini terungkap bukan dari BWS, padahal mereka memiliki kewenangan pengawasan,” tegasnya. Oleh sebab itu, Ampuh meminta transparansi dan akuntabilitas dari instansi tersebut.

Harapan Penegakan Hukum

Akhirnya, Ampuh Sultra berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan transparan. Mereka juga mendorong pemerintah daerah untuk turut berperan aktif dalam pengawasan sumber daya alam.

Dengan langkah tegas, penegakan hukum tidak hanya memberi efek jera, tetapi juga melindungi lingkungan serta kepentingan masyarakat luas.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dukungan anton timbang sultra

    Mahasiswa Sultra Dukung Peran Nyata Anton Timbang untuk Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 81
    • 1Komentar

    KENDARI, Nalarpubliknews.com – Tokoh daerah Anton Timbang terus mendapat dukungan dalam pengembangan generasi muda di Sulawesi Tenggara (Sultra). Mahasiswa dan tokoh pemuda menilai kontribusinya sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan mereka. Kontribusi Nyata Anton Timbang Rahman, mahasiswa asal Sultra, menilai Anton Timbang sebagai putra daerah yang konsisten mendorong pemberdayaan pemuda. Menurutnya, Anton tidak hanya […]

  • aksi mahasiswa terkait kasus dosen Budiman di depan Kejaksaan Agung RI

    Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Keadilan Kasus Budiman

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 530
    • 0Komentar

    JAKARTA, Nalarpubliknews.com – Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Agung RI dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Massa aksi memprotes dugaan kriminalisasi dalam perkara hukum yang menjerat seorang dosen bernama Budiman. Aliansi Nilai Kasus Penuh Kejanggalan Aliansi menilai proses hukum terhadap Budiman menyimpan banyak kejanggalan. Mereka […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Ketua Pemuda 21 soroti kasus OTT PT ST Nickel di Konawe

    OTT PT ST Nickel Harus Diusut Menyeluruh: Ketum Pemuda 21 Soroti Dugaan Relasi Tidak Sehat antara Perusahaan dan Oknum

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com | 26 Maret 2026 Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan terhadap PT ST Nickel di Konawe menarik perhatian kalangan mahasiswa. Ketua Umum Pemuda 21, Muhammad Julfan Saputra, meminta aparat penegak hukum menangani kasus ini secara objektif, terbuka, dan menyeluruh. Ia menilai penanganan kasus ini tidak boleh terburu-buru. Aparat perlu mengumpulkan fakta […]

  • SMC: Bukti Telah Disita, Kejati Sultra Diminta Segera Tetapkan Tersangka  dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Tambang Nikel di Kolaka yang menyeret oknum pejabat inisial HL dan HT

    SMC: Bukti Telah Disita, Kejati Sultra Diminta Segera Tetapkan Tersangka  dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Tambang Nikel di Kolaka yang menyeret oknum pejabat inisial HL dan HT

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Kendari, nalarpubliknews.com – 26 Juni 2026 Sultra Monitoring Corruption (SMC) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara untuk segera menetapkan tersangka  dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Kabupaten Kolaka apabila telah didukung alat bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum. ‎Ketua SMC, Aksan Setiawan, menilai langkah penggeledahan dan penyitaan sejumlah dokumen penting yang […]

  • Perlindungan anak daring melalui pendampingan keluarga dan edukasi digital.

    Kemendukbangga Perkuat Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak di Ranah Daring

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memperkuat peran keluarga untuk melindungi anak di ruang digital. Langkah ini merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ranah Dalam Jaringan (PARD). Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengatakan Kemendukbangga memiliki tanggung jawab pada […]

expand_less