Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Aroma Premanisme di Balik Proyek Pengaman Pantai Raha: IPPM Laporkan Dugaan Korupsi ke KPK, Massa Aksi Diintimidasi

Aroma Premanisme di Balik Proyek Pengaman Pantai Raha: IPPM Laporkan Dugaan Korupsi ke KPK, Massa Aksi Diintimidasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Nalarpubliknews.com — isu korupsi proyek Pantai Raha mencuat setelah Ikatan Pelajar Pemuda Muna (IPPM) melaporkan dugaan penyimpangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

IPPM menyerahkan laporan tersebut dengan dokumen pendukung dan kronologi hasil pemantauan. Selain itu, mereka juga menyertakan bukti lapangan untuk memperkuat laporan.

Proyek pengaman pantai senilai Rp28 miliar itu menunjukkan indikasi tidak berjalan transparan. Karena itu, IPPM meminta lembaga antirasuah segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Latar Belakang Proyek Pengaman Pantai Raha

Pemerintah merancang proyek ini untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan banjir rob. Dengan demikian, proyek ini memiliki peran penting bagi masyarakat setempat.

Namun, IPPM menemukan pelaksana proyek tidak menjalankan pekerjaan sesuai tujuan awal. Akibatnya, manfaat proyek bagi masyarakat menjadi tidak optimal.

Di sisi lain, kualitas pekerjaan yang rendah juga berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur pesisir.

Nama Anggota DPR Ikut Terseret Laporan

Dalam laporan tersebut, IPPM menyebut Ridwan Bae, anggota DPR RI Komisi V.

IPPM menduga adanya praktik pungutan liar dan suap dalam proses proyek. Selain itu, mereka juga meminta KPK memeriksa pejabat Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV Kendari.

Meski demikian, semua tuduhan masih berupa laporan. Oleh karena itu, proses hukum akan menentukan kebenaran dari dugaan tersebut.

Dugaan Penyimpangan dalam Proyek Pantai Raha

IPPM mengidentifikasi sejumlah kejanggalan dalam proyek ini. Di antaranya, mereka menemukan:

  • Pelaksana tidak mengikuti Detail Engineering Design (DED)
  • Kontraktor menggunakan BBM bersubsidi untuk operasional
  • Pihak tertentu memengaruhi proses tender
  • Hasil pekerjaan berada di bawah standar teknis

Lebih lanjut, temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik yang tidak sesuai aturan.

Aksi Mahasiswa Berujung Intimidasi

Mahasiswa dan pemuda menggelar aksi damai di depan Gedung KPK untuk mengawal kasus ini. Sebelumnya, mereka telah menyampaikan pemberitahuan kepada kepolisian.

Namun, di tengah aksi, sekelompok orang tak dikenal mendatangi massa. Mereka merampas spanduk dan mengancam peserta.

Akibatnya, situasi sempat memanas meskipun aksi awalnya berjalan tertib. Karena itu, IPPM menilai tindakan tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap kebebasan berpendapat.

Dampak Proyek Bermasalah bagi Masyarakat

Permasalahan dalam proyek ini dapat berdampak langsung pada masyarakat pesisir. Secara umum, proyek yang tidak berjalan baik akan menurunkan kualitas perlindungan pantai.

Akibatnya, beberapa risiko dapat muncul, antara lain:

  • Infrastruktur cepat rusak
  • Perlindungan pantai tidak optimal
  • Risiko abrasi meningkat
  • Kepercayaan publik menurun

Dengan demikian, pengawasan publik menjadi sangat penting dalam proyek seperti ini.

IPPM Desak KPK Bertindak Tegas

IPPM mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera menindaklanjuti laporan ini.

Selain itu, mereka meminta penegakan hukum berjalan transparan dan profesional. Di sisi lain, IPPM juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap pelapor.

