Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KRIMINALISASI AKTIVIS DI TENGAH PELANGGARAN TAMBANG: HUKUM JANGAN TAJAM KE BAWAH, TUMPUL KE ATAS

KRIMINALISASI AKTIVIS DI TENGAH PELANGGARAN TAMBANG: HUKUM JANGAN TAJAM KE BAWAH, TUMPUL KE ATAS

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 233
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konawe, (Nalarpubliknews.com) – Kamis, 26 Maret 2026 Kasus kriminalisasi aktivis tambang di Konawe menarik perhatian publik. Muhammad Rahim, mahasiswa asal Konawe yang kini tinggal di Jakarta, menilai aparat harus mengkaji dugaan pemerasan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memahami konteks sebelum publik menarik kesimpulan.

Keresahan Warga Jadi Pemicu

Rahim menjelaskan bahwa aktivitas perusahaan tambang memicu keresahan warga. Truk hauling membawa muatan berlebih, beroperasi di luar jam, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu, perusahaan terus mengulang pelanggaran meski sudah menerima teguran. Namun, aparat belum mengambil tindakan tegas. Kondisi ini membuat masyarakat merasa diabaikan.

Sebagai perbandingan, pembaca dapat melihat laporan terkait:
➡️ https://nalarpubliknews.com/aktivitas-hauling-tambang-disorot-warga

Aksi Pemalangan sebagai Respons Sosial

Rahim menilai masyarakat melakukan pemalangan sebagai respons atas situasi yang tidak terkendali. Warga memilih langkah langsung karena jalur formal tidak memberi hasil.

Dengan demikian, aktivis hadir untuk mewakili kepentingan masyarakat. Mereka menekan perusahaan agar menghentikan pelanggaran.

Untuk memahami aturan jalan umum, pembaca dapat merujuk:
➡️ https://peraturan.bpk.go.id/

Dugaan Pemerasan Perlu Pendalaman

Rahim meminta aparat mengkaji dugaan pemerasan secara hati-hati. Ia menilai pertemuan antara aktivis dan perusahaan di Kendari bertujuan menyelesaikan konflik.

Aparat harus membuktikan adanya ancaman atau paksaan. Tanpa unsur tersebut, tuduhan pemerasan tidak kuat. Selain itu, penyidik perlu menelusuri asal pemberian uang.

OTT Polresta Kendari Disorot

Rahim menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) Polresta Kendari. Ia menilai langkah tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Aparat bergerak cepat terhadap aktivis. Namun, aparat belum menindak dugaan pelanggaran perusahaan secara setara.

Baca juga perkembangan terkait:
➡️ https://nalarpubliknews.com/ott-polresta-kendari-aktivis

Penindakan Perusahaan Dinilai Lemah

Rahim menegaskan bahwa aparat harus menindak semua pelanggaran tanpa pengecualian. Ia menyebut aktivitas hauling PT ST Nickel Resources sering melanggar aturan.

Namun, aparat belum mengambil langkah tegas terhadap perusahaan. Situasi ini mendorong anggapan bahwa hukum tidak berjalan seimbang.

Referensi tambahan tersedia di:
➡️ https://www.esdm.go.id/

Pentingnya Penegakan Hukum yang Adil

Rahim menekankan bahwa aparat harus bertindak objektif dan profesional. Penegak hukum tidak boleh tebang pilih dalam menangani kasus.

Jika ketimpangan terus terjadi, kepercayaan publik akan menurun. Sebaliknya, keadilan akan tumbuh ketika aparat memperlakukan semua pihak secara sama.

Peran Aktivis dalam Kontrol Sosial

Rahim menegaskan bahwa aktivis berperan sebagai kontrol sosial. Mereka menjaga kepentingan publik dan mengawasi praktik di lapangan.

Ketika negara tidak bertindak optimal, masyarakat mengambil peran. Karena itu, negara harus merespons secara adil.

