Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aktivitas Hauling Batu Bara di Desa Sikui Disorot Warga, Diduga Gunakan Jalan Umum dan Dekat Permukiman

Aktivitas Hauling Batu Bara di Desa Sikui Disorot Warga, Diduga Gunakan Jalan Umum dan Dekat Permukiman

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 85
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kalimantan Tengah, nalarpubliknews.com – Warga Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, terus menyoroti aktivitas hauling batu bara yang diduga melintasi jalan umum. Selain itu, warga juga mempertanyakan kedekatan operasional tambang dengan kawasan permukiman dan akses jalan raya.

Keluhan masyarakat semakin menguat setelah tim media bersama warga melakukan penelusuran lapangan. Dalam temuan awal tersebut, aktivitas yang berkaitan dengan operasional PT Mega Multi Energi berada cukup dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga serta jalur jalan umum yang digunakan setiap hari.

Aktivitas Hauling Batu Bara Jadi Sorotan

Sebelumnya, warga mengamati lalu lintas truk pengangkut batu bara dari Desa Sikui menuju Desa Hajak KM 18 dengan jarak sekitar 28 kilometer. Selain itu, truk roda enam terlihat beroperasi secara rutin di jalur publik.

Karena itu, masyarakat mempertanyakan legalitas penggunaan jalan tersebut. Warga menilai jalan itu merupakan akses utama masyarakat, bukan jalan khusus pertambangan.

“Yang kami pertanyakan, apakah ini sudah sesuai aturan atau belum. Karena yang terdampak langsung adalah masyarakat,” ujar Hendriwon T.K., warga Desa Sikui.

Dugaan Tambang Dekat Permukiman Warga

Berdasarkan penelusuran lapangan, tim media dan warga menemukan indikasi aktivitas pertambangan yang berada cukup dekat dengan permukiman dan jalan raya. Namun, hingga saat ini, instansi terkait belum mempublikasikan dokumen resmi mengenai standar jarak operasional tambang tersebut.

Oleh sebab itu, warga meminta pemerintah melakukan verifikasi secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian informasi.

Dampak yang Dikeluhkan Masyarakat

Warga mengaku merasakan beberapa dampak dari aktivitas hauling batu bara. Di antaranya yaitu peningkatan debu di kawasan permukiman, potensi gangguan kesehatan, kerusakan jalan, serta risiko kecelakaan lalu lintas.

Meski demikian, pemerintah maupun pihak terkait belum merilis kajian ilmiah resmi mengenai dampak tersebut. Karena itu, masyarakat meminta penelitian lanjutan agar kondisi di lapangan dapat terukur secara objektif.

Regulasi Penggunaan Jalan Umum

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara mengatur penggunaan jalan khusus untuk aktivitas pengangkutan hasil tambang. Sementara itu, perusahaan hanya dapat menggunakan jalan umum jika memenuhi persyaratan tertentu.

Beberapa syarat tersebut meliputi izin resmi dari otoritas berwenang, pengawasan ketat, dan upaya meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Oleh karena itu, kondisi di lapangan memunculkan pertanyaan publik mengenai kelengkapan izin dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi.

Warga Desak Audit dan Transparansi

Warga Desa Sikui mendesak pemerintah daerah, DPRD, dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit terhadap perizinan hauling batu bara. Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah membuka informasi secara transparan kepada publik.

Tidak hanya itu, warga meminta aparat menertibkan aktivitas yang tidak sesuai aturan serta mengevaluasi dampak lingkungan dan sosial secara menyeluruh.

Hingga berita ini disusun, pihak PT Mega Multi Energi maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan hasil penelusuran lapangan. Sementara itu, redaksi masih terus berupaya memperoleh konfirmasi agar informasi tetap berimbang.

Potensi Risiko Jika Tidak Ditangani

Sejumlah pihak menilai persoalan ini dapat menimbulkan dampak yang lebih luas apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret. Misalnya, kerusakan infrastruktur dapat semakin parah, gangguan kesehatan masyarakat berpotensi meningkat, dan konflik sosial bisa muncul di tengah warga.

