Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mayday! Serangan Rahasia UEA ke Iran Picu Ketegangan Timur Tengah

Mayday! Serangan Rahasia UEA ke Iran Picu Ketegangan Timur Tengah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah muncul laporan dugaan operasi militer rahasia Uni Emirat Arab (UEA) terhadap Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan munculnya konflik baru di kawasan Teluk.

Menurut laporan media internasional, UEA menyerang sejumlah target di Iran sebagai aksi balasan. Salah satu target dalam laporan itu ialah Pulau Lavan. Selain itu, UEA melancarkan serangan tersebut menjelang pengumuman gencatan senjata pada 7 April lalu.

Namun, hingga kini pemerintah UEA dan Iran belum memberi pernyataan resmi terkait kabar tersebut.

Kuwait Tingkatkan Kewaspadaan

Di sisi lain, Kuwait menangkap empat orang yang diduga terkait Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Mereka diduga hendak melakukan aksi di Pulau Bubiyan.

Karena itu, negara-negara Teluk mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan balasan. Selain memperketat keamanan, beberapa negara juga memperkuat koordinasi regional.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai gencatan senjata saat ini berada dalam kondisi rapuh. Menurut Trump, Iran belum menunjukkan kesepakatan terkait program nuklirnya.

Oleh sebab itu, Trump memperingatkan situasi dapat berubah sewaktu-waktu jika negosiasi gagal mencapai titik temu.

Biaya Konflik Terus Naik

Selain ketegangan politik, biaya konflik juga terus meningkat. Pentagon mencatat biaya konflik terkait Iran kini mencapai hampir US$29 miliar atau sekitar Rp507 triliun.

Bahkan, Pentagon juga mencatat kenaikan sekitar US$4 miliar dibandingkan perkiraan dua pekan sebelumnya. Kenaikan itu muncul karena meningkatnya operasi militer dan pengamanan kawasan.

Negara Teluk Minta Penahanan Diri

Di tengah situasi tersebut, mantan diplomat Arab Saudi, Turki al-Faisal, meminta negara-negara Teluk menahan diri. Ia menilai perang besar dengan Iran dapat menghancurkan kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, fasilitas minyak, proyek ekonomi, dan infrastruktur penting berisiko menjadi sasaran serangan jika perang pecah.

Sementara itu, Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Qatar mulai memperkuat komunikasi regional. Mereka ingin menjaga stabilitas sekaligus menghindari konflik langsung dengan Iran.

Jika ketegangan terus meningkat, pengamat menilai kondisi ini dapat memengaruhi keamanan global dan harga energi dunia.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Polisi berjaga setelah kontak tembak dengan KKB di Dogiyai”

    Anggota KKB Nopison Tebai Tewas dalam Kontak Tembak

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Anggota KKB Nopison Tebai tewas setelah aparat kepolisian terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (10/5/2026). Bentrokan pecah ketika kelompok tersebut menyerang warga dan merusak kendaraan di jalur Trans Papua. Anggota KKB Nopison Tebai Tewas di Dogiyai Aparat kepolisian menewaskan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Nopison […]

  • penyimpangan anggaran Konawe di kantor pemerintah daerah Konawe Utara

    Anggaran Setda–Setwan Konut Disorot, Ampuh Sultra Minta Kejari Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    JAKARTA, nalarpubliknews.com – Penyimpangan anggaran Konawe kembali menarik perhatian publik setelah Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara mengungkap temuan terbaru. Kasus ini terjadi di Kabupaten Konawe Utara dan melibatkan pengelolaan anggaran di Sekretariat Daerah serta Sekretariat DPRD. Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan bahwa timnya menemukan indikasi penyimpangan sekitar Rp700 juta. Ia merinci dugaan […]

  • Aksi warga memprotes Jalan Rusak Lohia di ruas Mantobua-Korihi, Kabupaten Muna.

    Kesal Jalan Rusak Bertahun-Tahun, Warga Lohia Gelar Aksi dan Blokade Jalan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Warga Desa Mantobua dan Desa Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki jalan rusak yang selama bertahun-tahun menghambat aktivitas masyarakat. Koalisi Pemuda Kecamatan Lohia memimpin aksi tersebut dengan menggelar orasi, memblokade jalan, dan membakar ban di sejumlah titik. Aksi itu membuat kendaraan tidak dapat […]

  • hauling CPO PT TPM di Kecamatan Anggaberi

    PB.HAM SULTRA Soroti Aktivitas Hauling PT TPM, Infrastruktur Rusak – Pemda dan DPRD Diminta Bertindak

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 75
    • 1Komentar

    Konawe, nalarpubliknews.com – PB.HAM Sultra menyoroti aktivitas hauling PT TPM yang merusak jalan di Kecamatan Anggaberi. Kerusakan paling parah muncul di Kelurahan Lawulo, Unaasi, dan Toriki. Dampak Hauling terhadap Infrastruktur Ketua Umum PB.HAM Sultra, Muh. Supril, menilai truk pengangkut crude palm oil (CPO) memicu kerusakan jalan. Truk melintas setiap hari dengan muatan berat. Aktivitas ini […]

  • Sekjen PUSKOM Indonesia, Apriansyah, berbicara dalam forum diskusi terkait desakan pencopotan Kapolres Bombana atas dugaan tindakan represif terhadap mahasiswa.

    PUSKOM Indonesia Desak Kapolri Copot Kapolres Bombana Usai Dugaan Tindakan Represif terhadap Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 105
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pusat Studi Konstitusi Mahasiswa (PUSKOM) Indonesia menyatakan mosi tidak percaya kepada Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo. Sikap itu muncul setelah dugaan tindakan represif terhadap mahasiswa saat aksi demonstrasi di Kelurahan Kasipute, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (2/6/2026). PUSKOM Indonesia menilai dugaan tindakan tersebut mencederai prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin oleh Undang-Undang […]

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

expand_less