Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Technology » China Unggul di Teknologi Drone, AS Kejar Ketertinggalan Lewat Investasi Besar

China Unggul di Teknologi Drone, AS Kejar Ketertinggalan Lewat Investasi Besar

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, nalarpubliknews.com – Dominasi drone China kini menjadi isu penting dalam persaingan teknologi global. Amerika Serikat menghadapi tekanan besar karena China menguasai produksi dan rantai pasok drone. Kondisi ini mendorong AS untuk mempercepat strategi guna mengejar ketertinggalan.

Dominasi Drone China Kian Menguat

China terus memperluas pengaruhnya dalam industri drone global. Produsen di negara tersebut meningkatkan kapasitas produksi dan menekan harga sehingga produk mereka mudah diakses berbagai negara.

Dalam konflik di Ukraina, sejumlah laporan menunjukkan banyak drone menggunakan komponen asal China, seperti baterai, motor, dan chip. Fakta ini menegaskan kuatnya posisi China dalam rantai pasok global.

Para analis industri menilai dominasi drone China tidak hanya berasal dari teknologi, tetapi juga dari kemampuan produksi massal. China mampu menyediakan komponen dalam jumlah besar dengan biaya rendah. Keunggulan ini sulit disaingi oleh negara lain dalam waktu singkat.

AS Percepat Strategi untuk Mengejar

Pemerintah AS merespons situasi ini dengan langkah strategis. Menteri Pertahanan Pete Hegseth meluncurkan program “Drone Dominance” dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar.

Program tersebut mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan memperkuat rantai pasok lokal. Pentagon juga merencanakan pembelian hingga ratusan ribu drone FPV untuk memperluas pasar domestik.

Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat. Pemerintah ingin produsen lokal mampu bersaing dari segi harga dan kualitas.

Tantangan Besar yang Dihadapi AS

Meski bergerak cepat, AS menghadapi berbagai tantangan. Produsen lokal masih menetapkan harga drone jauh lebih tinggi dibandingkan produk China. Perbedaan harga ini membuat produk AS sulit bersaing di pasar global.

Selain itu, AS masih membutuhkan bahan baku penting seperti mineral untuk baterai dan motor. Pemerintah sebelumnya di bawah Donald Trump telah mengalokasikan investasi besar untuk sektor ini. Namun, pembangunan industri hulu membutuhkan waktu panjang dan biaya besar.

Para ahli menilai AS perlu waktu hingga satu dekade untuk membangun rantai pasok yang benar-benar mandiri. Tanpa langkah konsisten, ketergantungan terhadap komponen luar negeri akan terus berlanjut.

Ekosistem China Lebih Luas dan Matang

China tidak hanya unggul di sektor militer. Negara tersebut juga membangun pasar drone sipil yang luas. Perusahaan seperti DJI melayani berbagai sektor, mulai dari kreator konten hingga instansi pemerintah.

Pasar yang luas ini mendorong inovasi dan efisiensi produksi. Produsen China memperoleh keuntungan dari skala ekonomi yang besar. Kondisi ini membuat mereka terus unggul dalam persaingan global.

Sebaliknya, industri drone AS masih bergantung pada permintaan militer. Keterbatasan pasar sipil memperlambat pertumbuhan dan inovasi.

Prospek Persaingan ke Depan

Persaingan antara China dan AS dalam teknologi drone akan terus berlangsung. China berupaya mempertahankan keunggulan melalui produksi massal dan inovasi. Sementara itu, AS fokus membangun kembali industri dalam negeri.

Keberhasilan AS sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan investasi jangka panjang. Tanpa strategi yang berkelanjutan, dominasi drone China akan semakin sulit ditandingi.

