Dukungan Mengalir untuk Pendidikan Konawe, Dinas Pendidikan Diharap Lebih Responsif
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 75
- comment 0 komentar
- print Cetak

Arin Fahrul Sanjaya, Eksekutif Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka, menyampaikan pandangannya terkait pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Konawe serta adaptasi pembelajaran di era digital.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Konawe, (Nalarpubliknews.com) – Mahasiswa terus mendorong percepatan digitalisasi pendidikan Konawe. Selain itu, berbagai kalangan ikut memberi perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Arin Fahrul Sanjaya, Eksekutif Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka, menegaskan peran penting Dinas Pendidikan dalam mempercepat digitalisasi pendidikan Konawe. Ia menilai kemajuan pendidikan harus muncul dari tindakan nyata, bukan hanya kebijakan di atas kertas.
Ia juga melihat sejumlah kendala yang masih menghambat proses tersebut. Kendala itu meliputi pemerataan kualitas pendidikan, keterbatasan fasilitas, serta kompetensi tenaga pendidik yang belum merata. Oleh karena itu, langkah konkret perlu segera dilakukan agar perubahan bisa dirasakan langsung oleh siswa dan guru.
“Dinas Pendidikan perlu merespons kebutuhan lapangan dengan cepat. Langkah tepat akan mendorong pemerataan kualitas pendidikan,” ujar Arin.
Dampak Digitalisasi terhadap Minat Belajar
Arin menyoroti pengaruh digitalisasi pendidikan Konawe terhadap minat belajar siswa, terutama di tingkat SD dan SMP. Ia menjelaskan bahwa penggunaan gadget dan media sosial terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kondisi ini mengubah pola belajar anak secara signifikan. Tanpa pengelolaan yang baik, teknologi dapat menurunkan minat belajar. Namun, pemanfaatan yang tepat justru mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan membuat materi lebih mudah dipahami.
Selain itu, lingkungan belajar juga perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sekolah tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi perlu menggabungkannya dengan pendekatan digital yang lebih interaktif.
Penguatan Integrasi Teknologi
Oleh karena itu, Arin mendorong Dinas Pendidikan memperkuat digitalisasi pendidikan Konawe melalui integrasi teknologi dalam pembelajaran.
Sekolah dapat memanfaatkan media digital interaktif, aplikasi pembelajaran, serta platform edukasi berbasis online. Selain itu, guru perlu mengikuti pelatihan secara berkala agar mampu menggunakan teknologi secara optimal dalam proses belajar mengajar.
Dengan langkah tersebut, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih menarik, efektif, dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Evaluasi dan Kolaborasi
Arin juga mendorong evaluasi program pendidikan secara menyeluruh. Evaluasi ini memastikan setiap kebijakan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Ia mengajak Dinas Pendidikan membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Kolaborasi ini dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menghadirkan solusi yang lebih inovatif.
“Kolaborasi harus diperkuat. Kami siap memberi kontribusi nyata untuk mendorong digitalisasi pendidikan Konawe,” tegasnya.
Harapan ke Depan
Mahasiswa berharap Dinas Pendidikan Konawe meningkatkan kinerja secara konsisten. Kebijakan yang adaptif dan inovatif akan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Dengan langkah yang tepat, digitalisasi pendidikan Konawe tidak hanya menjawab tantangan era digital, tetapi juga menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Muh. Nur Alim

Saat ini belum ada komentar