Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Penghentian Penyelidikan Laporan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD konawe, Pelapor: Ada Kongkalikong Penyidik dan Oknum Anggota DPRD

Penghentian Penyelidikan Laporan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD konawe, Pelapor: Ada Kongkalikong Penyidik dan Oknum Anggota DPRD

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KENDARI – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara menghentikan penyelidikan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Konawe dari Fraksi PKB. Sebelumnya, Irjal Ridwan melaporkan kasus tersebut pada 11 September 2025.

Keputusan itu memicu sorotan dari Irjal yang juga menjabat sebagai Ketua JKSM. Menurutnya, langkah penyidik menghentikan penyelidikan menimbulkan banyak pertanyaan. Selain itu, ia menilai keputusan tersebut tidak sejalan dengan sejumlah temuan yang ia serahkan kepada penyidik.

Irjal Klaim Serahkan Sejumlah Bukti

Irjal mengaku telah menyerahkan berbagai dokumen kepada penyidik sebagai bahan pendukung laporan. Dokumen itu meliputi akta kelahiran, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan dokumen pendidikan yang berkaitan dengan pihak terlapor.

Lebih lanjut, Irjal mengatakan dirinya menemukan sejumlah perbedaan identitas dalam dokumen tersebut. Menurutnya, perbedaan nama dan tanggal penerbitan dokumen perlu mendapat perhatian serius dari penyidik.

“Bukti-bukti sudah saya lampirkan. Tinggal Polda Sultra menelusuri seluruh identitas, mulai dari ijazah SD, SMP, SMA, hingga akta kelahiran, kartu keluarga, dan KTP yang penerbitannya tidak sesuai,” ujar Irjal.

Ia menegaskan bahwa penyidik memiliki kewenangan untuk memverifikasi seluruh dokumen yang menjadi objek laporan. Karena itu, ia berharap penyidik melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

Pertanyakan Penghentian Penyelidikan

Meski demikian, penyidik memilih menghentikan penyelidikan. Karena itu, Irjal menyayangkan keputusan tersebut. Menurutnya, langkah itu mencederai rasa keadilan dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

“Padahal laporan yang kami masukkan sudah disertai sejumlah bukti. Namun hari ini Krimum Polda Sultra justru mempertontonkan penegakan hukum yang begitu tumpul,” katanya.

Selanjutnya, Irjal mempertanyakan alasan penyidik menghentikan perkara tersebut. Ia menilai kasus itu masih menyimpan indikasi pelanggaran hukum. Oleh sebab itu, ia meminta aparat penegak hukum menelusuri kembali seluruh dokumen yang berkaitan dengan laporan tersebut.

Irjal juga menduga adanya komunikasi pribadi antara penyidik dan pihak yang ia laporkan. Menurutnya, aparat perlu menjelaskan proses penanganan perkara secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Ada apa dengan penghentian kasus ini? Saya menduga ada komunikasi pribadi antara penyidik dan oknum anggota DPRD tersebut,” tegasnya.

Berencana Lapor ke Mabes Polri

Sementara itu, Irjal memastikan akan membawa persoalan tersebut ke Mabes Polri. Selain melaporkan kasus yang ia nilai janggal, ia juga berencana melaporkan sejumlah penyidik yang menangani perkara tersebut.

Ia mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum. Selain itu, ia berharap institusi kepolisian melakukan evaluasi terhadap penanganan perkara yang mendapat perhatian publik.

Menurut Irjal, transparansi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Karena itu, ia meminta seluruh proses penanganan laporan dilakukan secara profesional dan objektif.

Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu oleh pejabat publik kerap menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, persoalan tersebut berkaitan dengan integritas pejabat serta pemenuhan syarat administrasi dalam proses pencalonan dan pengisian jabatan publik.

Hingga berita ini terbit, Ditreskrimum Polda Sulawesi Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penghentian penyelidikan. Di sisi lain, pihak kepolisian juga belum memberikan tanggapan atas tudingan yang Irjal Ridwan sampaikan.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi konflik Amerika Serikat Israel Iran di Timur Tengah

    AS Perkirakan Konflik dengan Iran Selesai dalam Hitungan Pekan, Dampak Ekonomi Masih Terasa

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Konflik ini akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, bahkan bisa lebih cepat dari itu,” kata Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright terkait perang melawan Iran.

  • Srikandi PLN Tolitoli mendorong pemberdayaan perempuan dan wisata kreatif melalui kegiatan sosial di desa

    Srikandi PLN Tolitoli Dorong Wisata Kreatif dan Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Srikandi PLN Tolitoli menggerakkan pemberdayaan perempuan dan pengembangan wisata kreatif dalam momentum Hari Kartini. Melalui program PT PLN (Persero) UID Suluttenggo, PLN menghadirkan aksi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal. Inisiatif ini tidak hanya menyasar bantuan sosial, tetapi juga memperkuat ekonomi desa melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan. Peran Srikandi PLN […]

  • prosedur penangkapan dalam mekanisme penahanan KUHAP 2025

    Prosedur Penahanan Diperketat dan Berlapis Dalam KUHAP Baru

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com — Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP membawa perubahan besar dalam mekanisme penahanan. Regulasi ini menekankan perlindungan hak asasi manusia dan kepastian hukum. Aparat penegak hukum (APH) kini harus mengikuti prosedur secara ketat sebelum membatasi kebebasan seseorang. Penetapan Tersangka Jadi Tahap Kunci APH menetapkan seseorang sebagai tersangka hanya jika memiliki minimal dua alat […]

  • GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com  – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela. Organisasi itu menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan negara dan mencederai hukum internasional. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI menyampaikan kecaman setelah muncul laporan operasi militer AS di Caracas. Laporan itu juga menyebut pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ketua DPP […]

  • pembicara dalam forum Nusantara Forest Watch membahas isu lingkungan

    Kasus Tambang Ilegal Sultra PT Amarfi Disorot, Nusantara Forest Watch dan IMPH Pertanyakan Kinerja Bareskrim

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 217
    • 3Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Bareskrim Polri kembali menjadi sorotan dalam penanganan kasus tambang ilegal di Sulawesi Tenggara. Sejumlah pihak menilai aparat penegak hukum tidak konsisten dan cenderung tebang pilih saat memproses perkara. Kritik terhadap Penegakan Hukum Nusantara Forest Watch menilai aparat belum bertindak adil dalam kasus ini. Lembaga tersebut mengarahkan kritik kepada pengusaha tambang berinisial AM […]

  • Aktivitas kapal di Selat Malaka Indonesia jalur pelayaran internasional

    Signifikansi Strategis Selat Malaka dan Peran Indonesia dalam Keamanan Maritim Global: Perspektif Jepang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 134
    • 6Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com || Jepang menilai Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga Selat Malaka. Jalur ini menjadi penghubung utama antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Selain itu, jalur ini juga menjadi salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia. Diplomat Jepang, Mitsuru Myochin, menegaskan pentingnya posisi Indonesia. Ia membandingkan Selat Malaka dengan Selat Hormuz. Kedua wilayah ini […]

expand_less