Dominasi drone China kini menjadi faktor penting dalam peta kekuatan teknologi global. AS sudah mengambil langkah strategis, tetapi masih menghadapi banyak hambatan. Persaingan ini akan menentukan arah perkembangan teknologi militer dan industri drone dunia.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Spanduk tuntutan dalam demo Kades Aopa terkait dana desa

    Puluhan Massa Aksi Demonstrasi, Desak Penegak Hukum Periksa Kades Aopa

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kendari, Nalarpubliknews.com – Dugaan korupsi dana desa Aopa kembali mencuat setelah puluhan warga yang tergabung dalam Konsorsium Pemuda dan Masyarakat Anti Korupsi Desa Aopa menggelar aksi demonstrasi di Kendari, Rabu. Mereka menuntut aparat penegak hukum segera mengusut dugaan korupsi dana desa Aopa yang diduga terjadi dalam pengelolaan anggaran desa. Warga Laporkan ke Kejati dan Polda […]

  • Alexander the Great: Menaklukkan Dunia, Namun Tak Mampu Menaklukkan Dirinya Sendiri

    Alexander the Great: Menaklukkan Dunia, Namun Tak Mampu Menaklukkan Dirinya Sendiri

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Oleh: Redaksi nalarpubliknews Alexander the Great merupakan salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia. Dalam waktu kurang dari 13 tahun, ia membangun imperium terbesar di dunia kuno—membentang dari Yunani, Mesir, Persia, hingga ke lembah Sungai Indus. Namun di balik keberhasilan militernya, hidup Alexander menyimpan paradoks: ia mampu menaklukkan dunia, tetapi tidak sepenuhnya mampu […]

  • Suhu neraka bocor di India saat gelombang panas ekstrem mencapai 45 derajat Celsius.

    Suhu Ekstrem di India Tembus 45 Derajat, Picu Korban Jiwa

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gelombang panas ekstrem atau fenomena “suhu neraka bocor” melanda India dan menewaskan sedikitnya 16 orang di Telangana, India Selatan. Suhu udara mencapai 45 derajat Celsius dan memicu darurat kesehatan di sejumlah wilayah. (24/05/2026). Pemerintah India meningkatkan kewaspadaan karena cuaca panas terus memburuk. Menteri Pendapatan Telangana, Ponguleti Srinivasa Reddy, meminta seluruh pejabat daerah […]

  • proyek akuisisi tambang emas UNTR senilai Rp9 triliun

    UNTR Rampungkan Akuisisi Tambang Emas US$540 Juta Lewat DTN dan EPN

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || PT United Tractors Tbk (UNTR) menuntaskan akuisisi tambang emas senilai US$540 juta atau sekitar Rp9 triliun pada 11 Februari 2026. Perseroan menjalankan langkah ini untuk memperluas bisnis mineral dan memperkuat diversifikasi usaha di luar batu bara. UNTR mengeksekusi transaksi melalui dua anak usaha, yakni PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Energia […]

  • Mahasiswa Kepung Kejagung, Desak Periksa Gubernur Sultra soal Dugaan Perambahan Hutan dan Dana Pilgub 2024

    Mahasiswa Kepung Kejagung, Desak Periksa Gubernur Sultra soal Dugaan Perambahan Hutan dan Dana Pilgub 2024

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — Isu periksa gubernur sultra mencuat setelah Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu menggelar aksi di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada Senin (2/2/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak aparat segera memeriksa Gubernur Sulawesi Tenggara atas dugaan konflik kepentingan dalam aktivitas tambang di kawasan hutan. Selain itu, mahasiswa menilai aparat harus bertindak cepat agar […]

  • Koalisi Bennett Lapid Israel tantang Netanyahu dalam pemilu Israel 2026.

    Koalisi Bennett Lapid, Tantang Netanyahu di Pemilu

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta,nalarpubliknews.com – Koalisi Bennett Lapid  kini mendominasi perhatian politik nasional. Selain itu, perkembangan ini muncul menjelang pemilu penting di Israel. Dua mantan Perdana Menteri, Naftali Bennett dan Yair Lapid, membangun aliansi strategis untuk menghadapi Benjamin Netanyahu pada pemilu akhir 2026. Dengan demikian, peta kekuatan politik mulai berubah. (27/04/2026). Koalisi Bennett Lapid Resmi Diumumkan  Bennett dan […]

expand_less