Gam Sultra Desak Penindakan, Warga Disebut Siap Hentikan Operasional PT.RSK Jika Masih Beroperasi
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- visibility 215
- comment 0 komentar
- print Cetak

Abdi Setyawan (Koordinator Gam Sultra)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Konawe, Nalarpubliknews.com ||Batching plant ilegal Konawe menjadi perhatian serius Gerakan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GAM Sultra). Mereka menilai PT Razka Sarana Konstruksi tetap menjalankan operasional meski belum mengantongi izin lengkap. Situasi ini memicu kekhawatiran publik karena aktivitas industri semestinya tunduk pada aturan yang berlaku.
Warga sekitar mulai mempertanyakan sikap aparat. Mereka melihat aktivitas produksi tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya pembiaran.
Fakta RDP DPRD Konawe
DPRD Konawe membahas persoalan ini melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, pihak perusahaan tidak hadir dalam forum tersebut. Dinas terkait justru mengakui bahwa dokumen perizinan belum lengkap.
Ketiadaan perusahaan dalam forum resmi menimbulkan tanda tanya. Di sisi lain, pemerintah daerah terlihat belum mengambil langkah tegas. Hal ini memperkuat dugaan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas usaha di lapangan.
Dampak Lingkungan dan Risiko Sosial
Aktivitas produksi beton berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Debu dari proses pencampuran material dapat menyebar ke permukiman warga. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko mengganggu kesehatan masyarakat.
Selain itu, lalu lintas kendaraan berat seperti mobil molen semakin padat. Kendaraan ini sering melintas di jalan umum yang juga digunakan warga. Akibatnya, risiko kecelakaan meningkat dan kenyamanan pengguna jalan menurun.
Dari sisi ekonomi, potensi kerugian daerah juga tidak bisa diabaikan. Operasional tanpa izin berpotensi menghindari kewajiban pajak dan retribusi. Hal ini dapat mengurangi pendapatan daerah yang seharusnya digunakan untuk pembangunan.
Desakan Penegakan Hukum
GAM Sultra meminta aparat segera bertindak. Mereka menilai persoalan ini tidak lagi sebatas administrasi. Koordinator GAM Sultra, Abdi Setyawan, menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan tanpa kompromi.
Menurutnya, pembiaran terhadap aktivitas seperti ini dapat menjadi preseden buruk. Perusahaan lain bisa saja meniru pola serupa jika tidak ada tindakan tegas.
Rencana Aksi dan Tekanan Publik
Sebagai bentuk protes, GAM Sultra menyiapkan aksi unjuk rasa. Mereka juga mempertimbangkan pemalangan lokasi operasional jika kegiatan tetap berjalan.
Langkah ini bertujuan meningkatkan tekanan publik. Selain itu, aksi tersebut menjadi bentuk kontrol sosial agar aparat tidak mengabaikan persoalan yang terjadi.
Pentingnya Transparansi dan Pengawasan
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam proses perizinan usaha. Pemerintah daerah perlu membuka informasi kepada publik agar tidak muncul kecurigaan.
Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten. Aparat perlu memastikan setiap perusahaan mematuhi aturan sebelum menjalankan operasional.
Dampak Jangka Panjang bagi Daerah
Jika tidak ditangani, persoalan ini dapat berdampak luas. Lingkungan yang rusak akan sulit dipulihkan. Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa menurun.
Iklim investasi juga dapat terganggu. Investor yang patuh aturan bisa merasa dirugikan jika ada perusahaan yang beroperasi tanpa izin namun tetap dibiarkan.
Kasus batching plant ilegal Konawe menegaskan pentingnya penegakan hukum yang konsisten. Pemerintah dan aparat harus bertindak cepat agar masalah tidak semakin meluas.
Jika semua pihak menjalankan perannya dengan baik, maka keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan masyarakat dapat terjaga.
Konawe, Nalarpubliknews.com ||Batching plant ilegal Konawe menjadi perhatian serius Gerakan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GAM Sultra). Mereka menilai PT Razka Sarana Konstruksi tetap menjalankan operasional meski belum mengantongi izin lengkap. Situasi ini memicu kekhawatiran publik karena aktivitas industri semestinya tunduk pada aturan yang berlaku.
Warga sekitar mulai mempertanyakan sikap aparat. Mereka melihat aktivitas produksi tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya pembiaran.
Fakta RDP DPRD Konawe
DPRD Konawe membahas persoalan ini melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, pihak perusahaan tidak hadir dalam forum tersebut. Dinas terkait justru mengakui bahwa dokumen perizinan belum lengkap.
Ketiadaan perusahaan dalam forum resmi menimbulkan tanda tanya. Di sisi lain, pemerintah daerah terlihat belum mengambil langkah tegas. Hal ini memperkuat dugaan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas usaha di lapangan.
Dampak Lingkungan dan Risiko Sosial
Aktivitas produksi beton berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Debu dari proses pencampuran material dapat menyebar ke permukiman warga. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko mengganggu kesehatan masyarakat.
Selain itu, lalu lintas kendaraan berat seperti mobil molen semakin padat. Kendaraan ini sering melintas di jalan umum yang juga digunakan warga. Akibatnya, risiko kecelakaan meningkat dan kenyamanan pengguna jalan menurun.
Dari sisi ekonomi, potensi kerugian daerah juga tidak bisa diabaikan. Operasional tanpa izin berpotensi menghindari kewajiban pajak dan retribusi. Hal ini dapat mengurangi pendapatan daerah yang seharusnya digunakan untuk pembangunan.
