Megathrust RI “Tinggal Menunggu Waktu”, Ini 14 Zona Merah Terbaru (Peta 2024)
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- visibility 74
- comment 3 komentar
- print Cetak

Foto : Ilustrasi peta 14 zona megathrust Indonesia 2024 yang menunjukkan wilayah rawan gempa besar di Indonesia dan sekitarnya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Nalarrpubliknews.com) – Megathrust Indonesia 2024 menarik perhatian setelah pemerintah merilis peta gempa terbaru. Dalam pembaruan tersebut, pemerintah menunjukkan peningkatan jumlah zona rawan gempa di Indonesia. Dengan demikian, risiko bencana di sejumlah wilayah kembali menjadi sorotan utama.
Selain itu, para ahli mencatat perubahan signifikan pada peta terbaru. Mereka melihat kontur bahaya gempa semakin rapat di beberapa wilayah. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan lempeng bumi di bawah permukaan.
Sementara itu, Guru Besar ITB, Iswandi Imran, menjelaskan bahwa peta 2024 menunjukkan peningkatan risiko gempa. Ia menegaskan bahwa kerapatan kontur menggambarkan akumulasi energi tektonik yang besar. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
Di sisi lain, Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik yang sangat aktif. Pergerakan lempeng tektonik di kawasan ini terus memicu gempa bumi dan aktivitas vulkanik di berbagai wilayah.
14 Zona Megathrust Indonesia 2024
Sementara itu, peta terbaru mencatat 14 zona megathrust yang mengelilingi Indonesia:
Menariknya, zona Megathrust Jawa menyimpan potensi gempa hingga magnitudo 9,1. Dengan demikian, wilayah ini menjadi salah satu fokus utama kajian kebencanaan nasional.
BMKG Luruskan Istilah “Menunggu Waktu”
Namun demikian, BMKG menegaskan bahwa istilah “tinggal menunggu waktu” sering disalahartikan. Sebaliknya, lembaga ini tidak pernah memprediksi waktu pasti terjadinya gempa.
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan konsep seismic gap. Konsep ini menggambarkan wilayah yang lama tidak mengalami gempa besar karena energi tektonik terus menumpuk.
Saat ini, dua wilayah menjadi perhatian utama, yaitu Selat Sunda dan Mentawai–Siberut. Kedua zona tersebut sudah lama tidak mengalami pelepasan energi besar. Akibatnya, potensi gempa tetap perlu diwaspadai.
Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Di samping itu, informasi Megathrust Indonesia 2024 bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, bukan menimbulkan kepanikan.
Selanjutnya, pemerintah bersama BMKG memperkuat sistem peringatan dini gempa dan tsunami di berbagai wilayah. Selain itu, edukasi kebencanaan diperluas hingga sekolah dan komunitas masyarakat.
Pada akhirnya, masyarakat dapat mengurangi risiko dengan memahami jalur evakuasi, mengikuti simulasi bencana, serta menyiapkan perlengkapan darurat di rumah. Langkah-langkah ini membantu meningkatkan keselamatan saat bencana terjadi.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

https://shorturl.fm/AR9P1
17 April 2026 1:22 amhttps://shorturl.fm/81WDI
17 April 2026 12:12 amhttps://shorturl.fm/MqwXb
16 April 2026 8:35 pm