Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » GMII Tekan KPK: Kasus Kontrak Rp890 Miliar di Antam Dinilai Jalan di Tempat

GMII Tekan KPK: Kasus Kontrak Rp890 Miliar di Antam Dinilai Jalan di Tempat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 210
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Nalarpubliknews.com – Kasus KPK Antam Rp890 miliar kembali menarik perhatian publik setelah Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi. GMII menilai KPK belum menunjukkan transparansi dan kecepatan yang memadai dalam menangani dugaan korupsi di PT Antam Tbk.

Selain itu, GMII menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui perkembangan kasus yang melibatkan nilai anggaran besar tersebut. Mereka menilai keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Latar Belakang Kontrak Alat Berat

Kasus ini bermula dari kontrak jasa sewa alat berat antara PT Antam Tbk dan PT Satria Jaya Sultra (SJS). Nilai kontrak yang mencapai Rp890 miliar langsung memicu perhatian karena tergolong sangat besar.

Dalam praktik pengadaan barang dan jasa di BUMN, proyek dengan nilai besar biasanya harus melalui proses tender terbuka. Proses ini bertujuan memastikan adanya persaingan sehat serta mencegah potensi penyimpangan.

Namun, hingga kini publik belum memperoleh penjelasan rinci mengenai mekanisme pengadaan kontrak tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk GMII.

Sorotan terhadap Proses Pengadaan

GMII menilai proses pengadaan dalam kontrak ini perlu diperjelas. Mereka menekankan pentingnya transparansi agar tidak muncul dugaan pelanggaran prosedur.

Selain itu, mereka juga mendorong pihak terkait untuk membuka dokumen atau penjelasan yang dapat diakses publik. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami apakah proses yang dilakukan sudah sesuai aturan.

Di sisi lain, keterbukaan ini juga penting untuk melindungi semua pihak dari tuduhan yang tidak berdasar.

Kritik terhadap Kinerja KPK

Ketua GMII, Edrian Saputra, menyampaikan bahwa organisasinya tidak menuduh pihak tertentu. Namun, ia menilai lambatnya respons aparat dapat menimbulkan persepsi negatif.

Menurutnya, KPK perlu menunjukkan progres yang jelas agar publik tidak kehilangan kepercayaan. Ia juga menegaskan bahwa lembaga antikorupsi harus responsif terhadap kasus dengan nilai besar.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa transparansi bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga proses penanganan kasus.

Aksi Mahasiswa sebagai Tekanan Sosial

GMII telah menggelar tujuh kali aksi unjuk rasa di KPK dan Kejaksaan Agung. Melalui aksi tersebut, mereka berupaya mendorong percepatan penanganan kasus.

Aksi ini juga mencerminkan peran mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial. Dalam banyak kasus, tekanan publik sering kali menjadi faktor yang mendorong aparat untuk bertindak lebih cepat.

Namun demikian, GMII menyatakan belum melihat perkembangan signifikan. Oleh karena itu, mereka berencana melanjutkan aksi dalam waktu dekat.

Pentingnya Good Corporate Governance (GCG)

Kasus ini juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di BUMN. Prinsip ini mencakup transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam setiap kebijakan perusahaan.

Jika perusahaan menjalankan prinsip GCG secara konsisten, maka potensi penyimpangan dapat ditekan. Sebaliknya, kurangnya transparansi dapat membuka celah bagi praktik yang merugikan negara.

Karena itu, penguatan sistem pengawasan internal dan eksternal menjadi sangat penting.

Dampak terhadap Kepercayaan Publik

Kasus dengan nilai besar seperti ini tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga pada kepercayaan publik. Ketika penanganan kasus dianggap lambat atau tertutup, masyarakat cenderung meragukan integritas institusi.

Sebaliknya, jika aparat menunjukkan keterbukaan dan profesionalisme, maka kepercayaan publik dapat meningkat.

Oleh sebab itu, komunikasi yang jelas kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam penegakan hukum.

Harapan terhadap Penegakan Hukum

Pada akhirnya, publik berharap Komisi Pemberantasan Korupsi dapat memberikan penjelasan yang transparan dan akuntabel. Kejelasan informasi akan membantu mengurangi spekulasi serta memperkuat legitimasi proses hukum.