Selain itu, lemahnya penanganan juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pengawasan regulasi pertambangan.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dan perusahaan menghadirkan solusi yang transparan, berbasis data, dan sesuai ketentuan hukum agar kepentingan masyarakat tetap terlindungi.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tekan korban kekerasan seksual melalui surat klarifikasi KIP Kuliah IAI Rawa Aopa

    Korban Kekerasan Seksual IAI Rawa Aopa Diduga Ditekan soal Dana KIP Kuliah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Pusat Studi Konstitusi Indonesia atau Puskom Indonesia mengecam keras langkah pihak IAI Rawa Aopa yang dinilai tidak berpihak kepada korban kekerasan seksual. Alih-alih memberikan perlindungan dan pendampingan, pihak kampus justru diduga menekan korban yang mengundurkan diri akibat trauma setelah mengalami kekerasan seksual. Kecaman itu disampaikan setelah beredar surat dari pihak kampus yang […]

  • GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com  – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela. Organisasi itu menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan negara dan mencederai hukum internasional. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI menyampaikan kecaman setelah muncul laporan operasi militer AS di Caracas. Laporan itu juga menyebut pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ketua DPP […]

  • Jepang gabung sistem pertahanan rudal Golden Dome Amerika Serikat

    Jepang Gabung Sistem Pertahanan Rudal Golden Dome AS untuk Perkuat Keamanan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Jepang mempertimbangkan untuk bergabung dalam sistem pertahanan rudal Golden Dome yang dikembangkan Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan nasional,” demikian laporan media Jepang Japan News mengutip sumber pemerintah.

  • Skandal tambang Konawe Utara di area pertambangan nikelSkandal tambang Konawe Utara di area pertambangan nikel

    Liability Inside: Bagaimana Aquila Nickel Group Menjerumuskan Solway ke dalam Pusaran Pelanggaran Kehutanan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    nalarpubliknews.com – Skandal tambang Konawe Utara menyeret Solway Investment Group ke dalam isu lingkungan dan transparansi. Kasus ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga memicu kekhawatiran global terhadap komitmen ESG perusahaan tambang besar. Dugaan Pelanggaran di Konawe Utara Kasus tambang di Konawe Utara melibatkan PT Bumi Konawe Minerina (BKM) di bawah Aquila Nickel Group. Satgas […]

  • pembicara dalam forum Nusantara Forest Watch membahas isu lingkungan

    Kasus Tambang Ilegal Sultra PT Amarfi Disorot, Nusantara Forest Watch dan IMPH Pertanyakan Kinerja Bareskrim

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 207
    • 3Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Bareskrim Polri kembali menjadi sorotan dalam penanganan kasus tambang ilegal di Sulawesi Tenggara. Sejumlah pihak menilai aparat penegak hukum tidak konsisten dan cenderung tebang pilih saat memproses perkara. Kritik terhadap Penegakan Hukum Nusantara Forest Watch menilai aparat belum bertindak adil dalam kasus ini. Lembaga tersebut mengarahkan kritik kepada pengusaha tambang berinisial AM […]

  • Forum Top Women Fest 2026 yang memperlihatkan kolaborasi perempuan lintas sektor dalam membahas peluang, tantangan, dan solusi untuk memperkuat ekonomi nasional Indonesia

    Top Women Fest 2026 Dorong Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 119
    • 5Komentar

    Jakarta, nalarpublik.com || Top Women Fest 2026 menjadi ajang kolaborasi perempuan Indonesia untuk memperkuat peran dalam pembangunan ekonomi nasional. CNBC Indonesia akan menggelar acara ini pada Sabtu, 25 April 2026 di Area Relief Sarinah. Momentum ini tidak lepas dari semangat Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan kesetaraan perempuan. Kini, perempuan Indonesia terus menunjukkan kiprah nyata di […]

expand_less