Desakan Penegakan Hukum
GAM Sultra meminta aparat segera bertindak. Mereka menilai persoalan ini tidak lagi sebatas administrasi. Koordinator GAM Sultra, Abdi Setyawan, menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan tanpa kompromi.
Menurutnya, pembiaran terhadap aktivitas seperti ini dapat menjadi preseden buruk. Perusahaan lain bisa saja meniru pola serupa jika tidak ada tindakan tegas.
Rencana Aksi dan Tekanan Publik
Sebagai bentuk protes, GAM Sultra menyiapkan aksi unjuk rasa. Mereka juga mempertimbangkan pemalangan lokasi operasional jika kegiatan tetap berjalan.
Langkah ini bertujuan meningkatkan tekanan publik. Selain itu, aksi tersebut menjadi bentuk kontrol sosial agar aparat tidak mengabaikan persoalan yang terjadi.
Pentingnya Transparansi dan Pengawasan
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam proses perizinan usaha. Pemerintah daerah perlu membuka informasi kepada publik agar tidak muncul kecurigaan.
Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten. Aparat perlu memastikan setiap perusahaan mematuhi aturan sebelum menjalankan operasional.
Dampak Jangka Panjang bagi Daerah
Jika tidak ditangani, persoalan ini dapat berdampak luas. Lingkungan yang rusak akan sulit dipulihkan. Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa menurun.
Iklim investasi juga dapat terganggu. Investor yang patuh aturan bisa merasa dirugikan jika ada perusahaan yang beroperasi tanpa izin namun tetap dibiarkan.
Kasus batching plant ilegal Konawe menegaskan pentingnya penegakan hukum yang konsisten. Pemerintah dan aparat harus bertindak cepat agar masalah tidak semakin meluas.
Jika semua pihak menjalankan perannya dengan baik, maka keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan masyarakat dapat terjaga.
Konawe, Nalarpubliknews.com ||Batching plant ilegal Konawe menjadi perhatian serius Gerakan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GAM Sultra). Mereka menilai PT Razka Sarana Konstruksi tetap menjalankan operasional meski belum mengantongi izin lengkap. Situasi ini memicu kekhawatiran publik karena aktivitas industri semestinya tunduk pada aturan yang berlaku.
Warga sekitar mulai mempertanyakan sikap aparat. Mereka melihat aktivitas produksi tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya pembiaran.
Fakta RDP DPRD Konawe
DPRD Konawe membahas persoalan ini melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, pihak perusahaan tidak hadir dalam forum tersebut. Dinas terkait justru mengakui bahwa dokumen perizinan belum lengkap.
Ketiadaan perusahaan dalam forum resmi menimbulkan tanda tanya. Di sisi lain, pemerintah daerah terlihat belum mengambil langkah tegas. Hal ini memperkuat dugaan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas usaha di lapangan.
Dampak Lingkungan dan Risiko Sosial
Aktivitas produksi beton berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Debu dari proses pencampuran material dapat menyebar ke permukiman warga. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko mengganggu kesehatan masyarakat.
Selain itu, lalu lintas kendaraan berat seperti mobil molen semakin padat. Kendaraan ini sering melintas di jalan umum yang juga digunakan warga. Akibatnya, risiko kecelakaan meningkat dan kenyamanan pengguna jalan menurun.
Dari sisi ekonomi, potensi kerugian daerah juga tidak bisa diabaikan. Operasional tanpa izin berpotensi menghindari kewajiban pajak dan retribusi. Hal ini dapat mengurangi pendapatan daerah yang seharusnya digunakan untuk pembangunan.
Desakan Penegakan Hukum
GAM Sultra meminta aparat segera bertindak. Mereka menilai persoalan ini tidak lagi sebatas administrasi. Koordinator GAM Sultra, Abdi Setyawan, menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan tanpa kompromi.
Menurutnya, pembiaran terhadap aktivitas seperti ini dapat menjadi preseden buruk. Perusahaan lain bisa saja meniru pola serupa jika tidak ada tindakan tegas.
Rencana Aksi dan Tekanan Publik
Sebagai bentuk protes, GAM Sultra menyiapkan aksi unjuk rasa. Mereka juga mempertimbangkan pemalangan lokasi operasional jika kegiatan tetap berjalan.
Langkah ini bertujuan meningkatkan tekanan publik. Selain itu, aksi tersebut menjadi bentuk kontrol sosial agar aparat tidak mengabaikan persoalan yang terjadi.
Pentingnya Transparansi dan Pengawasan
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam proses perizinan usaha. Pemerintah daerah perlu membuka informasi kepada publik agar tidak muncul kecurigaan.
Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten. Aparat perlu memastikan setiap perusahaan mematuhi aturan sebelum menjalankan operasional.
Dampak Jangka Panjang bagi Daerah
Jika tidak ditangani, persoalan ini dapat berdampak luas. Lingkungan yang rusak akan sulit dipulihkan. Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa menurun.
Iklim investasi juga dapat terganggu. Investor yang patuh aturan bisa merasa dirugikan jika ada perusahaan yang beroperasi tanpa izin namun tetap dibiarkan.
Kasus batching plant ilegal Konawe menegaskan pentingnya penegakan hukum yang konsisten. Pemerintah dan aparat harus bertindak cepat agar masalah tidak semakin meluas.
Jika semua pihak menjalankan perannya dengan baik, maka keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan masyarakat dapat terjaga.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.nalarpubliknews.com

Saat ini belum ada komentar