Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » HP21N dan FKMH Sultra Desak KPK Periksa Dugaan Kapal Pesiar Gubernur Sultra

HP21N dan FKMH Sultra Desak KPK Periksa Dugaan Kapal Pesiar Gubernur Sultra

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com – Himpunan Mahasiswa 21 Nusantara (HP21N) dan Forum Komunikasi Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (FKMH Sultra) yang tergabung dalam Koalisi Aktivis dan Mahasiswa Sultra Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (29/6/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan kepada KPK RI untuk mengusut dugaan gratifikasi terkait kepemilikan kapal pesiar yang disebut milik Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR).
Koalisi menyebut, dugaan kepemilikan kapal tersebut terkonfirmasi berdasarkan data Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dapat diakses publik. Dalam data itu tercantum kapal bertipe Cruiser (mewah) dengan nomor lambung ASR 87 atas nama pemilik Andi Sumangerukka.

Ketua HP21N, Arnol Ibnu, mengatakan kepemilikan kapal pesiar tersebut diduga masih berkaitan dengan kasus PT Tonia Mitra Sejahtera (PT TMS), perusahaan yang dikenai sanksi administratif sebesar Rp2 triliun oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) karena terbukti menggarap kawasan hutan.

“Kami menduga kuat kepemilikan kapal pesiar tersebut merupakan hasil penerima manfaat dari aktivitas pertambangan ilegal PT TMS di Pulau Kabaena yang menempatkan istri Gubernur Sultra sebagai pengendali utama PT TMS. KPK harus memeriksa Gubernur Sultra beserta istrinya,” tegas Arnol dalam orasinya.

Arnol juga menyebut kapal tersebut digunakan oleh Gubernur Sultra saat melakukan kunjungan di Kabupaten Konawe Kepulauan, tepatnya di Pulau Wawonii. Karena itu, pihaknya mendesak KPK untuk menelusuri dugaan penyimpangan terkait kepemilikan kapal tersebut.
“KPK harus memeriksa ASR terkait kepemilikan kapal tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, Koalisi Aktivis dan Mahasiswa Sultra Menggugat juga mendesak KPK RI memanggil dan memproses hukum istri Gubernur Sultra berinisial ANH yang mereka duga memiliki keterkaitan dengan kasus dugaan korupsi PT TMS. Koalisi menilai, kasus tersebut telah menimbulkan kerugian negara yang tercermin dari sanksi administratif sebesar Rp2 triliun yang dijatuhkan Satgas PKH.
Di tempat yang sama, Sekretaris Umum FKMH Sultra, Pandi Bastian, menegaskan bahwa kepemilikan kapal pesiar tersebut diduga berasal dari hasil aktivitas pertambangan ilegal yang menurut mereka berkaitan dengan PT TMS.

Pandi mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki koalisi, ANH merupakan pemegang saham terbesar di PT TMS. Perusahaan tersebut, lanjutnya, telah terbukti melakukan aktivitas di kawasan hutan negara sehingga dilakukan penyegelan oleh Satgas PKH di lapangan.

“Kami memiliki bukti yang kuat terkait dugaan keterlibatan ANH dalam unsur kepemilikan saham PT TMS. Perusahaan itu telah disegel dan dikenai denda administratif sebesar Rp2 triliun oleh negara. Artinya, ada dugaan perbuatan yang merugikan negara, namun anehnya belum diproses secara hukum. KPK harus bertindak,” ujar Pandi.

Di akhir pernyataannya, Koalisi Aktivis dan Mahasiswa Sultra Menggugat menegaskan akan kembali menggelar aksi apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.

Mereka juga menyatakan akan menyampaikan laporan resmi kepada KPK RI dan Kejaksaan Agung RI dengan menyerahkan dokumen serta bukti-bukti yang mereka klaim miliki terkait dugaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, KPK RI, maupun aparat penegak hukum terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • koordinasi nasional Satgas ekonomi 8% bersama jajaran menteri di Jakarta.

    Satgas Ekonomi 8%: Prabowo Tunjuk Airlangga Ketua

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 51
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Presiden Prabowo Subianto membentuk Satgas ekonomi 8% untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 pada 11 Maret 2026 sebagai dasar kebijakan tersebut. Pemerintah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai ketua. Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ikut memperkuat koordinasi dalam tim. Peran […]

  • skandal dana Lebaran 1938 ilustrasi judi roulette di Batavia

    Skandal Dana Lebaran 1938: Komisaris di Batavia Habiskan Tabungan Anggota untuk Judi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 96
    • 0Komentar

    BATAVIA 1938, (Nalarpubliknews.com) — Komisaris polisi berinisial HAN menyalahgunakan dana Lebaran milik anggotanya hingga habis. Tindakannya membuat para anggota kepolisian di kawasan Pasar Baru kehilangan hak mereka untuk merayakan Hari Raya. Atasan HAN membongkar kasus ini saat melakukan inspeksi mendadak. Ia menemukan bahwa dana sekitar 1.000 gulden yang seharusnya tersimpan rapi justru telah kosong. Para anggota […]

  • Lelang Aset Umar - DPD GMN Sultra menggelar aksi di depan KPKNL Kendari meminta penundaan proses lelang aset

    DPD GMN Sultra Desak KPKNL Kendari Tunda Lelang Aset Umar Samiun, Soroti Dugaan Maladministrasi dan Penetapan Nilai Limit

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KENDARI, nalarpubliknews.com – Dewan Pengurus Daerah Gerakan Mahasiswa Nusantara (DPD GMN) Sulawesi Tenggara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kendari. Dalam aksi tersebut, massa mendesak KPKNL menunda proses lelang aset milik mantan Bupati Buton, Umar Samiun, karena menurut mereka masih terdapat proses hukum dan pengawasan yang sedang berjalan. […]

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Kerajaan Konawe Kuno di Sulawesi Tenggar

    Kerajaan Konawe: Pilar Sejarah dan Identitas Budaya Masyarakat Tolaki

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Kerajaan Konawe: Fondasi Peradaban dan Identitas Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara KONAWE, Sulawesi Tenggara – Hamparan dataran luas dan aliran Sungai Konaweeha menyimpan sejarah panjang Kerajaan Konawe, salah satu kerajaan tertua di Sulawesi Tenggara. Kerajaan ini menjadi pusat perkembangan budaya, pemerintahan, dan identitas suku Tolaki yang hingga kini merupakan kelompok etnis terbesar di wilayah tersebut. […]

  • aksi aktivis menolak aktivitas tambang yang melanggar aturan

    KRIMINALISASI AKTIVIS DI TENGAH PELANGGARAN TAMBANG: HUKUM JANGAN TAJAM KE BAWAH, TUMPUL KE ATAS

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Konawe, (Nalarpubliknews.com) – Kamis, 26 Maret 2026 Kasus kriminalisasi aktivis tambang di Konawe menarik perhatian publik. Muhammad Rahim, mahasiswa asal Konawe yang kini tinggal di Jakarta, menilai aparat harus mengkaji dugaan pemerasan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memahami konteks sebelum publik menarik kesimpulan. Keresahan Warga Jadi Pemicu Rahim menjelaskan bahwa aktivitas perusahaan tambang memicu keresahan warga. […]

expand_less