Tuntutan Mahasiswa

Rahim menyampaikan tiga tuntutan:

  1. Mendesak Polda Sulawesi Tenggara mengevaluasi kinerja Polresta Kendari dan Polres Konawe.
  2. Mendesak Satgas PKH melakukan sidak terhadap IUP perusahaan dan menjatuhkan sanksi jika terbukti melanggar.
  3. Mendesak Kementerian ESDM menolak kuota RKAB serta mencabut izin usaha pertambangan perusahaan terkait.

Rencana Aksi Lanjutan

Rahim menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah lanjutan jika pelanggaran terus terjadi. Ia akan mengirim surat resmi sebagai tahap awal.

Setelah itu, mereka berencana menggelar aksi penahanan kendaraan operasional di Kecamatan Besulutu. Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap ketidakadilan.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bamsoet apresiasi buku The Art of Simple Leadership karya Steven Beteng bersama Jerry Hermawan Lo

    Bamsoet Apresiasi Buku The Art of Simple Leadership Karya Steven Beteng tentang Sosok Jerry Hermawan Lo

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 112
    • 6Komentar

    Kepemimpinan bukan hanya soal memberi perintah, tetapi juga membangun arah yang jelas, kedekatan dengan tim, dan semangat untuk terus bertahan menghadapi perubahan.”_Jerry Hermawan Lo

  • modernisasi perikanan nasional di tambak udang Kebumen

    Modernisasi Perikanan Nasional Perkuat Kemandirian Pangan Indonesia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Pemerintah terus mempercepat modernisasi sektor perikanan nasional. Salah satu langkah nyata hadir melalui proyek Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kawasan seluas 100 hektare itu menjadi model tambak modern nasional. Pemerintah merancang kawasan tersebut untuk mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan ekspor hasil perikanan. Selain […]

  • biomassa sawit Indonesia Jepang kerja sama perusahaan di Tokyo

    Indonesia Gencarkan Biomassa Sawit di Jepang, Ekspor Naik dan Kontrak Rp186 Miliar Tercapai

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 150
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) | Biomassa sawit Indonesia Jepang menjadi fokus utama dalam penguatan kerja sama energi terbarukan. Indonesia активно mempromosikan produk biomassa berbasis kelapa sawit di Tokyo untuk memperluas pasar dan meningkatkan ekspor energi hijau. Indonesia mempromosikan biomassa sawit Indonesia Jepang dalam ajang International Biomass Expo pada 17–19 Maret 2026. KBRI Tokyo menggelar forum bisnis untuk […]

  • Diskusi kelompok tani terkait BBM bersubsidi Luwu Timur untuk kebutuhan panen

    Dari Dugaan hingga Klarifikasi: Mengurai Fakta Penyaluran BBM Bersubsidi di Luwu Timur

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 110
    • 0Komentar

    LUWU TIMUR, Nalarpubliknews.com — Isu penyaluran BBM bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Luwu Timur menarik perhatian publik. Pemberitaan di Batarapos.com pada Selasa (14/4/2026) memicu berbagai pertanyaan. Sehari setelah berita itu terbit, pihak terkait langsung memberi klarifikasi. Mereka ingin meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Klarifikasi Dinas Pertanian Kepala Bidang Tanaman […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions
    War

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle ptmbi
    • visibility 508
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

  • Diduga Bayar Upah Karyawannya Di Bawah UMR Sultra, PT. Natural Persada Mandiri (NPM) Site PT. MLP Disorot Publik

    Diduga Bayar Upah Karyawannya Di Bawah UMR Sultra, PT. Natural Persada Mandiri (NPM) Site PT. MLP Disorot Publik

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 688
    • 0Komentar

      Konawe Utara, nalarpubliknews.com – Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di site PT MLP yang dikelola PT Natural Persada Mandiri (NPM) Langgikima Konawe Utara (Konut) Sulawesi tenggara (Sultra) menjadi sorotan setelah Informasi tentang pembayaran upah karyawan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) dan dugaan memperkerjakan anak di bawah umur, memicu desakan agar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Sultra […]

expand_less