Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Technology » China Unggul di Teknologi Drone, AS Kejar Ketertinggalan Lewat Investasi Besar

China Unggul di Teknologi Drone, AS Kejar Ketertinggalan Lewat Investasi Besar

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, nalarpubliknews.com – Dominasi drone China kini menjadi isu penting dalam persaingan teknologi global. Amerika Serikat menghadapi tekanan besar karena China menguasai produksi dan rantai pasok drone. Kondisi ini mendorong AS untuk mempercepat strategi guna mengejar ketertinggalan.

Dominasi Drone China Kian Menguat

China terus memperluas pengaruhnya dalam industri drone global. Produsen di negara tersebut meningkatkan kapasitas produksi dan menekan harga sehingga produk mereka mudah diakses berbagai negara.

Dalam konflik di Ukraina, sejumlah laporan menunjukkan banyak drone menggunakan komponen asal China, seperti baterai, motor, dan chip. Fakta ini menegaskan kuatnya posisi China dalam rantai pasok global.

Para analis industri menilai dominasi drone China tidak hanya berasal dari teknologi, tetapi juga dari kemampuan produksi massal. China mampu menyediakan komponen dalam jumlah besar dengan biaya rendah. Keunggulan ini sulit disaingi oleh negara lain dalam waktu singkat.

AS Percepat Strategi untuk Mengejar

Pemerintah AS merespons situasi ini dengan langkah strategis. Menteri Pertahanan Pete Hegseth meluncurkan program “Drone Dominance” dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar.

Program tersebut mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan memperkuat rantai pasok lokal. Pentagon juga merencanakan pembelian hingga ratusan ribu drone FPV untuk memperluas pasar domestik.

Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat. Pemerintah ingin produsen lokal mampu bersaing dari segi harga dan kualitas.

Tantangan Besar yang Dihadapi AS

Meski bergerak cepat, AS menghadapi berbagai tantangan. Produsen lokal masih menetapkan harga drone jauh lebih tinggi dibandingkan produk China. Perbedaan harga ini membuat produk AS sulit bersaing di pasar global.

Selain itu, AS masih membutuhkan bahan baku penting seperti mineral untuk baterai dan motor. Pemerintah sebelumnya di bawah Donald Trump telah mengalokasikan investasi besar untuk sektor ini. Namun, pembangunan industri hulu membutuhkan waktu panjang dan biaya besar.

Para ahli menilai AS perlu waktu hingga satu dekade untuk membangun rantai pasok yang benar-benar mandiri. Tanpa langkah konsisten, ketergantungan terhadap komponen luar negeri akan terus berlanjut.

Ekosistem China Lebih Luas dan Matang

China tidak hanya unggul di sektor militer. Negara tersebut juga membangun pasar drone sipil yang luas. Perusahaan seperti DJI melayani berbagai sektor, mulai dari kreator konten hingga instansi pemerintah.

Pasar yang luas ini mendorong inovasi dan efisiensi produksi. Produsen China memperoleh keuntungan dari skala ekonomi yang besar. Kondisi ini membuat mereka terus unggul dalam persaingan global.

Sebaliknya, industri drone AS masih bergantung pada permintaan militer. Keterbatasan pasar sipil memperlambat pertumbuhan dan inovasi.

Prospek Persaingan ke Depan

Persaingan antara China dan AS dalam teknologi drone akan terus berlangsung. China berupaya mempertahankan keunggulan melalui produksi massal dan inovasi. Sementara itu, AS fokus membangun kembali industri dalam negeri.

Keberhasilan AS sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan investasi jangka panjang. Tanpa strategi yang berkelanjutan, dominasi drone China akan semakin sulit ditandingi.

Dominasi drone China kini menjadi faktor penting dalam peta kekuatan teknologi global. AS sudah mengambil langkah strategis, tetapi masih menghadapi banyak hambatan. Persaingan ini akan menentukan arah perkembangan teknologi militer dan industri drone dunia.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anton Timbang tuduhan tambang dalam aksi mahasiswa di Kejaksaan Agung

    JNMM Tanggapi Tuduhan Yang Menyeret Nama Ketua Kadin Sultra: “Tuduhan Tidak Berdasar dan Menyesatkan”.

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 275
    • 0Komentar

    “Keberadaan pelaku usaha lokal seperti Anton Timbang telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan membawa investasi ke Sulawesi Tenggara. Sebagai putra daerah, beliau seharusnya mendapat dukungan penuh,” tegasnya.

  • gus alex kasus korupsi kuota haji yang ditangani kpk

    Gus Alex Kasus Korupsi Kuota Haji: 5 Fakta Pemanggilan dan Penahanan oleh KPK

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 127
    • 0Komentar

    “Yang bersangkutan sudah kami panggil untuk minggu depan.” — Asep Guntur Rahayu, Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi.

  • China mediasi Pakistan Afghanistan dalam dialog damai di Urumqi

    China Jadi Penengah, Pakistan–Afghanistan Buka Dialog Damai di Urumqi

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Upaya China mediasi Pakistan Afghanistan memasuki tahap baru setelah kedua negara sepakat membuka dialog damai. Pertemuan ini berlangsung di Urumqi dan menjadi langkah penting untuk menurunkan eskalasi konflik. Ketegangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir mendorong semua pihak mencari solusi cepat dan efektif. Pemerintah China mengundang Pakistan dan Afghanistan untuk duduk bersama. […]

  • Herman Willem Daendels saat memimpin Hindia Belanda

    Mengenal Herman Willem Daendels: Reformasi, Jalan Raya Pos, dan Kontroversi Kerja Paksa di Jawa

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Nalarpubliknews.com – Tokoh kolonial Herman Willem Daendels dikenal sebagai pemimpin yang membawa reformasi besar di Hindia Belanda sekaligus meninggalkan kontroversi akibat kebijakan kerja paksa. Ia memimpin Jawa saat Belanda berada di bawah pengaruh Napoleon Bonaparte dan berupaya memperkuat pertahanan kolonial dari ancaman Inggris. Daendels lahir di Hattem, Belanda, pada 21 Oktober 1762. Sebelum datang ke […]

  • GMH Sultra demo Kejagung terkait dugaan korupsi pertanian Sultra

    Gelar Aksi Jilid II di Kejagung, GMH Sultra-Jakarta Desak Pemeriksaan Mantan Kadis Pertanian Sultra Terkait Dugaan Korupsi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Tenggara Jakarta kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada Senin (5/1/2026). Massa aksi turun untuk kedua kalinya setelah sebelumnya melakukan demonstrasi serupa pada 31 Desember 2025. Dalam aksi Jilid II tersebut, GMH mendesak Kejaksaan Agung RI segera memanggil dan memeriksa mantan Kepala […]

  • "Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, soroti produksi susu rendah dan dorong Wonosobo jadi sentra sapi perah".

    Muzani Soroti Produksi Susu Rendah, Targetkan Wonosobo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 69
    • 2Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com –  Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya produksi susu dalam negeri yang hanya mampu memenuhi sekitar 23 hingga 25 persen dari kebutuhan nasional. Ia melihat kondisi ini sebagai peluang besar untuk mengembangkan sentra sapi perah di Indonesia, terutama di daerah beriklim sejuk seperti Wonosobo. Kebutuhan Susu yang Terus Meningkat Muzani […]

expand_less