Kesal Jalan Rusak Bertahun-Tahun, Warga Lohia Gelar Aksi dan Blokade Jalan
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 124
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Warga yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Kecamatan Lohia menggelar aksi protes dan memblokade ruas jalan Mantobua-Korihi di Kabupaten Muna sebagai bentuk tuntutan perbaikan jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Nalarpubliknews.com – Sejumlah masyarakat dua desa di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna menggelar aksi unjuk rasa buntut tidak kunjung dibenahinya kondisi jalan yang rusak parah di wilayah itu. Selain berorasi, massa juga memblokade arus lalu lintas. Jalur wisata di daerah itu kini tidak bisa dilalui pengendara.
Massa aksi tersebut tergabung dalam Koalisi Pemuda Kecamatan Lohia. Mereka berasal dari Desa Mantobua dan Korihi. Kondisi jalan di dua desa ini memang terbilang memprihatinkan. Permukaan aspal di badan jalan hampir habis dan menyisakan lubang menganga disana sini. Melintas di jalur ini harus ekstra berhati-hati. Keselamatan pengendara pun menjadi taruhannya.
Jalur yang rusak parah ini sebenarnya menjadi akses utama menuju dua destinasi wisata unggulan di Kabupaten Muna yakni pantai Meleura dan Danau Napabale. Makanya, jalur ini menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat kecamatan Lohia.
Aksi protes tersebut mulai digelar pada Rabu, 27 Mei. Sejumlah pemuda secara bergantian berorasi disertai dengan aksi pembakaran ban. Sebuah kain juga dibentangkan di tengah jalan dengan tulisan ‘Bupati Muna tidak tahu cara membangun Muna’.
Koordinator lapangan, zainal Mantobua menyebut aksi tersebut mewakili aspirasi hampir seluruh masyarakat dan pengendara di wilayah itu yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan. Hal itu telah berlangsung bertahun-tahun. “Kami menilai pemerintah masih abai dan tidak memiliki upaya serius melakukan pembenahan,” katanya.
Zainal mengungkapkan, kondisi jalan yang rusak parah terlihat sepanjang ruas Mantobua – Korihi. Panjangnya sekitar 2 kilometer. Kerusakan ini sudah terjadi hampir 10 tahun. “Selama itu masyarakat sudah menderita,” paparnya.
Ia mengaku aksi protes akan dilakukan sampai pemerintah daerah menunjukan keseriusannya untuk melakukan pembenahan. Aksi hari ini dipastikan berkelanjutan sampai beberapa hari kedepan. Ia menilai, masyarakat tidak akan berdiam diri lagi. “Besok masih akan berlanjut, bahkan akses jalan ini akan kami tutup total,” terangnya.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar