Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Bareskrim dan Ditjen Minerba Soroti Dugaan Pelanggaran PT Ifishdeco

Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Bareskrim dan Ditjen Minerba Soroti Dugaan Pelanggaran PT Ifishdeco

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Mahasiswa menggelar demo kasus Ifishdeco di kantor Bareskrim Polri dan Ditjen Minerba pada 10 April 2026. Mereka menuntut aparat mengusut dugaan pelanggaran tambang nikel di Kecamatan Tinanggea.

Massa aksi menilai PT Ifishdeco beroperasi di luar wilayah izin usaha pertambangan (IUP). Mereka juga menyebut perusahaan memasuki lahan enklaf milik warga.

Aktivitas itu merusak tanaman dan mengganggu ruang hidup masyarakat. Warga selama ini menggantungkan ekonomi pada sektor pertanian.

Dugaan Pelanggaran Tambang Ifishdeco

Eksekutif Nusantara Forest Watch, Arin Fahrul Sanjaya, menyatakan dugaan pelanggaran mencakup aspek hukum dan lingkungan. Ia menegaskan aktivitas di luar IUP melanggar Undang-Undang Minerba.

Arin juga menyoroti aktivitas produksi tanpa dokumen RKAB. Ia menegaskan perusahaan wajib mengantongi RKAB sebelum memulai produksi.

“Produksi tanpa RKAB merupakan pelanggaran serius,” kata Arin.

Mahasiswa juga menyoroti perusakan lahan tanpa persetujuan warga. Mereka menilai tindakan itu melanggar hak atas tanah dan ruang hidup.

Tuntutan Demo Mahasiswa Ifishdeco

Perwakilan Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum, Rendy Salim, mendesak aparat bertindak cepat. Ia menegaskan kasus ini bukan sekadar persoalan administrasi.

“Ini dugaan pelanggaran hukum serius. Negara harus hadir,” ujar Rendy.

Melalui demo mahasiswa Ifishdeco, massa mendesak Bareskrim dan Ditjen Minerba melakukan investigasi menyeluruh. Mereka juga menuntut sanksi tegas jika pelanggaran terbukti.

Dampak Lingkungan yang Disorot

Mahasiswa menilai aktivitas tambang merusak lingkungan. Tambang terbuka memicu sedimentasi sungai dan mencemari air.

Kegiatan itu juga merusak daerah aliran sungai. Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir dan longsor.

Aksi Akan Terus Berlanjut

Mahasiswa menjadikan aksi ini sebagai langkah awal. Mereka akan terus mengawal kasus ini sampai pemerintah mengambil tindakan.

“Kami akan terus bergerak sampai ada penegakan hukum,” tegas Rendy.

  • Penulis: Adrian Moita
  • Editor: Muh. Nur Alim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • aktivitas tambang nikel Wawonii di Sulawesi Tenggara

     Izin Tambang Nikel di Pulau Wawonii Disorot: Reski Nandar Sebut Pemerintah Abaikan Hukum dan Ancam Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 271
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) – Kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menuai sorotan. Kali ini, Reski Nandar, mahasiswa asal Wawonii, secara terbuka mengkritik penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) nikel di Pulau Wawonii. Menurutnya, kebijakan tersebut bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. […]

  • Diduga Tambang Nikel di Luar IUP, Operasi PT Paramitha Persada Tama Disorot: Program PPM Disebut Tak Berjalan Bertahun-tahun

    Diduga Tambang Nikel di Luar IUP, Operasi PT Paramitha Persada Tama Disorot: Program PPM Disebut Tak Berjalan Bertahun-tahun

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Konawe Utara, nalarpubliknews.com – Isu tambang nikel Konawe Utara kembali mencuat setelah temuan lapangan mengarah pada aktivitas penambangan di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP). PT Paramitha Persada Tama di Kecamatan Lasolo Kepulauan kini menghadapi sorotan publik. Tim GreenSutera Indonesia mengungkap dugaan ini melalui investigasi langsung. Mereka mengumpulkan data lapangan dan mencatat kesaksian warga lingkar […]

  • refund KAI longsor Sasaksaat evakuasi lokomotif terdampak di Bandung Barat

    KAI Beri Refund 100% Akibat Longsor Sasaksaat, Penumpang Juga Disiapkan Bus Alternatif

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 114
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Refund KAI longsor Sasaksaat menjadi langkah cepat dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung saat longsor menutup jalur Maswati Sasaksaat di Bandung Barat. Peristiwa tersebut menghentikan perjalanan kereta dan memicu pembatalan sejumlah jadwal penting. Untuk merespons kondisi itu, KAI langsung memberi kepastian layanan kepada penumpang. Perusahaan mengembalikan dana tiket secara […]

  • China Bakal Jadi Raksasa Laut 2026, Dominasi AS Terancam

    China Bakal Jadi Raksasa Laut 2026, Dominasi AS Terancam

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 1.254
    • 0Komentar

    Modernisasi militer China menunjukkan pergeseran menuju kekuatan udara laut yang lebih tangguh dan mampu beroperasi jauh dari wilayah daratan utamanya

  • cadangan minyak China mencapai 1,5 miliar barel di fasilitas penyimpanan strategis

    Cadangan Minyak China Capai Rekor 1,5 Miliar Barel

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Ilustrasi fasilitas penyimpanan cadangan minyak China yang mencapai sekitar 1,5 miliar barel.

  • narkoba Konawe Utara semakin marak di wilayah Konut

    Narkoba Tumbuh Subur, Ampuh Sultra Desak Kapolres Konut Dicopot

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 90
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Konawe Utara kian memprihatinkan. Nyaris semua kecamatan diduga telah tersusupi oleh pengedar sabu-sabu. Menanggapi hal itu, Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Nilopo angkat bicara. Ia menyayangkan sampai saat ini Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara (Konut) belum mampu membongkar gembong utama pemasok narkoba […]

expand_less