Selain itu, penanganan kasus ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam penegakan hukum terhadap dugaan korupsi di sektor BUMN.

Dengan demikian, upaya pemberantasan korupsi tidak hanya berjalan secara formal, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geger! Pria di India Bawa Kerangka Adik ke Bank

    Geger! Pria di India Bawa Kerangka Adik ke Bank

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 50
    • 1Komentar

    Jakarta,nalarpubliknews.com – Kasus pria India bawa kerangka adik ke bank menarik perhatian nasional setelah video kejadian itu viral di media sosial. Selain itu, peristiwa di Odisha ini juga memperlihatkan persoalan serius dalam layanan administrasi, terutama bagi warga di daerah terpencil. (30/04/2026). Kronologi Pria India Bawa Kerangka Adik ke Bank Jitu Munda (52) datang ke bank […]

  • Evaluasi kinerja Dandim Kendari saat apel prajurit TNI
    TNI

    Desakan Evaluasi dan Pencopotan Dandim 1417 Kendari dan Dandim Konawe Utara

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 76
    • 1Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Kinerja aparat teritorial kembali mendapat sorotan. Banyak pihak menilai pembinaan dan pengawasan anggota di tingkat komando kewilayahan belum berjalan optimal, terutama setelah terungkapnya dugaan pelanggaran. Masyarakat mendesak evaluasi menyeluruh terhadap Dandim 1417 Kendari dan Dandim Konawe Utara. Pimpinan Bertanggung Jawab atas Pembinaan Anggota Egit Setiawan menilai bahwa dugaan pelanggaran yang terjadi berhubungan […]

  • Anton Timbang Kadin Sultra memimpin rapat pengusaha daerah

    Anton Timbang Jadi Calon Tunggal Kadin Sultra 2026-2031, LP2D Uraikan Capaian Kesinambungan Visi dan Kerja nyata Kadin Sultra

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 318
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Anton Timbang Kadin Sultra kembali mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak. Salah satunya, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah menilai kepemimpinannya memberi dampak nyata bagi dunia usaha di Sulawesi Tenggara. Ketua LP2D, Dr. Eni Samayati, menegaskan bahwa Anton Timbang berhasil memperkuat kapasitas pelaku usaha. Oleh karena itu, LP2D mendukung pencalonannya sebagai Ketua Kadin […]

  • Bamsoet apresiasi buku The Art of Simple Leadership karya Steven Beteng bersama Jerry Hermawan Lo

    Bamsoet Apresiasi Buku The Art of Simple Leadership Karya Steven Beteng tentang Sosok Jerry Hermawan Lo

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 112
    • 6Komentar

    Kepemimpinan bukan hanya soal memberi perintah, tetapi juga membangun arah yang jelas, kedekatan dengan tim, dan semangat untuk terus bertahan menghadapi perubahan.”_Jerry Hermawan Lo

  • IAI Rawa Aopa bantah pelecehan melalui konferensi pers tim hukum

    Tim Hukum Dan Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Dugaan Pelecehan Seksual

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 101
    • 2Komentar

    Kendari, Nalarpubliknews.com — Tim Hukum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan, membantah tuduhan pelecehan seksual yang menyeret AA. Tim hukum menilai isu itu tidak berkaitan dengan kampus. Aminudin, SH., MH., CLA., CPM., CPARB., mewakili tim hukum, menyebut pemberitaan yang beredar cenderung menggiring opini publik. Ia menilai narasi yang muncul tidak utuh dan tidak […]

  • Diduga Bayar Upah Karyawannya Di Bawah UMR Sultra, PT. Natural Persada Mandiri (NPM) Site PT. MLP Disorot Publik

    Diduga Bayar Upah Karyawannya Di Bawah UMR Sultra, PT. Natural Persada Mandiri (NPM) Site PT. MLP Disorot Publik

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 688
    • 0Komentar

      Konawe Utara, nalarpubliknews.com – Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di site PT MLP yang dikelola PT Natural Persada Mandiri (NPM) Langgikima Konawe Utara (Konut) Sulawesi tenggara (Sultra) menjadi sorotan setelah Informasi tentang pembayaran upah karyawan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) dan dugaan memperkerjakan anak di bawah umur, memicu desakan agar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Sultra […]

expand_less