Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » HMI Komisariat UMK Cabang Kendari Desak Polda Sultra, Copot Kapolres Bombana Atas Dugaan Tindakan Represif Terhadap Kader HMI

HMI Komisariat UMK Cabang Kendari Desak Polda Sultra, Copot Kapolres Bombana Atas Dugaan Tindakan Represif Terhadap Kader HMI

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, nalarpubliknews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UMK Cabang Kendari mengecam keras dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kader HMI saat menyampaikan aspirasi di muka umum. Tindakan tersebut dinilai mencederai prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. (04/06/2026).

‎Ketua HMI Komisariat UMK, Juraidin menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan dan kebijakan publik. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, tekanan, maupun tindakan yang diduga menghalangi kebebasan berekspresi tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan supremasi hukum. Terang Juraidin

‎Menurut keterangan kader HMI yang berada di lokasi, Kapolres Bombana diduga menunjukkan sikap dan tindakan yang bersifat represif terhadap massa aksi.

‎Ketua HMI Komisariat UMK, Juraidin menilai bahwa aparat kepolisian seharusnya bertindak sebagai pengayom dan pelindung masyarakat serta menjamin keamanan dalam penyampaian pendapat di muka umum, bukan sebaliknya.

‎HMI Komisariat UMK menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat kejelasan dan langkah konkret dari institusi kepolisian. HMI Komisariat UMK juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka dan bebas dari segala bentuk intimidasi.

Atas dasar tersebut HMI Komisariat UMK Cabang Kendari mendesak Polda Sultra untuk Mencopot Kapolres Bombana atas dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh Kapolres Bombana tersebut.

“Kami juga mendesak Polda Sultra untuk Mencopot Kapolres Bombana atas dugaan tindakan Represif yang dilakukan terhadap kader HMI tersebut” Tegas Juraidin

‎Terakhir, Juraidin menyampaikan bahwa kritik bukan sebagai ancaman dalam negara demokrasi tetapi bagian dari evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.

‎”Kritik bukan ancaman, dan mahasiswa bukan musuh negara. Demokrasi harus dijaga dengan menghormati kebebasan berpendapat, bukan dengan tindakan represif.” Tutup Juraidin

 

 

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentrok gerilyawan Kolombia antara dua kelompok pecahan FARC menewaskan sedikitnya 48 orang di wilayah Amazon, Kolombia.

    Bentrok Gerilyawan Kolombia: 48 Orang Tewas di Amazon

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Bentrok gerilyawan Kolombia antara dua kelompok pecahan FARC menewaskan sedikitnya 48 orang di wilayah Amazon, Kolombia. Pertempuran pecah di dusun Vereda Piripal, wilayah Guaviare. Kawasan itu selama ini menjadi basis lama kelompok FARC sebelum organisasi tersebut menandatangani perjanjian damai pada 2016. Sumber militer Kolombia menyebut bentrokan mulai terjadi sejak Senin. Petugas sampai […]

  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait kebijakan tarif impor AS

    Trump Siapkan Skema Tarif Baru Usai Putusan Mahkamah Agung AS

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Donald Trump menegaskan tetap memiliki kewenangan untuk memberlakukan tarif impor baru meski Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian kebijakan tarif sebelumnya.

  • Petugas Polri dan imigrasi mengawal WNA dalam kasus judi online internasional di Jakarta

    Polri Titipkan 320 WNA Kasus Judi Online Internasional ke Imigrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Kepolisian mengawal warga negara asing yang terlibat kasus judi online internasional saat tiba di lokasi detensi imigrasi di Jakarta.

  • Penghentian Penyelidikan Laporan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD konawe, Pelapor: Ada Kongkalikong Penyidik dan Oknum Anggota DPRD

    Penghentian Penyelidikan Laporan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD konawe, Pelapor: Ada Kongkalikong Penyidik dan Oknum Anggota DPRD

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kendari – Penyelidikan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Konawe dari Fraksi PKB yang dilaporkan pada 11 September 2025 resmi dihentikan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara. Penghentian penyelidikan tersebut menuai sorotan dan dinilai janggal. Ketua JKSM, Irjal Ridwan, selaku pelapor, menduga adanya praktik kongkalikong antara penyidik Krimum […]

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • Ilustrasi audit proyek Kementerian Pekerjaan Umum dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Rp2,6 triliun dan indikasi kegagalan sistem pengawasan menurut IAW.

    IAW Soroti Indikasi Kegagalan Sistemik di Kementerian PU, Temuan BPK Capai Rp2,6 Triliun

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com)  – kegagalan sistemik Kementerian PU kembali menjadi sorotan setelah Indonesian Audit Watch mengungkap banyaknya rekomendasi audit yang belum diselesaikan. Kondisi ini menunjukkan persoalan yang tidak lagi bersifat administratif, melainkan menyentuh aspek mendasar dalam tata kelola. Berdasarkan data tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan, terdapat 1.305 rekomendasi yang belum tuntas atau […]

expand_less