Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Opini: Lapas Diduga Berubah Fungsi, “Istana” bagi Gerbong Narkoba

Opini: Lapas Diduga Berubah Fungsi, “Istana” bagi Gerbong Narkoba

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 71
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Akulana

Jakarta, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) seharusnya menjadi ruang pembinaan. Negara menghadirkan Lapas untuk memperbaiki pelaku kejahatan, bukan sekadar menghukum. Namun realitas menunjukkan arah berbeda. Banyak kasus memperlihatkan bahwa sejumlah narapidana, terutama dalam jaringan narkotika, justru merasa “nyaman” menjalani hukuman di dalam Lapas.

Situasi ini mengancam kredibilitas negara. Jika kondisi ini terus berlangsung, upaya pemberantasan narkoba akan kehilangan makna.

Fakta Mengalahkan Logika Pengawasan

Secara konsep, Lapas memiliki sistem pengawasan ketat, akses terbatas, dan kontrol berlapis. Dalam kondisi ideal, narkotika dan alat komunikasi ilegal tidak akan masuk ke dalamnya.

Namun berbagai kasus menunjukkan fakta sebaliknya. Narapidana tetap menjalankan transaksi, mengatur distribusi, bahkan mengendalikan jaringan narkoba dari dalam Lapas. Fakta ini secara langsung mematahkan asumsi dasar tentang ketatnya pengawasan.

Masalah ini muncul karena sistem menyisakan banyak celah. Pengawasan yang lemah memberi ruang bagi pelanggaran. Selain itu, sebagian pihak menyalahgunakan wewenang dan memperlonggar aturan melalui kompromi.

Kondisi tersebut mengaburkan batas antara penegakan hukum dan pelanggaran. Dalam situasi seperti ini, Lapas tidak lagi berfungsi sebagai pengendali kejahatan, tetapi justru berpotensi menjadi bagian dari rantai kejahatan.

Dominasi Kasus Narkotika di Dalam Lapas

Data menunjukkan bahwa lebih dari 52,7 persen penghuni Lapas berasal dari kasus narkoba. Angka ini memperlihatkan dominasi yang sangat besar.

Sebagian besar narapidana tersebut bukan bandar utama. Banyak di antaranya berperan sebagai pengguna atau kurir kecil. Ketika mereka berinteraksi dengan jaringan yang lebih besar, peluang terbentuknya relasi baru dalam dunia kejahatan semakin terbuka.

Alih-alih mendorong rehabilitasi, kondisi ini justru memperkuat jejaring kejahatan.

Aparat penegak hukum mengakui bahwa peredaran narkoba di dalam Lapas masih berlangsung. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan telepon seluler ilegal.

Dengan alat tersebut, narapidana tetap mengatur jaringan di luar. Mereka menyusun strategi, mengarahkan distribusi, dan mengendalikan transaksi. Situasi ini menunjukkan bahwa pengawasan belum berjalan secara efektif.

Paradoks Perang Melawan Narkoba

Negara terus menggaungkan perang terhadap narkoba. Namun praktik di dalam Lapas menunjukkan arah yang berlawanan. Lapas seharusnya menjadi titik akhir kejahatan. Sebaliknya, dalam banyak kasus, tempat ini justru menjadi simpul baru dalam jaringan narkotika. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas penegakan hukum.

Permasalahan ini tidak hanya melibatkan individu. Sistem yang ada belum mampu menutup celah secara menyeluruh.

Overkapasitas memperburuk pengawasan. Kebijakan pemidanaan yang menempatkan pengguna dalam Lapas ikut memperparah situasi. Di sisi lain, kontrol internal belum berjalan optimal. Semua faktor tersebut saling berkaitan dan memperkuat masalah struktural.

Reformasi Harus Segera Dilakukan

Pemerintah telah mengambil sejumlah langkah perbaikan. Namun langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan.

Negara perlu memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi, dan memastikan akuntabilitas berjalan konsisten. Selain itu, pengawasan eksternal yang independen harus hadir untuk menjaga integritas sistem pemasyarakatan.

Keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak bergantung pada jumlah narapidana. Keberhasilan itu bergantung pada kemampuan negara menghentikan kejahatan.

Jika kejahatan tetap berkembang di dalam penjara, maka sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya. Lapas harus menjadi titik akhir kejahatan, bukan ruang aman bagi keberlanjutannya.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara tentang kerja sama teknologi drone dan dukungan pendanaan setelah Ukraina membantu negara Teluk menghadapi drone Iran.

    Zelenskyy Minta Dukungan Dana dan Teknologi Usai Ukraina Bantu Negara Teluk Hadapi Drone Iran

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 121
    • 0Komentar

    “Ukraina tidak sedang berperang dengan Iran. Kami hanya memberikan bantuan teknis untuk menghadapi ancaman drone,” ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

  • Diduga Bayar Upah Karyawannya Di Bawah UMR Sultra, PT. Natural Persada Mandiri (NPM) Site PT. MLP Disorot Publik

    Diduga Bayar Upah Karyawannya Di Bawah UMR Sultra, PT. Natural Persada Mandiri (NPM) Site PT. MLP Disorot Publik

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 689
    • 0Komentar

      Konawe Utara, nalarpubliknews.com – Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di site PT MLP yang dikelola PT Natural Persada Mandiri (NPM) Langgikima Konawe Utara (Konut) Sulawesi tenggara (Sultra) menjadi sorotan setelah Informasi tentang pembayaran upah karyawan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) dan dugaan memperkerjakan anak di bawah umur, memicu desakan agar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Sultra […]

  • penyimpangan anggaran Konawe di kantor pemerintah daerah Konawe Utara

    Anggaran Setda–Setwan Konut Disorot, Ampuh Sultra Minta Kejari Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    JAKARTA, nalarpubliknews.com – Penyimpangan anggaran Konawe kembali menarik perhatian publik setelah Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara mengungkap temuan terbaru. Kasus ini terjadi di Kabupaten Konawe Utara dan melibatkan pengelolaan anggaran di Sekretariat Daerah serta Sekretariat DPRD. Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan bahwa timnya menemukan indikasi penyimpangan sekitar Rp700 juta. Ia merinci dugaan […]

  • Kapolres Konawe Selatan didesak dievaluasi terkait persoalan tambang ilegal di Konawe Selatan

    Aktivis dan Pemuda Sultra Desak Kapolri Evaluasi Kapolres Konawe Selatan terkait Dugaan Tambang Ilegal dan Penegakan Hukum Pertambangan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Sejumlah aktivis dan pemuda asal Sulawesi Tenggara mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi serta mencopot Kapolres Konawe Selatan. Mereka menilai penanganan berbagai persoalan pertambangan di wilayah tersebut belum berjalan optimal. Desakan itu muncul setelah sorotan publik terhadap aktivitas pertambangan di Kabupaten Konawe Selatan terus meningkat. Warga menyoroti dugaan tambang ilegal, kerusakan […]

  • hukum internasional Hormuz dan blokade maritim di jalur energi dunia

    Korsel Pertanyakan Legalitas Blokade AS di Selat Hormuz

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 156
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com || Hukum internasional Hormuz menjadi sorotan global setelah Amerika Serikat memblokir jalur maritim di Selat Hormuz. Langkah ini, menurut Korea Selatan, tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Oleh karena itu, kebijakan tersebut berpotensi memicu sengketa antarnegara. Sekretaris Jenderal asosiasi pelayaran Korsel, Subeom Choi, menegaskan bahwa hukum laut internasional menetapkan syarat ketat untuk blokade. […]

  • Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

expand_less