Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Korsel Pertanyakan Legalitas Blokade AS di Selat Hormuz

Korsel Pertanyakan Legalitas Blokade AS di Selat Hormuz

  • account_circle Rahmadani
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 155
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com || Hukum internasional Hormuz menjadi sorotan global setelah Amerika Serikat memblokir jalur maritim di Selat Hormuz. Langkah ini, menurut Korea Selatan, tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Oleh karena itu, kebijakan tersebut berpotensi memicu sengketa antarnegara.

Sekretaris Jenderal asosiasi pelayaran Korsel, Subeom Choi, menegaskan bahwa hukum laut internasional menetapkan syarat ketat untuk blokade. Selain itu, aturan tersebut mencakup pemberitahuan awal, efektivitas, serta penegakan yang adil.

Ia menilai kebijakan sepihak terhadap pelabuhan Iran melanggar prinsip-prinsip tersebut. Dengan demikian, tindakan tersebut sulit dibenarkan secara hukum. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa blokade laut biasanya hanya terjadi dalam konflik militer yang jelas.

Peran Strategis Selat Hormuz

Selat Hormuz menjadi jalur utama distribusi energi global. Bahkan, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati kawasan ini setiap hari. Karena itu, posisi wilayah ini sangat penting dalam perdagangan internasional.

Negara-negara di kawasan Teluk Persia sangat bergantung pada jalur ini. Akibatnya, setiap gangguan langsung memengaruhi pasar global. Di sisi lain, ketegangan geopolitik juga dapat memperburuk kondisi tersebut.

Perspektif Hukum Internasional

Dalam kerangka Hukum Internasional, negara harus memenuhi syarat ketat sebelum menerapkan blokade laut. Misalnya, mereka harus memastikan keadilan dan transparansi dalam pelaksanaannya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki peran penting dalam menentukan legalitas tindakan tersebut. Namun demikian, tanpa persetujuan Dewan Keamanan, kebijakan seperti ini tetap menuai kritik.

Selain itu, hukum internasional juga melindungi jalur perdagangan sipil. Oleh sebab itu, blokade yang mengganggu distribusi energi global dapat menimbulkan dampak luas.

Dampak Ekonomi dan Politik

Hukum internasional Hormuz tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum. Sebaliknya, isu ini juga berdampak pada ekonomi dan politik global. Blokade di wilayah ini dapat mengganggu rantai pasok energi.

Akibatnya, harga minyak dunia bisa meningkat tajam. Tidak hanya itu, kondisi ini juga dapat memicu inflasi di berbagai negara. Sementara itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi meningkat.

Hukum internasional Hormuz kini menjadi perhatian dunia. Secara keseluruhan, Korea Selatan menilai kebijakan blokade tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Oleh karena itu, negara-negara perlu mengutamakan diplomasi dan mematuhi hukum internasional untuk menjaga stabilitas global.

  • Penulis: Rahmadani
  • Editor: Nur wayda

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • "Penembakan di White House Correspondents' Dinner, tamu dan pejabat dievakuasi, keamanan bertindak cepat."

    Penembakan di White House Correspondents Dinner

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 80
    • 3Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Penembakan terjadi di Hotel Hilton Washington DC saat acara White House Correspondents’ Dinner berlangsung pada Sabtu (26/04/2026). Insiden ini memicu kepanikan dan memaksa Donald Trump bersama sejumlah pejabat tinggi segera meninggalkan lokasi. Tembakan Picu Kepanikan di Ballroom Tembakan terdengar dari luar ballroom utama ketika acara masih berlangsung. Agen Secret Service langsung berteriak […]

  • Gempa M 4,2 Guncang Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa M 4,2 Guncang Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 55
    • 4Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gempa Nias Selatan mengguncang wilayah tersebut pada Senin malam (20/4/2026) pukul 22.16 WIB. Selain itu, getaran sempat dirasakan oleh warga di beberapa titik, namun situasi secara umum tetap aman dan terkendali. Lokasi dan Data Gempa BMKG mencatat gempa ini memiliki magnitudo 4,2. Selanjutnya, pusat gempa berada di koordinat 0,19 LU dan 98,56 […]

  • Hakim Jateng Diduga Lecehkan 3 Orang Rekan Kerja

    Hakim Jateng Diduga Lecehkan 3 Orang Rekan Kerja

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kasus hakim senior Jateng diduga lecehkan rekan kerja menyita perhatian publik. Komisi Yudisial (KY) menerima laporan dugaan pelecehan seksual terhadap hakim berinisial MH. Tiga perempuan yang bekerja satu lingkungan dengan MH menyampaikan laporan tersebut. Publik menyoroti kasus ini karena menyangkut integritas aparat peradilan. (29/04/2026). Komisi Yudisial (KY) Tuntaskan Pemeriksaan Hakim Senior Jateng […]

  • Selat Hormuz tak ditutup ilustrasi jalur pelayaran kapal tanker minyak di Selat Hormuz

    Selat Hormuz Tak Ditutup: 3 Fakta Penting dari Pernyataan Dubes Iran

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 113
    • 0Komentar

    “Selat Hormuz tidak ditutup. Jalur pelayaran internasional tetap terbuka, namun Iran menerapkan protokol keamanan khusus untuk memastikan keselamatan kapal yang melintas,” ujar Dubes Iran untuk Indonesia.

  • Ilustrasi penyidikan KPK dalam kasus korupsi Bea Cukai Kementerian Keuangan terkait dugaan hambatan penyidikan.

    KPK: Ungkap Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bea Cukai

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan upaya menghambat penyidikan kasus suap impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik memperoleh informasi itu setelah menggeledah rumah pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black di Semarang, Jawa Tengah. Selain menyita dokumen, penyidik juga mengamankan barang bukti elektronik. […]

expand_less