Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KPK Butuhkan Keterangan Heri Black Usai Penggeledahan Rumah di Semarang

KPK Butuhkan Keterangan Heri Black Usai Penggeledahan Rumah di Semarang

  • account_circle Rahmadani
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Nalarpubliknews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi membutuhkan keterangan pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black setelah penyidik menggeledah rumahnya di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (11/5). Kasus KPK Heri Black kini menjadi perhatian publik karena penyidik terus mendalami dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik memerlukan penjelasan Heri Black untuk mengungkap peran setiap pihak dalam perkara tersebut. Selain itu, penyidik juga ingin mencocokkan keterangan saksi dengan barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan berlangsung.

Menurut Budi, keterangan Heri Black penting untuk membantu penyidik mengembangkan kasus dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut. Karena itu, KPK terus mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.

Penyidik Temukan Catatan dan Barang Elektronik

Selain menggeledah rumah Heri Black, penyidik menemukan sejumlah catatan dan barang bukti elektronik. Temuan itu kini menjadi bahan pemeriksaan lanjutan dalam proses penyidikan kasus Bea Cukai.

Budi menjelaskan penyidik memperoleh informasi tidak hanya dari hasil penggeledahan. Penyidik juga memeriksa para saksi dan tersangka untuk memperkuat alat bukti.

Di sisi lain, KPK mendeteksi dugaan upaya pihak eksternal yang mencoba menghambat proses penyidikan. Namun, penyidik memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Kasus KPK Heri Black juga memunculkan perhatian terhadap pengawasan di sektor impor dan kepabeanan. Banyak pihak meminta aparat penegak hukum memperkuat pengawasan agar praktik suap dan gratifikasi tidak kembali terjadi.

Heri Black Pernah Mangkir dari Panggilan KPK

Sebelumnya, KPK memanggil Heri Black pada 8 Mei 2026. Namun, Heri Black tidak memenuhi panggilan penyidik. Hingga kini, KPK masih menunggu sikap kooperatif dari pengusaha tersebut untuk memberikan keterangan.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Dalam operasi itu, KPK mengamankan sejumlah pihak, termasuk Rizal.

OTT tersebut menjadi awal terbongkarnya dugaan praktik suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan. Setelah itu, penyidik terus mengembangkan perkara dengan memeriksa berbagai pihak yang diduga terlibat.

Baca juga: Informasi Penanganan Perkara KPK

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka

Setelah OTT berlangsung, KPK menetapkan enam tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan. Mereka ialah Rizal, Sisprian Subiaksono, Orlando Hamonangan, John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan.

Kemudian, pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan Budiman Bayu Prasojo sebagai tersangka baru. Penetapan itu menunjukkan penyidik terus mengembangkan perkara untuk menemukan pihak lain yang diduga ikut terlibat.

Selanjutnya, pada 27 Februari 2026, penyidik menyita uang tunai Rp5,19 miliar dalam lima koper dari sebuah rumah di Ciputat. Uang itu diduga berkaitan dengan kasus korupsi pengurusan cukai.

Kasus KPK Heri Black kini terus berkembang. Publik pun menunggu langkah lanjutan KPK dalam mengusut dugaan korupsi di lingkungan Bea Cukai hingga tuntas.

  • Penulis: Rahmadani
  • Editor: Nur Endana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kuasa hukum menunjukkan dokumen kasus vanessa cacat prosedur

    Kasus Vanessa Diduga Cacat Prosedur, GASKAN Soroti Pelanggaran KUHAP dan HAM

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 110
    • 1Komentar

    JAKARTA, Nalarpubliknews.com – Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) merilis surat terbuka melalui Sekjennya, Andi Muhammad Rifaldy. Ia mengirim surat itu kepada Menteri Hukum dan HAM, Komisi III DPR RI, Komnas HAM, dan Kapolri. GASKAN menyoroti dugaan pelanggaran berat KUHAP dan HAM dalam penanganan kasus Vanessa Tuhuteru oleh penyidik PPA PPO Mabes Polri. P-21 Tidak Pernah […]

  • Evaluasi kinerja Dandim Kendari saat apel prajurit TNI
    TNI

    Desakan Evaluasi dan Pencopotan Dandim 1417 Kendari dan Dandim Konawe Utara

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 77
    • 1Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Kinerja aparat teritorial kembali mendapat sorotan. Banyak pihak menilai pembinaan dan pengawasan anggota di tingkat komando kewilayahan belum berjalan optimal, terutama setelah terungkapnya dugaan pelanggaran. Masyarakat mendesak evaluasi menyeluruh terhadap Dandim 1417 Kendari dan Dandim Konawe Utara. Pimpinan Bertanggung Jawab atas Pembinaan Anggota Egit Setiawan menilai bahwa dugaan pelanggaran yang terjadi berhubungan […]

  • Streamlining Tasks: Automation Gadgets Revolutionizing Everyday Work

    Streamlining Tasks: Automation Gadgets Revolutionizing Everyday Work

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Dugaan korupsi tambang PT TMM dilaporkan ke Kejagung

    Diduga Melakukan aktivitas dan penjualan Ore Nikel tanpa RKAB Corak Sultra Resmi Laporkan PT. TMM

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 77
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Ketua Umum Corong Aspirasi Rakyat Sulawesi Tenggara (Corak Sultra), Pauzan Dermawan, SH, melaporkan Komisaris Utama PT Tristaco Mineral Makmur (TMM) berinisial TFA ke Kejaksaan Agung RI dan Mabes Polri, Kamis (8/5/2026). Laporan itu berkaitan dengan dugaan keterlibatan TFA dalam kasus korupsi pertambangan di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara. Selain itu, Pauzan juga […]

  • Direktur Reskrimum Polda Bali I Gede Adhi Muliawarman menyampaikan perkembangan kasus pembunuhan WNA Belanda di Bali dalam konferensi pers di Denpasar

    Dua WNA Brasil Jadi Buronan Kasus Pembunuhan Warga Belanda di Bali

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DENPASAR, (Nalarpubliknews.com) || Polda Bali menetapkan dua warga negara asing (WNA) asal Brasil sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan seorang warga Belanda di Kabupaten Badung. Polisi kini memburu keduanya setelah mereka melarikan diri ke luar negeri hanya beberapa jam setelah kejadian. Peristiwa itu terjadi pada Senin malam, 23 Maret 2026, di sebuah vila kawasan Kerobokan, Kuta […]

  • Forum Top Women Fest 2026 yang memperlihatkan kolaborasi perempuan lintas sektor dalam membahas peluang, tantangan, dan solusi untuk memperkuat ekonomi nasional Indonesia

    Top Women Fest 2026 Dorong Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 163
    • 5Komentar

    Jakarta, nalarpublik.com || Top Women Fest 2026 menjadi ajang kolaborasi perempuan Indonesia untuk memperkuat peran dalam pembangunan ekonomi nasional. CNBC Indonesia akan menggelar acara ini pada Sabtu, 25 April 2026 di Area Relief Sarinah. Momentum ini tidak lepas dari semangat Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan kesetaraan perempuan. Kini, perempuan Indonesia terus menunjukkan kiprah nyata di […]

expand_less