Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Menjadi Konsumen Kosmetik Cerdas di Era TikTok Shop: Kenali Kandungan Aktif dan Risiko Skincare Viral bagi Remaja

Menjadi Konsumen Kosmetik Cerdas di Era TikTok Shop: Kenali Kandungan Aktif dan Risiko Skincare Viral bagi Remaja

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KENDARI, nalarpubliknews.com – Fenomena produk perawatan kulit atau skincare yang viral di media sosial, khususnya TikTok Shop, kini menjadi tren besar di kalangan remaja. Kemudahan akses, harga yang beragam, serta promosi yang menarik membuat banyak remaja tertarik untuk mencoba berbagai produk kosmetik tanpa benar-benar memahami kandungan, keamanan, maupun risiko penggunaannya. Hal ini menjadi perhatian penting dalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh Kelompok 18 Angkatan XV Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) Universitas Halu Oleo (UHO), dengan tema “Menjadi Konsumen Kosmetik yang Cerdas di Era TikTok Shop: Mengenal Kandungan Aktif dan Resiko Skincare Viral pada Remaja”.

Di era digital saat ini, TikTok Shop telah mengubah cara masyarakat berbelanja, termasuk produk kecantikan. Produk yang sering muncul di halaman beranda, didukung testimoni pengguna, dan penawaran diskon besar, sering kali membuat remaja tergoda untuk membeli tanpa mengecek keamanan dan izin edar produk tersebut. Padahal, tidak semua produk yang beredar di pasaran memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan banyak di antaranya mengandung bahan aktif yang tidak sesuai atau berisiko bagi kulit remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.

Kelompok 18 PKPA UHO menjelaskan bahwa remaja memiliki karakteristik kulit yang berbeda dengan orang dewasa. Kulit remaja cenderung lebih sensitif, memiliki kadar minyak yang berubah-ubah, dan masih beradaptasi dengan perubahan hormon. Penggunaan produk sembarangan, apalagi yang mengandung bahan keras seperti merkuri, hidrokuinon, atau kadar asam yang terlalu tinggi, dapat menimbulkan masalah serius: mulai dari iritasi, kemerahan, kulit menipis, hingga kerusakan jaringan kulit jangka panjang yang sulit diperbaiki.

“Banyak remaja membeli produk hanya karena viral atau direkomendasikan konten kreator, tanpa membaca komposisi atau memastikan keamanannya. Padahal, apa yang cocok untuk satu orang belum tentu aman untuk kulit remaja, dan bahan aktif yang terlalu kuat justru bisa merusak penghalang alami kulit mereka,” ungkap salah satu anggota tim PKPA UHO.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja agar menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan berhati-hati dalam memilih produk kosmetik. Materi yang disampaikan meliputi cara mengenali kandungan aktif pada kemasan produk, cara mengecek nomor izin edar BPOM, memahami fungsi dan risiko setiap bahan, serta cara memilih produk yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit remaja.

Selain itu, tim juga mengingatkan pentingnya membedakan antara rekomendasi yang berbasis pengetahuan dan promosi komersial. Konsumen diimbau untuk tidak mudah tergiur janji hasil instan atau harga yang terlalu murah, karena sering kali hal tersebut menjadi tanda produk tidak memenuhi standar keamanan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan remaja tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga sadar bahwa kecantikan yang sehat dimulai dari pemilihan produk yang aman dan tepat. Menjadi konsumen cerdas berarti tidak hanya membeli, tetapi juga memahami apa yang digunakan pada kulit, demi kesehatan dan keindahan kulit yang berkelanjutan.

Kelompok 18 PKPA UHO berharap pesan ini dapat tersebar luas, mengingat penggunaan media sosial dan belanja daring terus meningkat. Keamanan dan kesehatan kulit generasi muda adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari pengetahuan dan kehati-hatian saat memilih produk kosmetik.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pabrik stainless steel Morowali di kawasan IMIP Sulawesi Tengah

    Krakatau Steel Gandeng Tsingshan, Bangun Pabrik Stainless Steel di Morowali

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sulawesi tengah, nalarpubliknews.com – Pembangunan pabrik stainless steel Morowali menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat hilirisasi industri berbasis nikel. Proyek ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju sektor industri bernilai tinggi. Pabrik Stainless Steel Morowali Resmi Dimulai Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pembangunan pabrik di kawasan […]

  • Keamanan haji Saudi diperketat jelang musim haji 1447 H. Mendagri Saudi meninjau kesiapan pasukan keamanan dan teknologi pengamanan jamaah.

    Mendagri Saudi Tinjau Kesiapan Pasukan Keamanan Haji 1447 H

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Makkah, Nalarpubliknews.com – Keamanan haji Saudi menjadi perhatian utama pemerintah Arab Saudi menjelang pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah. Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sekaligus Ketua Komite Tertinggi Haji, Pangeran Abdulaziz bin Saud, meninjau kesiapan operasional pasukan keamanan haji dalam acara tahunan aparat keamanan di Makkah, Kamis (21/5). Pemerintah Arab Saudi terus meningkatkan sistem pengamanan agar […]

  • APNI Wanti-wanti Pasokan Nikel ke Smelter Terancam Usai Kuota Produksi RKAB 2026 Dipangkas

    APNI Wanti-wanti Pasokan Nikel ke Smelter Terancam Usai Kuota Produksi RKAB 2026 Dipangkas

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kuota produksi nikel 2026 memicu kekhawatiran pelaku industri. Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai kebijakan ini berpotensi mengganggu pasokan bijih ke smelter nasional. Kekhawatiran muncul setelah pemerintah hanya menyetujui sekitar 30% dari pengajuan produksi PT Vale Indonesia Tbk. Dampak Kuota Produksi Nikel 2026 ke Smelter Dewan Penasihat APNI, Djoko Widajatno, menilai pemangkasan […]

  • pembicara dalam forum Nusantara Forest Watch membahas isu lingkungan

    Kasus Tambang Ilegal Sultra PT Amarfi Disorot, Nusantara Forest Watch dan IMPH Pertanyakan Kinerja Bareskrim

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 243
    • 3Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Bareskrim Polri kembali menjadi sorotan dalam penanganan kasus tambang ilegal di Sulawesi Tenggara. Sejumlah pihak menilai aparat penegak hukum tidak konsisten dan cenderung tebang pilih saat memproses perkara. Kritik terhadap Penegakan Hukum Nusantara Forest Watch menilai aparat belum bertindak adil dalam kasus ini. Lembaga tersebut mengarahkan kritik kepada pengusaha tambang berinisial AM […]

  • "BBRI bocorkan dividen 2025 dengan CAR 23,53 persen"

    BBRI Bocorkan Dividen 2025, CAR 23,53% Buka Peluang Payout Lebih Tinggi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 169
    • 0Komentar

    “Dengan kondisi permodalan BRI yang sangat memadai, kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan level historis,” ujar Direktur Utama BRI, Hery Gunardi.

  • KPK Dalami Peran Wakil Ketua DPRD Pekalongan dalam Kasus Korupsi PT RNB

    KPK Dalami Peran Wakil Ketua DPRD Pekalongan dalam Kasus Korupsi PT RNB

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 87
    • 3Komentar

    Pekalongan, nalarpubliknews.com – Kamis 30/4/2026 Kasus KPK Pekalongan korupsi kembali menarik perhatian publik. Penyidik kini memeriksa Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben R. Prabu Faza, guna memperjelas perannya dalam perkara dugaan korupsi yang tengah berjalan. KPK Dalami Peran di PT RNB Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ruben sebagai saksi dan langsung menggali keterkaitannya dengan PT […]

expand_less