Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » PUSKOM Indonesia Desak Kapolri Copot Kapolres Bombana Usai Dugaan Tindakan Represif terhadap Mahasiswa

PUSKOM Indonesia Desak Kapolri Copot Kapolres Bombana Usai Dugaan Tindakan Represif terhadap Mahasiswa

  • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pusat Studi Konstitusi Mahasiswa (PUSKOM) Indonesia menyatakan mosi tidak percaya kepada Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo. Sikap itu muncul setelah dugaan tindakan represif terhadap mahasiswa saat aksi demonstrasi di Kelurahan Kasipute, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (2/6/2026).

PUSKOM Indonesia menilai dugaan tindakan tersebut mencederai prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Organisasi itu mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk mengevaluasi sekaligus mencopot AKBP Eko Sutomo dari jabatannya.

PUSKOM Soroti Dugaan Tindakan Represif

Sekretaris Jenderal PUSKOM Indonesia, Apriansyah, menyebut dugaan pencekikan terhadap mahasiswa, perampasan alat demonstrasi, dan intimidasi fisik sebagai persoalan serius.

“Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa. Aparat penegak hukum seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, termasuk mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai. Karena itu, kami meminta tindakan tegas dan transparan atas dugaan pelanggaran tersebut,” kata Apriansyah.

PUSKOM Indonesia berencana membawa dokumentasi video dan bukti pendukung lainnya ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Organisasi itu berharap Propam Polri menindaklanjuti laporan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain mendesak pencopotan Kapolres Bombana, PUSKOM Indonesia meminta Propam Polri memeriksa dugaan pelanggaran etik dan disiplin secara menyeluruh.

PUSKOM Desak Kapolri Copot Kapolres Bombana

Apriansyah menegaskan PUSKOM Indonesia tidak lagi menuntut permohonan maaf dari Kapolres Bombana. Menurutnya, dugaan tindakan terhadap mahasiswa memerlukan langkah tegas dari institusi kepolisian.

“Kami tidak lagi menuntut permohonan maaf. Kami menuntut AKBP Eko Sutomo mundur dari jabatannya tanpa kompromi,” tegas Apriansyah.

Ia juga mengkritik keras dugaan tindakan Kapolres Bombana saat aksi berlangsung. Menurut Apriansyah, dugaan pencekikan terhadap mahasiswa, perampasan alat demonstrasi, dan intimidasi fisik bertentangan dengan tugas aparat kepolisian.

“Ini adalah watak asli seorang pecundang yang alergi terhadap demokrasi. Tidak ada tempat bagi perwira yang berperilaku preman di institusi Polri. Ini bukan insiden tunggal. Dia berulang kali menunjukkan sikap arogan. Sebelumnya, dia diduga menghalangi gerakan rakyat dan mahasiswa yang memperjuangkan hak masyarakat Bombana. Dia gagal menjalankan amanat konstitusi dan justru mengancam kebebasan berpendapat,” ujar Apriansyah.

Penanganan Kasus Jadi Ujian Polri

PUSKOM Indonesia menilai aparat harus menangani aksi penyampaian aspirasi secara profesional dan proporsional. Aparat juga harus menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat.

Organisasi itu menyebut penanganan kasus ini sebagai tolok ukur komitmen Polri dalam menjaga profesionalisme serta melindungi ruang demokrasi.

PUSKOM Indonesia menyatakan siap menggalang konsolidasi lebih luas apabila institusi kepolisian mengabaikan tuntutan mereka.

“Jika Polri mengabaikan tuntutan kami untuk mencopot Kapolres Bombana, PUSKOM Indonesia akan menginstruksikan seluruh jaringan konstituen di Indonesia untuk turun ke jalan dan menyuarakan mosi tidak percaya secara masif hingga AKBP Eko Sutomo dicopot dari jabatannya,” kata Apriansyah.

PUSKOM Indonesia berharap Kapolri segera mengambil langkah konkret untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Organisasi itu juga meminta Polri memproses setiap dugaan pelanggaran aparat secara transparan sesuai aturan yang berlaku.

Sampai redaksi menerbitkan berita ini, Polres Bombana belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan PUSKOM Indonesia. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

  • Penulis: Arin Fahrul Sanjaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transparansi Anggaran HUT Konawe oleh HMI

    HMI Cabang Konawe Soroti Anggaran HUT ke-66 Konawe, Dorong Transparansi dan Pengawasan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 128
    • 2Komentar

    JAKARTA, Nalarpubliknews.com – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Konawe, Ripaldi, menyoroti anggaran perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe yang mencapai Rp2,8 miliar. Ia menilai angka tersebut cukup besar dan memicu pertanyaan publik. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menjelaskan alasan penetapan anggaran tersebut. Apalagi, pemerintah pusat saat ini sedang mendorong efisiensi belanja daerah. Dinilai Tidak […]

  • DPD Corak Konkep: Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

    DPD Corak Konkep: Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Dewan Pimpinan Daerah Corong Aspirasi Rakyat Konawe Kepulauan (DPD CORAK KONKEP) menegaskan akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bentuk dorongan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Jembatan Gantung Tumburano di Kabupaten Konawe Kepulauan. (05/06/2025). […]

  • Mahasiswa KAJI dan IPMKU menggelar aksi mendesak evaluasi Kapolres Konawe Utara di depan Mabes Polri Jakarta.

    KAJI dan IPMKU-Jakarta Desak Kapolri Evaluasi Kapolres Konawe Utara, Soroti Dugaan Lemahnya Penegakan Hukum

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Akademik dan Jaringan Intelektual (KAJI) bersama Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara-Jakarta (IPMKU-Jakarta) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam aksinya, para demonstran mendesak Kapolri untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Konawe Utara dan mengambil langkah […]

  • Spanduk tuntutan dalam demo Kades Aopa terkait dana desa

    Puluhan Massa Aksi Demonstrasi, Desak Penegak Hukum Periksa Kades Aopa

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kendari, Nalarpubliknews.com – Dugaan korupsi dana desa Aopa kembali mencuat setelah puluhan warga yang tergabung dalam Konsorsium Pemuda dan Masyarakat Anti Korupsi Desa Aopa menggelar aksi demonstrasi di Kendari, Rabu. Mereka menuntut aparat penegak hukum segera mengusut dugaan korupsi dana desa Aopa yang diduga terjadi dalam pengelolaan anggaran desa. Warga Laporkan ke Kejati dan Polda […]

  • Strategi Baru Iran Hadapi AS dan Israel, Mojtaba Khamenei Tegaskan Kesiapan Militer

    Strategi Baru Iran Hadapi AS dan Israel, Mojtaba Khamenei Tegaskan Kesiapan Militer

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 81
    • 2Komentar

    JAKARTA, Nalarpubliknews.com – Strategi baru Iran kembali menjadi perhatian internasional setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengumumkan langkah terbaru menghadapi Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah dan kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih besar. Strategi Baru Iran Jadi Fokus Pertahanan Nasional Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba […]

  • "Penembakan di White House Correspondents' Dinner, tamu dan pejabat dievakuasi, keamanan bertindak cepat."

    Penembakan di White House Correspondents Dinner

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 81
    • 3Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Penembakan terjadi di Hotel Hilton Washington DC saat acara White House Correspondents’ Dinner berlangsung pada Sabtu (26/04/2026). Insiden ini memicu kepanikan dan memaksa Donald Trump bersama sejumlah pejabat tinggi segera meninggalkan lokasi. Tembakan Picu Kepanikan di Ballroom Tembakan terdengar dari luar ballroom utama ketika acara masih berlangsung. Agen Secret Service langsung berteriak […]

expand_less