Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » HMI Komisariat UMK Cabang Kendari Desak Polda Sultra, Copot Kapolres Bombana Atas Dugaan Tindakan Represif Terhadap Kader HMI

HMI Komisariat UMK Cabang Kendari Desak Polda Sultra, Copot Kapolres Bombana Atas Dugaan Tindakan Represif Terhadap Kader HMI

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, nalarpubliknews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UMK Cabang Kendari mengecam keras dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kader HMI saat menyampaikan aspirasi di muka umum. Tindakan tersebut dinilai mencederai prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. (04/06/2026).

‎Ketua HMI Komisariat UMK, Juraidin menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan dan kebijakan publik. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, tekanan, maupun tindakan yang diduga menghalangi kebebasan berekspresi tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan supremasi hukum. Terang Juraidin

‎Menurut keterangan kader HMI yang berada di lokasi, Kapolres Bombana diduga menunjukkan sikap dan tindakan yang bersifat represif terhadap massa aksi.

‎Ketua HMI Komisariat UMK, Juraidin menilai bahwa aparat kepolisian seharusnya bertindak sebagai pengayom dan pelindung masyarakat serta menjamin keamanan dalam penyampaian pendapat di muka umum, bukan sebaliknya.

‎HMI Komisariat UMK menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat kejelasan dan langkah konkret dari institusi kepolisian. HMI Komisariat UMK juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka dan bebas dari segala bentuk intimidasi.

Atas dasar tersebut HMI Komisariat UMK Cabang Kendari mendesak Polda Sultra untuk Mencopot Kapolres Bombana atas dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh Kapolres Bombana tersebut.

“Kami juga mendesak Polda Sultra untuk Mencopot Kapolres Bombana atas dugaan tindakan Represif yang dilakukan terhadap kader HMI tersebut” Tegas Juraidin

‎Terakhir, Juraidin menyampaikan bahwa kritik bukan sebagai ancaman dalam negara demokrasi tetapi bagian dari evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.

‎”Kritik bukan ancaman, dan mahasiswa bukan musuh negara. Demokrasi harus dijaga dengan menghormati kebebasan berpendapat, bukan dengan tindakan represif.” Tutup Juraidin

 

 

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pindar Indosaku didenda OJK Rp875 juta

    Pindar Indosaku Didenda Rp875 Juta oleh OJK, Dirut Kena Peringatan Tertulis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 28
    • 4Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Pindar Indosaku menerima denda Rp875 juta setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan pelanggaran dalam pengawasan kegiatan penagihan oleh pihak ketiga. Selain menjatuhkan denda administratif, OJK memberi peringatan tertulis kepada Direktur Utama PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku). Langkah itu menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat pengawasan industri pinjaman daring atau fintech lending. Regulator […]

  • China mediasi Pakistan Afghanistan dalam dialog damai di Urumqi

    China Jadi Penengah, Pakistan–Afghanistan Buka Dialog Damai di Urumqi

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Upaya China mediasi Pakistan Afghanistan memasuki tahap baru setelah kedua negara sepakat membuka dialog damai. Pertemuan ini berlangsung di Urumqi dan menjadi langkah penting untuk menurunkan eskalasi konflik. Ketegangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir mendorong semua pihak mencari solusi cepat dan efektif. Pemerintah China mengundang Pakistan dan Afghanistan untuk duduk bersama. […]

  • Ronaldo muntah usai diganti saat membela Al Nassr karena sakit perut.

    Ronaldo Muntah Usai Diganti karena Sakit Perut

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 64
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Cristiano Ronaldo mengalami gangguan perut saat membela Al Nassr melawan Al Ettifaq pada Kamis (16/4/2026). Ronaldo muntah usai diganti setelah tetap memaksa bermain hingga menit akhir pertandingan. Al Nassr meraih kemenangan tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung di Al Awwal Park. Kingsley Coman mencetak gol tunggal yang memastikan tiga poin bagi tim […]

  • dominasi drone China pada DJI Mavic 2 Zoom di industri drone global

    China Unggul di Teknologi Drone, AS Kejar Ketertinggalan Lewat Investasi Besar

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA, nalarpubliknews.com – Dominasi drone China kini menjadi isu penting dalam persaingan teknologi global. Amerika Serikat menghadapi tekanan besar karena China menguasai produksi dan rantai pasok drone. Kondisi ini mendorong AS untuk mempercepat strategi guna mengejar ketertinggalan. Dominasi Drone China Kian Menguat China terus memperluas pengaruhnya dalam industri drone global. Produsen di negara tersebut meningkatkan […]

  • Gedung KPK saat mengusut kasus aliran uang RPTKAGedung KPK saat mengusut kasus aliran uang RPTKA

    Aliran Uang RPTKA ke Eks Sekjen Kemenaker Didalami KPK

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 47
    • 0Komentar

    “Kami menggali keterangan saksi terkait aliran uang kepada tersangka HS dalam pengurusan dokumen RPTKA,” ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo.

  • Jusuf Kalla istilah syahid saat konferensi pers di Jakarta Selatan

    Jusuf Kalla Jelaskan Penggunaan Istilah “Syahid” saat Ceramah di UGM

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 80
    • 5Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) – Jusuf Kalla istilah syahid menjadi perhatian publik setelah ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada viral. Ia kemudian memberikan penjelasan untuk meluruskan konteks pernyataannya. Jusuf Kalla Jelaskan Istilah Syahid di UGM Dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, Jusuf Kalla menjelaskan alasan penggunaan istilah “syahid”. Ia menyesuaikan pilihan kata dengan audiens yang […]

expand_less