Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Rendy Salim: Sorotan ke Kapolres Konsel Keliru, Persoalan PT WIN Ada di Pemerintah Pemberi Izin

Rendy Salim: Sorotan ke Kapolres Konsel Keliru, Persoalan PT WIN Ada di Pemerintah Pemberi Izin

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com – Aktivitas tambang PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, kembali memicu perhatian publik. Warga menilai aktivitas tambang yang berada dekat permukiman menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, Kamis (21/5/2026).

Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat terus menyoroti aktivitas PT WIN. Warga khawatir aktivitas pertambangan memengaruhi kondisi lingkungan hidup di wilayah lingkar tambang. Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait memperketat pengawasan terhadap aktivitas perusahaan tambang yang beroperasi di dekat kawasan permukiman.

Tokoh Pemuda Minta Masyarakat Tetap Bijak

Tokoh pemuda Konawe Selatan, Rendy Salim, meminta masyarakat tetap tenang dan objektif saat menyikapi polemik yang berkembang. Ia menegaskan masyarakat perlu memahami persoalan secara menyeluruh sebelum menyampaikan kritik.

“Kita harus menyikapi persoalan ini dengan bijak agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar Rendy kepada awak media.

Rendy menjelaskan PT WIN masih menjalankan aktivitas sesuai izin resmi perusahaan. Karena itu, aparat penegak hukum tidak dapat mengambil tindakan tanpa dasar hukum yang jelas.

“Penegak hukum akan bertindak jika menemukan pelanggaran atau aktivitas di luar izin perusahaan,” jelasnya.

Menurut Rendy, masyarakat sebaiknya mengarahkan perhatian kepada pihak yang memiliki kewenangan dalam penerbitan izin dan pengawasan aktivitas tambang. Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan aktivitas pertambangan tidak merugikan warga sekitar.

Pemerintah Harus Segera Evaluasi

Rendy juga meminta pemerintah dan instansi terkait segera mengevaluasi aktivitas tambang di sekitar permukiman warga. Menurutnya, pemerintah memegang tanggung jawab dalam pengawasan aktivitas pertambangan.

Ia mengaku sudah beberapa kali menyampaikan persoalan tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Lingkungan Hidup. Namun hingga kini, pemerintah belum menunjukkan langkah konkret.

“Saya sudah menyampaikan persoalan ini ke instansi terkait, tetapi sampai sekarang pemerintah belum mengambil tindakan nyata,” katanya.

Selain itu, Rendy berharap pemerintah daerah dapat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat di sekitar area tambang. Ia menilai langkah tersebut penting agar pemerintah memahami keresahan warga secara langsung.

Warga Khawatir Dampak Lingkungan

Masyarakat sekitar tambang terus menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencari solusi yang tepat.

Beberapa warga mengaku khawatir terhadap kondisi lingkungan jika aktivitas tambang terus berlangsung tanpa pengawasan ketat. Mereka berharap perusahaan memperhatikan dampak aktivitas tambang terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, masyarakat juga meminta perusahaan lebih terbuka dalam memberikan informasi terkait aktivitas operasional tambang. Warga ingin perusahaan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat agar polemik tidak terus berkembang.

Harapan Masyarakat untuk Solusi Bersama

Rendy kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh opini yang memicu kesalahpahaman publik. Ia mengajak semua pihak menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu langkah pemerintah dan instansi terkait.

“Saya berharap masyarakat tetap bijak dan tidak salah memahami persoalan PT WIN Konawe,” tutupnya.

Masyarakat Konawe Selatan kini berharap pemerintah, perusahaan, dan warga dapat mencari solusi bersama demi menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan kenyamanan lingkungan masyarakat.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ketegangan selat hormuz kapal tanker minyak jalur energi global

    Ancaman Trump soal Selat Hormuz Picu Balasan Keras Iran, Dampak Global Mulai Terasa

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 75
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Ketegangan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran. Situasi ini tidak hanya memperburuk hubungan kedua negara, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas energi dan keamanan kawasan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, langsung merespons dengan kritik tajam. Ia menilai kebijakan Washington yang menekan […]

  • Jepang gabung sistem pertahanan rudal Golden Dome Amerika Serikat

    Jepang Gabung Sistem Pertahanan Rudal Golden Dome AS untuk Perkuat Keamanan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Jepang mempertimbangkan untuk bergabung dalam sistem pertahanan rudal Golden Dome yang dikembangkan Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan nasional,” demikian laporan media Jepang Japan News mengutip sumber pemerintah.

  • proyek hilirisasi Prabowo saat rapat di Hambalang 2026

    Prabowo Perintahkan Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi US$6 Miliar Awal Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan peletakan batu pertama (groundbreaking) enam proyek hilirisasi strategis pada awal Februari 2026. Pemerintah menargetkan proyek tersebut segera masuk tahap konstruksi guna mendorong pertumbuhan industri bernilai tambah. Total investasi keenam proyek itu mencapai US$ 6 miliar atau sekitar Rp101,05 triliun. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan percepatan realisasi […]

  • koordinasi nasional Satgas ekonomi 8% bersama jajaran menteri di Jakarta.

    Satgas Ekonomi 8%: Prabowo Tunjuk Airlangga Ketua

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 31
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Presiden Prabowo Subianto membentuk Satgas ekonomi 8% untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 pada 11 Maret 2026 sebagai dasar kebijakan tersebut. Pemerintah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai ketua. Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ikut memperkuat koordinasi dalam tim. Peran […]

  • APNI Wanti-wanti Pasokan Nikel ke Smelter Terancam Usai Kuota Produksi RKAB 2026 Dipangkas

    APNI Wanti-wanti Pasokan Nikel ke Smelter Terancam Usai Kuota Produksi RKAB 2026 Dipangkas

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kuota produksi nikel 2026 memicu kekhawatiran pelaku industri. Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai kebijakan ini berpotensi mengganggu pasokan bijih ke smelter nasional. Kekhawatiran muncul setelah pemerintah hanya menyetujui sekitar 30% dari pengajuan produksi PT Vale Indonesia Tbk. Dampak Kuota Produksi Nikel 2026 ke Smelter Dewan Penasihat APNI, Djoko Widajatno, menilai pemangkasan […]

  • peringatan msci indonesia memicu volatilitas pasar saham di bursa efek jakarta

    Peringatan MSCI Jadi Momentum Perkuat Pasar Keuangan RI, Menkeu Optimistis

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai peringatan dari Morgan Stanley Capital International sebagai momentum strategis untuk memperkuat pasar keuangan. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan mampu menghadapi tekanan jangka pendek. Evaluasi MSCI Dorong Reformasi Pasar Mengutip Bloomberg, Purbaya menyampaikan pandangannya dalam forum Indonesia Economic Summit. Lebih lanjut, […]

expand_less