Arab Saudi Rilis Pedoman Operasional Umrah Ramadan 2026, Fokus Kendali Kerumunan Masjidil Haram
- account_circle Arin Fahrul Sanjaya
- calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
- visibility 174
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jamaah umrah memadati Masjidil Haram di Makkah saat Ramadan 2026, seiring penerapan pedoman operasional Arab Saudi untuk pengendalian kerumunan, pengaturan transportasi, serta prioritas layanan bagi lansia dan penyandang disabilitas. dok-AI npn
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makkah, (Nalarpubliknews.com) || Pemerintah Arab Saudi merilis pedoman operasional komprehensif untuk menghadapi lonjakan jamaah umrah selama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kebijakan ini menitikberatkan pengendalian kerumunan di Masjidil Haram, pengaturan transportasi, serta peningkatan standar kesehatan dan keselamatan.
Pemerintah menyusun kebijakan ini untuk memastikan jamaah dapat beribadah dengan lancar, aman, dan tertib, terutama saat sepuluh malam terakhir Ramadan yang selalu memicu lonjakan signifikan.
Sistem Digital Atur Kepadatan Jamaah
Otoritas Arab Saudi mengoperasikan sistem indikator digital di setiap pintu masuk Masjidil Haram. Petugas menggunakan lampu hijau untuk menandakan kapasitas masih tersedia, sedangkan lampu merah menunjukkan area sudah penuh sehingga jamaah harus menunggu.
Otoritas juga mengalokasikan area mataf ruang terbuka di sekitar Ka’bah khusus bagi jamaah yang melaksanakan umrah sepanjang hari. Kebijakan ini menjaga kelancaran arus tawaf dan mencegah penumpukan di titik utama.
Transportasi Diatur Ketat di Kawasan Pusat
Pemerintah melarang kendaraan pribadi memasuki kawasan sekitar Masjidil Haram selama jam sibuk. Petugas mengarahkan jamaah untuk menggunakan transportasi publik seperti bus, taksi resmi, dan kereta cepat Haramain High Speed Railway menuju Stasiun Rusayfah.
Pemerintah menyediakan area parkir di Kuday dan Al-Jamarat bagi jamaah yang membawa kendaraan pribadi. Selain itu, otoritas menyiapkan kantong parkir tambahan di jalur tol Jeddah dan Al-Hada untuk mengurangi kepadatan pusat kota.
Lansia dan Difabel Dapat Layanan Prioritas
Pemerintah menyediakan jalur prioritas bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas di sejumlah titik strategis. Petugas juga mengoperasikan gerobak listrik di lantai satu Masjidil Haram untuk membantu jamaah menjalankan tawaf dan sa’i.
Otoritas mengimbau keluarga agar tidak membawa anak-anak ke area padat, khususnya saat waktu salat puncak. Imbauan ini bertujuan menjaga keselamatan dan kenyamanan ibadah.
Pemerintah Perketat Aturan Keamanan dan Kesehatan
Pemerintah mewajibkan setiap jamaah memiliki izin umrah berbasis digital. Petugas melarang aktivitas yang menghambat arus jamaah, seperti membawa barang berlebihan, merokok, berdagang, dan mengemis di area masjid.
Otoritas juga melarang sepeda motor dan sepeda melintas di jalur pejalan kaki. Selain itu, petugas mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi fisik, mencukupi kebutuhan cairan, serta mematuhi arahan di lapangan agar ibadah berjalan aman dan lancar.
- Penulis: Arin Fahrul Sanjaya
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Gulf News edisi 21 Februari 2026

Saat ini belum ada komentar