Pada akhirnya, mereka berharap proses hukum berjalan tanpa intervensi pihak mana pun.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • kolaborasi transisi energi Pertamina bersama ERIA di Jakarta.

    Transisi Energi Pertamina dan ERIA Perkuat Kerja Sama

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Transisi energi Pertamina kembali menjadi perhatian dalam ajang IPA Convex 2026 di Jakarta. Kali ini, Pertamina menggandeng Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) untuk memperkuat pengembangan energi berkelanjutan. Selain itu, kerja sama ini juga mendukung ketahanan energi nasional di tengah perubahan global. (24/05/2026).  PT Pertamina (Persero) resmi menjalin kerja […]

  • Gencatan Senjata Iran di Perpanjang Trump.

    Gencatan Senjata Iran Diperpanjang Trump Usai Mediasi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 133
    • 2Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gencatan senjata Iran kembali menarik perhatian dunia setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang masa penghentian konflik. Ia mengambil keputusan ini setelah pemerintah Pakistan meminta waktu tambahan untuk membuka ruang negosiasi damai. Langkah ini langsung memengaruhi dinamika geopolitik di Timur Tengah, terutama karena masa gencatan senjata sebelumnya hampir berakhir. Dengan perpanjangan ini, […]

  • Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mendesak pemerintah mencabut seluruh perizinan PT WIN di Konawe Selatan karena dugaan pelanggaran lingkungan dan keselamatan warga.

    Demi Hukum dan Rakyat, Pemerintah Diminta Tak Ragu Cabut Perizinan PT. WIN di Konsel.

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mendesak pemerintah mencabut seluruh perizinan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN). Organisasi tersebut menilai langkah itu penting demi keselamatan masyarakat dan penegakan hukum. Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, menegaskan pemerintah harus mengambil sikap tegas terhadap PT WIN. “Demi rakyat dan demi hukum, kami meminta […]

  • warga Konawe menuntut pergantian camat Besulutu dalam aksi prote

    Janji Pergantian Camat Tak Kunjung Terwujud, Masyarakat Besulutu Kembali Tagih Komitmen Pemda Konawe

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Jurnalis 1
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Konawe, Nalarpubliknews.com – Aliansi Masyarakat Besulutu Menggugat kembali menagih pergantian camat Besulutu kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe. Mereka menilai pemerintah belum menepati komitmen yang disampaikan sejak Agustus 2025. Sejak awal, isu pergantian camat Besulutu menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik di tingkat kecamatan. Oleh karena itu, warga terus mendorong pemerintah daerah […]

  • Frasa kunci di atribut alt gambar: Gambar di halaman berikut tidak memiliki atribut alt yang mencerminkan topik teks Anda. Tambahkan frasa kunci atau sinonim Anda ke tag alt dari gambar yang relevan! Panjang deskripsi meta: Deskripsi meta terlalu panjang 156 karakter. Untuk memastikan seluruh deskripsi akan terlihat, Anda harus membuat yang lebih pendek!

    HMI Komisariat UMK Cabang Kendari Desak Polda Sultra, Copot Kapolres Bombana Atas Dugaan Tindakan Represif Terhadap Kader HMI

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Kendari, nalarpubliknews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Cabang Kendari mengecam dugaan tindakan represif Kapolres Bombana terhadap kader HMI saat menyampaikan aspirasi di muka umum pada Kamis (4/6/2026). HMI menilai tindakan tersebut mencederai prinsip demokrasi serta kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi. Mahasiswa Berhak Menyampaikan Kritik Ketua HMI Komisariat UMK, Juraidin, menegaskan […]

  • Aksi Puskom Kemenag menuntut investigasi dugaan suap izin prodi dan kekerasan seksual di IAI Rawa Aopa

    Aksi Puskom Desak Kemenag Usut Dugaan Suap Izin Prodi dan Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 119
    • 0Komentar

    “Pendidikan Islam harus bersih dari transaksi. Izin prodi tidak boleh diperjualbelikan.” – Robby Anggara

expand_less