Jakarta, (Nalarpubliknews.com) || Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membuka peluang kerja sama teknologi pertahanan dengan negara Timur Tengah. Ia juga mengincar dukungan dana untuk memperkuat militernya.
Laporan Reuters menyebut Ukraina mengirim tiga tim ahli drone ke kawasan Teluk. Tim ini membantu negara mitra menghadapi ancaman drone kamikaze.
Tim Ukraina fokus pada drone Shahed yang diduga berasal dari Iran. Mereka menganalisis sistem pertahanan dan melatih operator lokal.
Zelenskyy menyebut tim bekerja di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Mereka juga mengunjungi pangkalan militer AS di Yordania.
Tim berbagi pengalaman tempur secara langsung. Mereka menunjukkan cara menghadapi serangan drone secara efektif.
Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak terlibat konflik Timur Tengah. Ukraina hanya memberi bantuan teknis.
Ukraina Kejar Dukungan Dana
Zelenskyy membuka peluang kerja sama jangka panjang. Ia mendorong negara mitra ikut mendukung pendanaan dan teknologi.
Ukraina menghadapi serangan drone hampir setiap malam. Rusia terus melancarkan tekanan dari udara.
Kyiv memakai drone pencegat murah dan sistem pengacau sinyal. Teknologi ini mampu menjatuhkan drone sebelum mencapai target.
Sejumlah negara di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah juga meminta bantuan serupa.
Namun Presiden AS Donald Trump menilai negaranya tidak membutuhkan bantuan Ukraina. Pemerintah AS juga belum menyetujui kerja sama tersebut.
Nilai kesepakatan itu diperkirakan mencapai US$35 miliar hingga US$50 miliar.
Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran
Zelenskyy khawatir konflik Timur Tengah berdampak pada Ukraina. Ia menilai kondisi ini bisa mengganggu pasokan rudal pertahanan udara.
Ia meminta Amerika Serikat tetap fokus membantu Ukraina.
Zelenskyy juga mengkritik perusahaan Ukraina dan pihak asing. Mereka membuat kesepakatan tanpa izin pemerintah.
Ia menilai langkah itu merugikan negara dan melemahkan posisi Ukraina.
Rusia, Ukraina, dan AS menunda perundingan terbaru. Rencana awal menempatkan pertemuan di Uni Emirat Arab.
Amerika Serikat mengusulkan lokasi baru. Namun Rusia belum menyetujui rencana itu.
Situasi Perang Masih Stabil
Zelenskyy menilai ofensif musim semi Rusia belum maksimal. Target militer Moskow belum tercapai.
Pasukan Ukraina masih menahan tekanan di berbagai wilayah.
Namun Ukraina tetap membutuhkan dukungan internasional. Bantuan ini penting untuk memperkuat pertahanan udara.
Zelenskyy menegaskan pentingnya teknologi drone. Kerja sama internasional akan memperkuat pertahanan Ukraina.
Teknologi ini juga membuka peluang baru bagi Kyiv di tingkat global.


Saat ini belum ada komentar