Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KOMADA Sultra Desak Investigasi PT DMS, Soroti Dugaan Pelanggaran Reklamasi dan AMDAL

KOMADA Sultra Desak Investigasi PT DMS, Soroti Dugaan Pelanggaran Reklamasi dan AMDAL

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, Nalarpubliknews.com – Konsorsium Mahasiswa dan Aktivis (KOMADA) Sulawesi Tenggara menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara, Senin (11/5/2026).

Massa aksi mendesak pemerintah daerah menyelidiki aktivitas tambang PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara.

KOMADA menyoroti dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang nikel perusahaan tersebut. Massa juga menilai perusahaan belum menjalankan reklamasi lahan bekas tambang secara maksimal.

Selain menggelar orasi, massa aksi membawa poster dan spanduk berisi tuntutan investigasi terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Lasolo. Massa meminta pemerintah daerah turun langsung ke lokasi tambang untuk memeriksa kondisi lingkungan sekitar area operasi perusahaan.

KOMADA Soroti Reklamasi Tambang

Koordinator Lapangan KOMADA, M. Aditya, mengatakan perusahaan membiarkan area bekas tambang tetap terbuka tanpa pemulihan lingkungan yang memadai.

Menurut dia, kondisi itu dapat memicu kerusakan lingkungan dalam jangka panjang. Ia menilai perusahaan harus segera menata kembali lahan bekas tambang agar tidak memicu erosi dan sedimentasi saat musim hujan.

“Area bekas tambang masih terbuka dan perusahaan belum melakukan pemulihan lingkungan secara memadai,” ujar Aditya saat aksi berlangsung.

Aditya juga menyoroti sedimentasi lumpur yang mengarah ke wilayah pesisir Teluk Lasolo. Aliran air hujan membawa lumpur menuju sungai dan laut.

Menurutnya, sedimentasi yang terus terjadi dapat memengaruhi kualitas air laut dan aktivitas masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.

“Pencemaran sedimentasi dapat menurunkan kualitas perairan dan mengganggu ekosistem laut di Teluk Lasolo,” katanya.

KOMADA Pertanyakan Fungsi Sediment Pond

Koordinator Lapangan KOMADA lainnya, M. Riyal, mempertanyakan pembangunan sediment pond atau kolam pengendap milik perusahaan.

Riyal menilai perusahaan harus memastikan fasilitas itu bekerja optimal untuk menahan sedimentasi tambang.

Ia mengaku menemukan dugaan pembuangan air tambang langsung ke perairan bebas saat melakukan pengamatan lapangan. Menurut dia, kondisi tersebut dapat memperbesar risiko pencemaran lingkungan di sekitar area pertambangan.

“Jika kondisi itu benar terjadi, pencemaran air dapat mengganggu ekosistem di sekitar wilayah tambang,” ujar Riyal.

Riyal juga meminta instansi terkait mengevaluasi sistem pengelolaan lingkungan perusahaan secara menyeluruh. Ia menilai pengawasan rutin perlu mencegah dampak lingkungan yang lebih besar.

Massa Desak Investigasi AMDAL

KOMADA meminta DLHK dan ESDM Sultra memeriksa dokumen AMDAL serta pelaksanaan reklamasi PT DMS.

Massa aksi juga berencana melaporkan persoalan tersebut ke Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM.

Selain itu, KOMADA meminta pemerintah pusat turun tangan untuk memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan lingkungan hidup dan pertambangan.

Massa aksi berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas jika menemukan pelanggaran dalam aktivitas operasional perusahaan.

Sampai berita ini terbit, pihak PT Dwimitra Multiguna Sejahtera belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa aksi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • prosedur penangkapan dalam mekanisme penahanan KUHAP 2025

    Prosedur Penahanan Diperketat dan Berlapis Dalam KUHAP Baru

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com — Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP membawa perubahan besar dalam mekanisme penahanan. Regulasi ini menekankan perlindungan hak asasi manusia dan kepastian hukum. Aparat penegak hukum (APH) kini harus mengikuti prosedur secara ketat sebelum membatasi kebebasan seseorang. Penetapan Tersangka Jadi Tahap Kunci APH menetapkan seseorang sebagai tersangka hanya jika memiliki minimal dua alat […]

  • pembagian tenant UMKM Kendari di kawasan eks MTQ

    Percobaan Pungli, Diskriminatif dan Nepotisme Dalam Pembagian Tenant UMKM di Eks MTQ Kendari, Ampuh Desak Gubernur Copot Dirut Perumda Sultra.

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 179
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sulawesi Tenggara menuai sorotan publik terkait pembagian tenant UMKM di kawasan eks MTQ Kendari. Sejumlah pihak menilai Perumda tidak menjalankan proses secara transparan. Dugaan pungutan liar (pungli), diskriminasi, dan nepotisme pun mencuat. Biaya Rp900 Ribu Picu Kritik Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara, Hendro Nilopo, mengkritik […]

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • "Penembakan di White House Correspondents' Dinner, tamu dan pejabat dievakuasi, keamanan bertindak cepat."

    Penembakan di White House Correspondents Dinner

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 81
    • 3Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Penembakan terjadi di Hotel Hilton Washington DC saat acara White House Correspondents’ Dinner berlangsung pada Sabtu (26/04/2026). Insiden ini memicu kepanikan dan memaksa Donald Trump bersama sejumlah pejabat tinggi segera meninggalkan lokasi. Tembakan Picu Kepanikan di Ballroom Tembakan terdengar dari luar ballroom utama ketika acara masih berlangsung. Agen Secret Service langsung berteriak […]

  • Djibouti pangkalan militer dunia dengan kehadiran AS dan China di kawasan strategis Bab el Mandeb

    Djibouti Jadi Rebutan Kekuatan Dunia, AS dan China Berebut Pengaruh di Jalur Perdagangan Vital

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Djibouti pangkalan militer dunia terus menjadi perhatian internasional. Negara kecil di Afrika Timur ini memainkan peran besar dalam dinamika geopolitik global. Letaknya yang strategis serta stabilitas politik yang relatif terjaga membuat banyak negara besar menempatkan pangkalan militer di wilayah tersebut. Djibouti Pangkalan Militer Dunia dan Letak Geografis Strategis Djibouti berada di kawasan […]

  • “Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara”

    “Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara”

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com — Juru Bicara Adrian Moita menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Ia menyampaikan pernyataan tersebut berdasarkan analisis data dan pengalaman sejumlah daerah penghasil SDA di Indonesia. Adrian menjelaskan bahwa kekayaan SDA tidak selalu menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, tata kelola yang lemah justru memicu berbagai persoalan ekonomi, sosial, […]

expand_less