Gerindra Desak Investigasi Serangan UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Gugur
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
- visibility 117
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Investigasi serangan UNIFIL menjadi perhatian serius setelah insiden di Lebanon Selatan menewaskan tiga prajurit TNI. Oleh karena itu, Fraksi Partai Gerindra DPR RI mendesak langkah cepat dan transparan untuk mengungkap fakta.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, mengecam keras serangan tersebut. Ia menilai tindakan itu melanggar hukum humaniter internasional. Selain itu, ia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian tidak dapat dibenarkan.
Menurutnya, investigasi serangan UNIFIL harus menjadi prioritas utama. Oleh sebab itu, semua pihak perlu membuka data secara jelas agar proses berjalan objektif.
“Serangan terhadap pasukan perdamaian merusak upaya stabilitas kawasan,” ujarnya.
Tiga Prajurit TNI Gugur
Dalam insiden itu, tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas. Pertama, Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon tewas akibat proyektil di Ett Taibe. Kemudian, Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan meninggal akibat ledakan konvoi logistik di dekat Bani Haiyyan.
Selain itu, Fraksi Gerindra menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Mereka juga menilai para prajurit tersebut sebagai putra terbaik bangsa.
Dorongan Investigasi Serangan UNIFIL Transparan
Selanjutnya, Fraksi Gerindra meminta pemerintah segera bergerak. Mereka mendorong Kementerian Luar Negeri untuk berkoordinasi dengan UNIFIL.
Di sisi lain, Budisatrio menekankan pentingnya transparansi. Ia berharap investigasi serangan UNIFIL dapat mengungkap penyebab kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap pasukan perdamaian harus menjadi prioritas. Dengan demikian, kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
Dukungan untuk Langkah PBB
Sementara itu, Fraksi Gerindra mendukung langkah pemerintah Indonesia di tingkat internasional. Pemerintah telah meminta United Nations untuk menggelar rapat darurat Dewan Keamanan.
Langkah tersebut bertujuan menekan eskalasi konflik. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu melindungi warga sipil dan pasukan penjaga perdamaian.
Pada akhirnya, Budisatrio menegaskan bahwa komunitas internasional harus bertindak tegas. Oleh karena itu, dunia tidak boleh membiarkan serangan terhadap pasukan perdamaian terus berulang.
Ia juga menambahkan bahwa Indonesia akan terus berperan aktif dalam misi perdamaian dunia. Namun demikian, keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa diabaikan.

Saat ini belum ada komentar