Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Aktivis dan Pemuda Sultra Desak Kapolri Evaluasi Kapolres Konawe Selatan terkait Dugaan Tambang Ilegal dan Penegakan Hukum Pertambangan

Aktivis dan Pemuda Sultra Desak Kapolri Evaluasi Kapolres Konawe Selatan terkait Dugaan Tambang Ilegal dan Penegakan Hukum Pertambangan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Nalarpubliknews.com – Sejumlah aktivis dan pemuda asal Sulawesi Tenggara mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi serta mencopot Kapolres Konawe Selatan. Mereka menilai penanganan berbagai persoalan pertambangan di wilayah tersebut belum berjalan optimal.

Desakan itu muncul setelah sorotan publik terhadap aktivitas pertambangan di Kabupaten Konawe Selatan terus meningkat. Warga menyoroti dugaan tambang ilegal, kerusakan lingkungan, serta berbagai laporan yang belum memperoleh kejelasan.

Koordinator Pemuda Sultra-Jakarta, Egit Setiawan, menegaskan aparat penegak hukum harus merespons persoalan tersebut secara serius. Menurutnya, kondisi itu dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Soroti Penegakan Hukum Sektor Pertambangan

Egit meminta Kapolri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres Konawe Selatan. Ia menilai masyarakat membutuhkan langkah penegakan hukum yang tegas dan transparan.

“Kami meminta Kapolri segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres Konawe Selatan. Banyak persoalan pertambangan menjadi perhatian publik. Namun hingga saat ini masyarakat belum melihat langkah penegakan hukum yang tegas dan transparan,” kata Egit dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Menurut Egit, aparat penegak hukum harus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Aparat juga harus memastikan seluruh kegiatan pertambangan mematuhi aturan yang berlaku.

Ia menilai pengawasan yang kuat dapat mencegah berbagai pelanggaran. Selain itu, pengawasan yang konsisten juga mampu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan pertambangan.

Minta Pengawasan terhadap Perusahaan Tambang

Egit juga menyoroti aktivitas sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di Konawe Selatan. Ia menyebut PT Sambas Minerals Mining dan beberapa perusahaan lain perlu mendapat pengawasan lebih ketat dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait.

Menurutnya, seluruh perusahaan harus menjalankan kegiatan operasional sesuai ketentuan hukum. Perusahaan juga harus memperhatikan dampak lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.

Ia menegaskan bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap perusahaan mematuhi regulasi yang berlaku. Langkah tersebut penting untuk menciptakan tata kelola pertambangan yang baik.

Desak Mabes Polri dan Propam Turun Tangan

Selain meminta evaluasi terhadap Kapolres Konawe Selatan, Egit juga mendesak Mabes Polri dan Divisi Propam Polri turun langsung ke daerah tersebut.

Ia meminta kedua lembaga itu melakukan audit investigatif terhadap penanganan berbagai laporan dugaan pelanggaran hukum yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

Menurutnya, audit investigatif dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penanganan laporan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Hasil audit juga dapat menjadi dasar bagi pimpinan Polri untuk mengambil langkah perbaikan.

“Kami ingin institusi Polri tetap dipercaya masyarakat. Karena itu evaluasi harus dilakukan. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya berbagai asumsi di tengah masyarakat terkait persoalan tambang di Konawe Selatan,” ujarnya.

Tata Kelola Pertambangan Jadi Sorotan

Isu pertambangan di Sulawesi Tenggara terus menjadi perhatian publik. Daerah tersebut memiliki potensi sumber daya mineral yang cukup besar dan menarik banyak investasi.

Di sisi lain, masyarakat menginginkan kegiatan pertambangan berjalan sesuai aturan. Masyarakat juga berharap perusahaan menjaga lingkungan serta menghormati hak-hak warga di sekitar wilayah operasional.

Karena itu, sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, kementerian terkait, perusahaan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan tata kelola pertambangan yang transparan dan berkelanjutan.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Konawe Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut. PT Sambas Minerals Mining maupun perusahaan lain yang disebut dalam pernyataan itu juga belum memberikan keterangan resmi.

Redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini guna menjaga keberimbangan informasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FRPSH Gelar Aksi Jilid IV, Desak Polda Metro Jaya Ungkap Aktor Intelektual Penghalangan Eksekusi Hotel Sultan

    FRPSH Gelar Aksi Jilid IV, Desak Polda Metro Jaya Ungkap Aktor Intelektual Penghalangan Eksekusi Hotel Sultan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — 13 Juli 2026 Front Rakyat Pengawal Supremasi Hukum (FRPSH) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid IV di depan Gedung Polda Metro Jaya, Senin (13/7). Dalam aksi tersebut, massa mendesak kepolisian segera mengungkap aktor intelektual yang diduga berada di balik penghalangan pelaksanaan eksekusi aset negara di kawasan eks Hotel Sultan, Gelora Bung Karno […]

  • 3 juta penumpang Bandara Soekarno Hatta diprediksi padati libur Lebaran di terminal keberangkatan.

    3 Juta Penumpang Padati Bandara Soekarno Hatta

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 163
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || 3 juta penumpang diprediksi memadati Bandara Soekarno-Hatta, aktivitas penerbangan saat libur Lebaran tahun ini. Banyak masyarakat memilih pesawat untuk mudik. Sebagian lainnya memanfaatkan libur panjang untuk berwisata bersama keluarga. Moda transportasi udara menawarkan perjalanan yang lebih cepat dibandingkan jalur darat. (12/03/2026) Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang kembali menjadi pusat mobilitas transportasi udara […]

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Aksi mahasiswa soroti tambang ilegal Buton Tengah di Kementerian ESDM

    IMPH Desak Dirjen Minerba Hentikan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO Atas Dugaan Perambahan Hutan Seluas 911 Haktare

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin (12/01/2026) — Isu tambang ilegal Buton Tengah kembali mencuat. Kali ini, Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi di depan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah bertindak cepat. Selain itu, mereka menyoroti dugaan pelanggaran oleh PT Arga Moroni Indah (AMI) […]

  • kasus penggelapan dana BNI saat OJK memanggil manajemen bank terkait dana Rp 28 miliar.

    OJK Panggil BNI, Desak Penyelesaian Kasus Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kasus penggelapan dana BNI menarik perhatian publik setelah Otoritas Jasa Keuangan memanggil manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Dugaan kerugian mencapai Rp 28 miliar yang melibatkan dana jemaat gereja di Sumatera Utara. Peristiwa ini mendorong pengawasan lebih ketat terhadap sistem perbankan dan perlindungan nasabah. (19/04/2026). OJK Desak BNI Selesaikan Kasus Secara […]

  • Ilustrasi, kapal induk USS Gerald Ford terbakar di tengah laut.
    War

    Terungkap! 5 Fakta Kapal Induk USS Gerald Ford Terbakar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden kapal induk USS Gerald Ford terbakar. Angkatan Laut akan mengevaluasi seluruh sistem kapal.

expand_less