Heboh Tiket Pesawat Padang–Manokwari Rp17 Juta, Kemenhub Buka Suara
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi pesawat citilink
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) | Harga tiket pesawat yang mencapai Rp16 juta hingga Rp17 juta ramai dibicarakan warganet di media sosial. Banyak yang menilai tarif tersebut tidak wajar untuk rute domestik.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung memberikan penjelasan. Pemerintah menegaskan bahwa lonjakan harga itu bukan berasal dari tarif resmi maskapai, melainkan akibat rute perjalanan yang tidak langsung.
Rute Tidak Langsung Picu Lonjakan Harga
Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agustinus Budi Hartono, menjelaskan bahwa masyarakat sering salah memahami harga tiket karena tidak melihat detail rute penerbangan.
Ia menyebut platform online travel agent (OTA) akan menampilkan alternatif perjalanan dengan beberapa kali transit ketika penerbangan langsung sudah habis. Kondisi ini membuat harga tiket terlihat jauh lebih mahal.
“Di media sosial terlihat seolah-olah harga tiket sangat tinggi. Padahal rute yang ditawarkan memiliki beberapa kali transit,” ujar Agustinus, Selasa (17/3/2026).
Harga Bisa Lebih Murah dengan Rute Normal
Agustinus mencontohkan tiket dari wilayah timur Indonesia seperti Manokwari atau Timika menuju Padang yang sempat viral dengan harga belasan juta rupiah.
Ia menegaskan, rute normal dengan satu kali transit di kota besar seharusnya menghasilkan harga yang lebih terjangkau, yakni sekitar Rp8 juta hingga Rp9 juta.
“Jika menggunakan rute normal, harga tiket tidak akan setinggi yang beredar,” jelasnya.
Banyak Transit Bikin Biaya Membengkak
Tidak semua rute domestik di Indonesia memiliki penerbangan langsung. Karena itu, penumpang sering harus transit sebelum mencapai tujuan akhir.
Namun, perjalanan dengan lebih dari satu kali transit membuat biaya meningkat. Setiap segmen penerbangan memiliki tarif sendiri sehingga total harga tiket menjadi lebih mahal.
“Transit lebih dari satu kali membuat harga tiket membengkak,” kata Agustinus.
Kemenhub Minta OTA Lebih Transparan
Kemenhub meminta platform penjualan tiket untuk menampilkan informasi secara lebih transparan, terutama terkait ketersediaan kursi penerbangan langsung.
Jika kursi sudah habis, platform sebaiknya menyampaikan kondisi tersebut secara jelas, bukan langsung menawarkan rute panjang dengan harga tinggi.
Langkah ini penting agar masyarakat tidak salah persepsi terhadap harga tiket, terutama saat permintaan meningkat seperti musim mudik dan libur panjang.
“Jika tiket sudah habis, lebih baik disampaikan tidak tersedia,” tegasnya.
Lonjakan harga tiket hingga Rp17 juta terjadi karena rute perjalanan dengan beberapa kali transit, bukan karena kenaikan tarif resmi maskapai. Transparansi dari platform penjualan tiket menjadi kunci agar masyarakat memahami kondisi sebenarnya.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar